Rebut Dukungan Warga Jabar, Pasangan Hasanah Gunakan Strategi Door to Door

0
37
Pasangan Tb Hasanuddin-Anton Charliyan berdiri di samping pasangan Ridwan Kamil-Uu (foto: istimewa)

BANDUNG, SERUJI.CO.ID – Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut dua Tb Hasanuddin atau Kang Hasan mengatakan dirinya dan pasangannya calon Wakil Gubernur Anton Charliyan (Pasangan Hasanah) menggunakan strategi “door to door” untuk meraih kemenangan di Pilkada Jawa Barat 2018.

“Saya melihat, selama Ramadhan ini tiga pasangan calon gubernur lainnya jarang turun ke lapangan. Inilah yang akan dimanfaatkan untuk merebut dukungan warga. Sehingga kita lakukan strategi ‘door to door’,” kata Kang Hasan di Kota Bandung, Ahad (3/6).

Selain itu, ia dan partai pengusung PDI Perjuangan, juga sudah siap mengerahkan saksi serta relawan juga akan dikerahkan untuk pemenangan di Pilkada Jawa Barat.

Loading...

Menurut dia, saat ini sudah ada sekitar 4.500 relawan yang siap memenangkan Pasangan Hasanah dan tugas utama tiap relawan adalah merekrut seratus orang.

“Sehingga total bakal ada 450 ribu orang yang ‘door to door’ sampai hari pemilihan,” kata Kang Hasan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan strategi “door to door” dilakukan dengan cara datang langsung ke rumah-rumah warga kemudian menunjukan pasangan calon, TB Hasanuddin dengan Anton Charliyan lewat foto dalam selebaran.

“Jadi cara lain kalau tidak cukup kertasnya bisa pakai handphone untuk menunjukkan Calon Pilgub,” kata Hasto.

Siapkan saksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP juga menyiapkan 74.944 saksi untuk pemenangan pasangan Tb Hasanuddin dan Anton Charliyan (Hasanah) dalam pilgub Jawa Barat 2018.

“Nantinya itu saksi-saksi tersebut disiapkan di setiap TPS, dibantu koordinator saksi di tingkat desa atau kelurahan dan kecamatan,” kata Ketua Tim Pemenangan Hasanah Abdy Yuhana di Bandung.

Menurut dia, jumlah kecamatan di Jawa Barat mencapai 627, sedangkan desa/kelurahannya sebanyak 5.975. Walaupun saat ini alur penghitungan suara tidak ada rekapitulasi di Panitia Penghitungan Suara, ucap Abdy, pihaknya tetap menempatkan saksi untuk mengamankan suara dan deteksi dini bila ada kecurangan.

“Tentunya kami tak ingin kehilangan suara,” katanya. (Ant/Su02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama