Rekapitulasi KPU: Pasangan “Rindu” Menang Telak di Bandung, “Asyik” Unggul di Depok

BANDUNG, SERUJI.CO.ID – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut satu, Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu), menang telak dalam rekapitulasi hasil penghitungan suara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung.

Rindu mendapatkan 656.090 suara atau mendapatkan suara hampir separuh warga Kota Bandung yang menyalurkan hak pilihnya sebanyak 1.279.870 suara.

Urutan kedua ditempati pasangan Sudrajat-Ahmad Syaiku (Asyik) dengan 359.267 suara. Berikutnya Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (2DM) dengan 153.323 suara, dan Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) memperoleh 111.190 suara,

Rekapitulasi hasil penghitungan surat suara Pilgub Jabar tingkat kota ini berlangsung dalam rapat pleno terbuka yang dihadiri anggota KPU Kota Bandung, Panwaslu, tim sukses dan saksi di Hotel Papanyan, Kota Bandung, Kamis (5/7).

Suara sah dalam Pemilihan Gubernur Jabar di Kota Bandung sebanyak 1.279.870 suara dan suara tidak sah 28.465. Apabila dikalkulasi, jumlah suara sah dan tidak sah dalam di Kota Bandung untuk Pilgub Jabar ini 1.308.335 suara. Sementara jumlah DPT sebesar 1,6 juta.

Sementara itu, hasil Rapat Pleno KPU Kota Depok Jawa Barat untuk Pilkada Jabar pada Rabu (4/7), pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) unggul dengan 358.129 suara atau memperoleh 44,21 persen.

Pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) ditempat kedua dengan memperoleh 246.992 suara atau 30,49 persen. Berikutnya pasangan TB Hasanudin-Anton Charliyan memperoleh 69.751 suara atau 8,61 persen. Selanjutnya pasangan Dedi Mizwar-Dedi Mulyadi memperoleh 135.068 suara atau 16.67 persen.

Angka partisipasi pemilih pada Pilgub Jabar 2018 di Kota Depok mencapai 71,14 persen dari total jumlah pemilih 1.155.477 orang.

Sedangkan angka partisipasi pemilih tersebut meningkat 19,7 persen dibandingkan dengan Pilgub Jabar 2013. Jika dibandingkan pada Pilkada Kota Depok 2015 meningkat 14,6 persen. (ARif R/Hrn)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

Refleksi Akhir Tahun Pendidikan

Persekolahan tidak pernah dirancang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close