Ribuan Masa Gerakan Pribumi Berdaulat Tuntut Steven Dipenjara

0
470
  • 77
    Shares
Massa Gerakan Pribumi Berdaulat menuju Mapolda NTB. (foto:SERUJI/Syamsul)

MATARAM – Ribuan massa Gerakan Pribumi Berdaulat Nusa Tenggara Barat (NTB) turun ke jalan hari ini, Senin (17/4). Mereka memprotes ulah seorang warga keturunan bernama Steven Hadisurya Sulistyo yang telah mengeluarkan kata-kata umpatan barbau rasis kepada Gubernur NTB Dr. M Zainul Majdi, saat berada di Bandara Changi, Singapore, pada hari Ahad 9 April yang lalu.

Mereka juga menuntut agar yang bersangkutan segera ditangkap dan diproses secara hukum.

“Kita sangat mengapresiasi kemuliaan hati Bapak Gubernur NTB yang telah memaafkan Steven, karena memang beliau mulia dan sangat kita muliakan. Namun, hinaan yang dilakukan Seven tidak hanya menyinggung pribadi gubernur, tetapi warga pribumi secara keseluruhan.” kata Deddy AZ dalam orasinya di hadapan puluhan ribu masa yang hadir.

Ribuan massa aksi Gerakan Pribumi Berdaulat menuju Polda NTB. (foto:SERUJI/Syamsul)

Perilaku rasis Steven, lanjut Deddy, sangat berbahaya bagi kebhinekaan. “Tidak boleh seorang pun di negeri ini yang merasa paling unggul etnisnya dibandingkan etnis yang lain, apalagi sampai melakukan penghinaan,” katanya.

Dalam pantauan SERUJI di lapangan, masa aksi mulai berkumpul di halaman Masjid raya Hubbul Wathan, Islamic Center, Nusa Tenggara Barat, sejak pukul 08:00 Wita. Mereka merupakan masa gabungan dari lintas ormas, meliputi NW, Muhammadiyah, Hidayatullah, BKPRMI, AUI, HIMMAH NW, KAMMI NTB, Majelis Adat Sasak, HMI, dan lain-lain.

Hingga pukul 09:30 Wita, masa mulai memadati halaman Masjid termegah di pulau Lombok itu dengan membawa berbagai atribut serta tuntutan aksi. Lima belas menit kemudian, mereka melakukan long march menuju Mapolda NTB, Jalan Langko Nomor 77 Mataram.

Sepanjang aksi, masa meneriakkan berbagai tuntutan, diantaranya meminta aparat kepolisian menangkap Steven serta memprosesnya secara hukum. Masa juga mengutuk tindakan Steven yang arogan yang dinilainya telah menghina pribumi.

 

EDITOR: Iwan S

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU