Peta Pilkada DKI: Anies Unggul di Selatan, Ahok di Barat dan Utara

JAKARTA – KPU Provinsi DKI Jakarta telah merampungkan proses pemindaian dan input data pada Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Pilkada DKI Jakarta 2017. Data dari 13.023 TPS kini telah masuk 100 persen.

Ahok unggul di Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Pusat dan Kepulauan Seribu. Sedangkan Anies menang di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Sementara Agus tertinggal di seluruh kabupaten/kota.

“Saat ini jumlah yang menggunakan hak pilih 77 persen, Target nasional 77,5 persen hampir tercapai,” kata Sumarno di Gedung Bidakara Jakarta Selatan, Jumat malam, 17 Februari 2017.

Menurut Sumarno, dari lima kota dan satu Kabupaten di Provinsi DKI Jakarta, wilayah yang paling tinggi tingkat partisipasinya dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 yaitu Kepulauan Seribu. Dengan tingkat partisipasi mencapai 81 persen atau sekitar 14.417 pengguna hak pilih.

Untuk tertinggi kedua tingkat partisipasi yakni Jakarta Timur dengan tingkat partisipasi sebanyak 79 persen atau 1.616.823. Tertinggi ketiga yaitu kota administrasi Jakarta Utara dengan tingkat partisipasi sebanyak 78 persen, atau setara 897.192 pemilih.

“Urutan keempat Jakarta pusat 77 persen, dengan pengguna hak pilih sebanyak 578.841, urutan kelima Jakarta Selatan, dengan tingkat partisipasi 76 persen, atau setara 1.214.999 pengguna hak pilih, dan terakhir Jakarta Barat dengan tingkat partisipasi sebanyak 75 persen atau setara 1.271.183,” ujar Sumarno

Pilkada DKI Jakarta 2017 ini, lanjut Sumarno, lebih baik dari pada 2012 lalu. “Dilihat dari jumlah pemilihnya, pada Pilkada 2017 ini tingkat partisipasi warga cukup tinggi, dari pada pilkada sebelumnya yakni pada 2012 lalu,” ujarnya.

EDITOR: Yus Arza

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Diserbu Penumpang, Tarif Kapal Pelni Kendari-Jakarta Hanya Rp529 Ribu

Kebetulan harga tiket kapal laut milik Pelni masih relatif murah. Untuk penumpang dewasa dari Kendari hingga Tanjung Priuk, Jakarta Utara hanya dibanderol Rp529 ribu, termasuk tiket kapal super ekspres Jetliner Kendari-Baubau hanya Rp100 ribu perpenumpang.