Program Ekonomi Anies-Sandi Selaras Pemikiran Gotong Royong Bung Hatta

JAKARTA – Calon gubernur DKI nomor urut 3, Anies Baswedan mengawali kampanye putaran kedua hari ini dengan berziarah ke TPU Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Anies berziarah ditemani putri sulung proklamator Indonesia Mohammad Hatta, Meutia Farida Hatta.

Selain itu, Anies juga berziarah ke makam kakeknya, AR Baswedan, kemudian ke makam gubernur DKI terdahulu, yakni Ali Sadikin.

Anies mengatakan ziarah bukan sekadar menengok dan mengingat jasa pahlawan, melainkan sebagai tanggung jawab bersama untuk meneruskan perjuangan dan mengisi kemerdekaan bangsa.

“Kita teruskan ikhtiar mereka untuk mewujudkan cita-cita bangsa,” ujar Anies di lokasi.

Usai berziarah ke makam Bung Hatta, sang putri Meutia Hatta memberikan sebuah buku ke Anies Baswedan. Buku itu merupakan pokok pemikiran Bung Hatta pada tahun 30-an tentang bangsa. Meutia juga memberikan 3 buah booklet tulisan Meutia bersama suaminya.

Bung Hatta, kata Anies, merupakan sosok yang sering membicarakan dan menyiapkan konsep keadilan bagi perekonomian Indonesia. “Saya terhormat sekali menerima buku pokok-pokok pemikiran Bung Hatta, insya Allah jadi salah satu pegangan kita,” ujar Anies.

Sebagai putra perintis kemerdekaan, Anies berkata adalah tanggung jawab moral bagi dirinya untuk memajukan bangsa.

“Keluarga besar perintis kemerdekaan ini punya tanggung jawab moral untuk meneruskan dan memastikan konsisten ke depan. Mohon doanya karena ini bukan sesuatu yang mudah,” imbuh mantan Mendikbud ini.

Anies menjelaskan bahwa seluruh program unggulan Anies-Sandi sudah sesuai dengan pokok pikiran Bung Hatta.

Anies menegaskan kembali komitmennya untuk menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh warga Jakarta, melalui pendekatan gerakan untuk membangun Jakarta. Yang menurutnya, pendekatan gerakan itu sudah terlebih dahulu dicetuskan Bung Hatta.

“Pendekatan gerakan yang nanti kita usung di dalamnya ada unsur gotong royong yang pondasi pertama diletakkan oleh bung Hatta,” terang Anies.

“Jadi salah satu yang ingin kita bangun di Jakarta adalah mengembalikan keadilan. Kami sering katakan mengembalikan keadilan dan aspek yang paling terasa oleh warga adalah keadilan ekonomi,” ujar Anies.

“Siapa yang paling sering membicarakan dan menyiapkan konsep untuk keadilan dalam aspek perekonomian? Bung Hatta. Bung Hatta ini sudah mengatakannya lama sekali,” ujarnya.

Anies mengatakan bahwa program ekonomi kerakyatan Anies-Sandi terinspirasi dari aspek pemikiran Bung Hatta. Anies melihat ketimpangan yang selama ini hadir di Jakarta karena sistem ekonomi yang berpihak kepada sebagian bukan kebanyakan warga Jakarta. Oleh karena itu, untuk mengembalikan keadilan ekonomi dan kebahagiaan warga Jakarta, pasangan Anies-Sandi punya program OK OCE. Dengan program OK OCE, Anies berharap kesejahteraan warga Jakarta dapat diimplementasikan dengan nyata, dan Jakarta harus dinikmati oleh seluruh kalangan.

“Kita ingin yang sudah sejahtera makin sejahtera tapi yang hari ini belum sejahtera, kita sejahterakan. Oleh karena itu, prinsip kita adalah Jakarta yang maju bersama dan kita ingin warganya bahagia,” tutur Anies.

Anies juga berbicara soal slogannya, yakni ‘Maju Kotanya, Bahagia Warganya’. Menurutnya, Bung Hatta 30 tahun yang lalu telah mendefinisikan tentang rakyat bahagia. Anies ingin melanjutkan perjuangan Bung Hatta.

“Siapa salah satu orang pertama yang paling sering menulis bahagia? Bung Hatta. Coba perhatikan tulisan Bung Hatta yang ingin membuat rakyatnya bahagia. Insya Allah kita ingin meneruskan perjuangan Bung Hatta,” puji Anies.

Selain program ekonomi, Anies juga mengaku terinsipirasi prinsip Bung Hatta terkait pendidikan. Baginya Bung Hatta merupakan Man of Integrity yang sangat fokus pada pendidikan bangsa, terlebih sang proklamator itu pernah mengatakan bahwa setiap pemimpin adalah pendidik dan seorang pendidik adalah pemimpin.

“Pendidikan adalah kunci, Bung Hatta serius membicarakan pendidikan, dimana pendidikan rakyat adalah kuncinya,” ungkap Anies.

Maka dari itu, program Anies-Sandi untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas tuntas dan gratis di Jakarta juga sesuai dengan cita-cita Bapak Koperasi Indonesia itu. Agar membawa perubahan dan kebahagiaan bagi warga Jakarta.

EDITOR: Iwan Y

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Benang Kusut Reformasi Agraria

Bila penyelesaian konflik pertanahan dilakukan hanya mendasar kepada tujuan peningkatan elektabilitas, maka hal itu bukanlah penyelesaian yang konfrehensif sesuai amanat Reformasi Agraria yang dicita-citakan.

Skyline Message

Lompatan Kinerja Helmy Yahya

Yang harus dikelola Helmy bukan hanya peralatan yang jadul, namun juga anggaran yang sangat minim. Dengan jumlah karyawan terbatas, TVRI masih harus mengelola pemancar yang berlokasi di seluruh Nusantara, bahkan di pelosok negeri yang tidak marketable seperti di Pulau Miangas atau Rote.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.