Ribuan Masa Gerakan Pribumi Berdaulat Tuntut Steven Dipenjara

0
413
Massa Gerakan Pribumi Berdaulat menuju Mapolda NTB. (foto:SERUJI/Syamsul)

MATARAM – Ribuan massa Gerakan Pribumi Berdaulat Nusa Tenggara Barat (NTB) turun ke jalan hari ini, Senin (17/4). Mereka memprotes ulah seorang warga keturunan bernama Steven Hadisurya Sulistyo yang telah mengeluarkan kata-kata umpatan barbau rasis kepada Gubernur NTB Dr. M Zainul Majdi, saat berada di Bandara Changi, Singapore, pada hari Ahad 9 April yang lalu.

Mereka juga menuntut agar yang bersangkutan segera ditangkap dan diproses secara hukum.

“Kita sangat mengapresiasi kemuliaan hati Bapak Gubernur NTB yang telah memaafkan Steven, karena memang beliau mulia dan sangat kita muliakan. Namun, hinaan yang dilakukan Seven tidak hanya menyinggung pribadi gubernur, tetapi warga pribumi secara keseluruhan.” kata Deddy AZ dalam orasinya di hadapan puluhan ribu masa yang hadir.

Ribuan massa aksi Gerakan Pribumi Berdaulat menuju Polda NTB. (foto:SERUJI/Syamsul)

Perilaku rasis Steven, lanjut Deddy, sangat berbahaya bagi kebhinekaan. “Tidak boleh seorang pun di negeri ini yang merasa paling unggul etnisnya dibandingkan etnis yang lain, apalagi sampai melakukan penghinaan,” katanya.

Dalam pantauan SERUJI di lapangan, masa aksi mulai berkumpul di halaman Masjid raya Hubbul Wathan, Islamic Center, Nusa Tenggara Barat, sejak pukul 08:00 Wita. Mereka merupakan masa gabungan dari lintas ormas, meliputi NW, Muhammadiyah, Hidayatullah, BKPRMI, AUI, HIMMAH NW, KAMMI NTB, Majelis Adat Sasak, HMI, dan lain-lain.

Hingga pukul 09:30 Wita, masa mulai memadati halaman Masjid termegah di pulau Lombok itu dengan membawa berbagai atribut serta tuntutan aksi. Lima belas menit kemudian, mereka melakukan long march menuju Mapolda NTB, Jalan Langko Nomor 77 Mataram.

Sepanjang aksi, masa meneriakkan berbagai tuntutan, diantaranya meminta aparat kepolisian menangkap Steven serta memprosesnya secara hukum. Masa juga mengutuk tindakan Steven yang arogan yang dinilainya telah menghina pribumi.

 

EDITOR: Iwan S

Komentar

BACA JUGA

Menristekdikti: Boleh Eksplorasi Tetapi Jangan Rusak Lingkungan

SOLO, SERUJI.CO.ID - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Muhammad Nasir menyatakan kalangan industri boleh mengeksplorasi sumber daya alam tetapi jangan sampai merusak...

Menteri Rini Minta BUMN di Daerah Bersinergi

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno meminta seluruh perwakilan Badan Usaha Milik Negara di daerah dapat meningkatkan sinergi untuk memberikan...

32 Orang Palestina Cedera Dalam Bentrokan Dengan Tentara Israel

KOTA GAZA, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 32 orang Palestina cedera dalam bentrokan yang terjadi antara tentara Israel dan demonstran Palestina di Tepi Barat Sungai Jordan dan...

PDIP Jalin Komunikasi Parpol Pengusung Jokowi

DENPASAR, SERUJI.CO.ID - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan partainya akan mulai menjalin komunikasi politik, khususnya dengan partai politik yang sudah menyatakan dukungannya...

Menristekdikti: Universitas Asing Tidak Lemahkan PTS

SOLO, SERUJI.CO.ID - Perguruan tinggi asing yang akan berdiri di Indonesia tidak akan melemahkan perguruan tinggi swasta (PTS) karena keduanya memiliki segmen yang berbeda, kata...
loading...
Screenshot_20180224_173119

PKS Targetkan 5 Kursi di DPRD Pasaman Barat

SIMPANG EMPAT - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Pasaman Barat menargetkan ada kenaikan perolehan kursi DPRD dari 3 kursi pada Pileg 2014...
IMG_20180224_161218

Muslim M Yatim Maju Ke DPD RI

SIMPANG EMPAT - M Muslim Yatim mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI periode 2019–2024 setelah 3 periode duduk sebagai anggota DPRD Prov Sumatera Barat...
KH. Luthfi Bashori

Shalat Tasbih

Dari shahabat Abdullah bin Abbas RA, bahwa Rasulullah SAW mengajari Sayyidina Abbas bin Abdil Mutthalib RA : `Wahai Abbas, Wahai pamanda, maukah engkau aku...