Politik Lakukan Segala Cara, Sampai Gagas Bertemunya Mega – SBY

JAKARTA – Masyarakat tahu, hampir 15 tahun ada perseteruan SBY-Mega. Bahkan selama 10 tahun SBY menjadi presiden, Mega “anti’ ke  Istana Merdeka. Dan begitu Jokowi masuk Istana, Mega berulang-ulang ke Istana menghadiri ragam acara. Itulah politik, itulah keadaan para pemimpinan bangsa ini.

Namun situasi itu bisa saja berubah pada pekan-pekan ke depan. Setidak-tidaknya, demi menggandeng Demokrat untuk memenangkan Ahok-Djarot dalam Pilkada Putaran Kedua, “menggagas” bertemunya Megawati dengan  Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), bukan lagi “sebuah tindakan kesalahan” atau pemikiran salah bagi kader PDI-P. Pemikiran “haram” itu menjadi “halal”.

Bahkan, PDIP menyebut pertemuan Megawati Soekarnoputri bertemu dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bisa saja terjadi. Apalagi partainya tengah mencari dukungan bagi Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok-Djarot agar menang Pilkada DKI di putaran kedua.

Ketua DPP PDIP Trimedya Panjaitan mengatakan, untuk mencairkan situasi politik yang ada sekarang, bukan tidak mungkin masing-masing ketua umum partai berdiskusi.

“Pertemuan Mega dan SBY (untukAhok-Djarot) bukan mustahil,” kata Trimedya di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (18/2/2017).

Sementara, kata Trimedia, untuk mendinginkan situasi politik pascapilkada, bisa saja Presiden Joko Widodo bertemu dengan SBY untuk berdiskusi.

“Supaya situasinya mencair,” ujar dia.

Sementara saat ini, kata Trimedya, saat ini partainya memprioritaskan konsolidasi antara empat partai pengusung Ahok-Djarot. Tujuannya, untuk persiapan menghadapi putaran kedua Pilkada DKI.

“Kami untuk minggu pertama ini selain lobi tingkat atas, kita konsolidasi empat partai ini dulu,” tandas Trimedya.

EDITOR: Yus Arza

1 KOMENTAR

  1. Wahahahaha….

    Kalo pak SBY sampe percaya sama sinenek lampir ya berarti memang sudah terbalik dunia ini ato memang sihirnya nenek lampir memang jossss….

    Walaupun saya tidak mengenal pak SBY secara pribadi tapi inshaa Allah beliau tidak akan tertipu nenek lampir lha wong anak kecil aja tahu betapa liciknya sinenek kok.

    Kayaknya serial sinetron “Mak Lampir” perlu diputar ulang nih biar rakyat Indonesia yang bukan PeDeIhPeh tahu siapa, apa dan bagaimana itu nenek lampir

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Inilah Tanda Bayi Terkena Penyakit Demam Berdarah

Kenali Demam Berdarah, waspada terhadap anak anda