PKS Resmi Capreskan Prabowo, dan Serahkan Cawapres pada Kesepakatan Koalisi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Partai Keadilan Sejahtera (PKS), akhirnya secara resmi mengusung Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto sebagai calon Presiden (capres) untuk menghadapi Pilpres 2019 mendatang.

“PKS telah memutuskan untuk memberi dukungan kepada capres Bapak Prabowo Subianto dan cawapres yang akan disepakati bersama mitra koalisi yang akan kita akan umumkan seara bersama,” ujar Sekjen PKS Mustafa Kamal dalam konferensi pers di kantor DPP PKS, Jakarta, Kamis (9/8) malam.

Dijelaskan oleh Mustafa bahwa hingga detik terakhir PKS masih memperjuangkan cawapres dari hasil Ijtimak Ulama. Namun keterbatasan waktu, untuk segera memutuskan akhirnya semua dikembalikan pada kesepakatan partai koalisi.

“Kita terus mengkomunikasikan dengan para ulama yang tergabung di GNPF Ulama, berkonsultasi dengan para ulama, habaib dan tokoh nasional lainnya. Sebagai parpol kami sudah maksimal memperjuangkan hasil ijtimak ulama karena keterbatasan waktu, maka kami harus segera mengambil keputusan,” jelasnya.

Baca juga: Resmi, Bukan Mahfud MD, Jokowi: Saya Memilih KH Ma’ruf Amin

Dengan keputusan resmi PKS ini, maka sudah dapat dipastikan Prabowo akan kembali bertemu dengan Jokowi dalam Pilpres 2019.

Sebelumnya, dikabarkan duet Prabowo-Sandiaga Uno sudah disepakati oleh seluruh mitra koalisi parpol pengusung Prabowo. Dan rencananya malam ini akan diumumkan di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara. (ARif R/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pengabdian Tragis Dahlan Iskan!

Dua kali hari Kartini saya mendapatkan kado sedih. Pertama saat Ibu saya tercinta meninggal dunia dalam usia 52 tahun, 21 April 1994.

Orang-Orang Merdeka

Sejak media menjadi industri, informasi dan berita harus tunduk pada kepentingan pemilik modal, dan erubahlan wartawan hanya sebagai alat produksi semata

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER

KUNTUM KHAIRA UMMATIN

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.