PKB Kalau “Amankan Diri”, Pilih Ahok di Pilkada DKI Putaran Kedua

JAKARTA – Bimbang, ragu, adalah keadaan yang sedang dihadapi oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Terutama terkait dengan posisinya memasuki putaran kedua Pilkada DKI. Akankah mendukung Ahok-Djarot atau Anies-Sandi. Itulah yang kemudian membuat PKB tidak cepat-cepat memutuskan.

Pilihannya tentu karena dua sebab. Faktor kekuasaan, dan faktor umat.

“Kalau memilih suara umat pasti sejak kemarin-kemarin sudah pasti memutuskan mendukung Anies-Sandi. Namun faktor kekuasaan, kedudukan Menteri, kedudukan Ketum PKB, menjadikan mereka masih condong mendukung Ahok-Djarot,” tutur seorang pengurus PKB DKI yang enggan disebut namanya.

Ia menyebut, posisi pengurus DKI tidak punya kekuatan berarti.

Sumber SERUJI ini menyebut, Pilkada DKI ini sudah level dan loby nasional. Kalau nada-nadanya mereka akan mengorbankan suara bawah dan memilih pengamanan politik. Lihat pengurus DPP sudah melakukan pendekatan dengan Ahok atau Djarot. Meski saya dan warga PKB DKI berdoa semoga mereka memilih Anies-Sandi,” tegasnya.

Maman Imanulhaq Wasekjen PKB ditempat terpisah menyebut, PKB akan memutuskan pilihan dukungannya dalam waktu dekat.

“Minggu kita putuskan. Komunikasi sedang kami lakukan dengan kedua kandidat. Baik Ahok-Djarot maupun Anies-Sadi. Jadi belum ada keputusan,” tegasnya.

EDITOR: Yus Arza/Harun S

9 KOMENTAR

  1. Camkan apa yang disampaikan SAKSI AHLI sidang ahok untuk para pembela ahok yang muslim (menurutku termasuk semua yang mendukung):

    “Takutlah kalian sulitnya menghadapi sakaratul maut, siksa azab kubur dan siksa sidang akhirat atas segala apa yang kalian lakukan selama ini,”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Jokowi, Propaganda Rusia dan Rand Corporation

Penggunaan istilah Propaganda Rusia ini menjadi masalah besar sebab dalam kapasitas apa Jokowi menyatakan hal tersebut? Apakah sebagai Presiden Republik Indonesia atau sebatas calon presiden (Capres)?

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close