Polisi Awasi “Operasi Fajar”, Bawaslu DKI Apresiasi

65
Tiga pasangan yang melaju di Pilkada DKI 2017. (Foto: Jurnas.com)

JAKARTA – Polda Metro Jaya mencium adanya indikasi money politics atau politik uang menjelang pencoblosan Pilkada DKI. Untuk mengantisipasi hal itu, polisi membentuk tim untuk melakukan operasi tangkap tangan (OTT) politik uang tersebut. Gerakan yang dikenal “Operasi Fajar” tersebut diduga juga masuk ke Jakarta.

“Money politics, kami mendengar ada informasi. Sebab itu, kami membentuk tim operasi tangkap tangan money politics, dan undang-undang mengatur demikian,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan kepada wartawan di Kodam Jaya, Jl Mayjen Sutoyo, Cililitan, Jakarta Timur, Senin (13/2/).

Menanggapi itu, Bawaslu DKI menyambut dan memberi apresiasi. “Oh, bagus kalau gitu (membentuk tim OTT money politics),” ujar Koordinator Divisi Hukum Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu DKI Jakarta Muhammad Jufri kepada detikcom, Senin (13/2/2017) malam.

Menurut Jufri, langkah kepolisian membentuk tim OTT politik uang itu tak akan mengganggu kinerja Bawaslu DKI dalam mencegah praktik curang yang tidak terpuji itu. Malah kata Jufri, Bawaslu akan sangat terbantu. Seperti diketahui, Bawaslu bersama sejumlah pihak, termasuk kepolisian membentuk tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) dalam mengawal proses Pilgub DKI.

EDITOR : Yus Arza

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama