Presiden PKS Minta KPU DKI Perbaiki Penyimpangan Putaran I Pilkada DKI

0
114
Presiden Partai Keadilan Sejahtera H. Moh. Sohibul Iman, Ph.D

JAKARTA – Dalam menyikapi putaran kedua Pilkada DKI 2017, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mempunyai sejumlah catatan di Pilkada DKI 2017 putaran pertama. Oleh karenanya, diharapkan ada perbaikan di putaran kedua.

Presiden PKS Moh. Sohibul Iman menyampaikan harapannya agar sejumlah penyimpangan yang terjadi pada putaran pertama Pilkada DKI 2017 dapat diperbaiki dengan baik oleh KPU DKI. Menurutnya, masih ada kesemrawutan Daftar Pemilih Tetap (DPT), dan penerbitan surat keterangan yang belum sesuai aturan. Sehingga banyaknya penyimpangan ini penting untuk dijadikan pelajaran.

“PKS mendesak agar pemerintah, KPUD DKI, Bawaslu DKI, serius melakukan perbaikan atas berbagai penyimpangan yang terjadi pada pilkada putaran pertama. Bertindak jujur, adil, terbuka, bertanggungjawab, dan profesional dalam pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta putaran kedua,” kata Sohibul Iman, dalam rilis di Jakarta, Senin (6/3).

“Ini ada yang sifatnya di hulu dan juga ada sifatnya di hilir. Yang di hulu adalah adanya relatif. Adanya kesemrawutan penetapan DPT. Kemudian penerbitan Suket (surat keterangan) ini. Sampai hari ini beberapa hal misteri bagi kami jumlah yang dikeluarkan dengan yang real ikut di dalam pilkada,” ujar Sohibul Iman.

Dia juga menyampaikan bahwa masih saja ada temuan masalah di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Petugas di TPS banyak memberikan kelonggaran pemilih dan kurang cermat masalah identitas pemilih.

Sebelumnya, KPU DKI serius menyempurnakan DPT sehingga hak konstitusional warga Jakarta dapat difasilitasi, atau agar hak memilih warga Jakarta tidak hilang pada pencoblosan putaran kedua Pilkada DKI Jakarta pada 19 April 2017.

“Persoalan DPT jadi prioritas KPU untuk ditingkatkan. Ada beberapa tahapan yang akan dilakukan. Pertama adalah penyusunan daftar pemilih sementara (DPS). Ini berasal dari DPT putaran pertama, ditambah daftar pemilih tambahan (DPTb) yang tidak tercantum di DPT tapi hadir ke TPS,” kata Sumarno di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (4/3).

Sumarno menyadari pemutakhiran DPT masih ada persoalan di putaran pertama Pilkada Jakarta karena masih ada warga Jakarta belum masuk dalam DPT padahal telah memenuhi persyaratan untuk memilih.

Sumarno juga meminta dukungan kedua pasangan calon dan tim pemenangan untuk menyampaikan kepada pendukungnya yang belum terdaftar untuk bisa didata petugas KPU Jakarta. Namun demikian, KPU DKI juga akan melakukan pengecekan pada daftar nama yang diserahkan itu untuk menghindari kesalahan.

EDITOR: Iwan Y

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Kemendagri Dukung Ketegasan Kapolri Menjaga Netralitas Polri di Maluku

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kementerian Dalam Negeri menyatakan mendukung ketegasan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dalam menjaga netralitas Pilkada di Maluku. "Tentu kami 'respect' dan mendukung atas...

Bantah Karena Ketidaknetralan, Polri Enggan Jelaskan Alasan Mutasi Wakapolda Maluku

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto membantah mutasi jabatan Brigjen Pol Hasanuddin sebagai Wakapolda Maluku akibat ketidaknetralan Hasanuddin dalam mengawal pelaksanaan Pemilihan...

Hari Pertama Masuk Kerja, Wali Kota Langsa Pimpin Apel Bersama

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID  - Hari pertama masuk kerja setelah libur Idul Fitri, Wali Kota Langsa Tgk. Usman Abdullah memimpin apel bersama dalam rangka halal...

Hari Pertama Masuk Kerja, 100 PNS Malah Bolos

MAKASSAR, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 100 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar pada hari pertama masuk kerja setelah libur lebaran 2018 dinyatakan absen. "Dari...

Akhirnya Basarnas Temukan Pendaki Gunung Gamalama yang Hilang

TERNATE, SERUJI.CO.ID - Tim Basarnas Ternate, Maluku Utara (Malut), bersama warga Moya akhirnya berhasil menemukan seorang mahasiswi STIKIP Ternate bernama Rahmi Kadis (21 tahun) dinyatakan...