Pernyataan Sikap KNSR Aceh terhadap Pembantaian Muslim Rohingya

ACEH – Komite Nasional Solidaritas untuk Rakyat Rohingya (KNSR) Aceh mengutuk tindakan biadab yang dilakukan rezim militer Myanmar terhadap rakyat muslim Rohingya.

“Kami atas nama rakyat Aceh mengutuk rezim militer Myanmar terhadap pembantaian warga Rohingya,” kata Ketua KNSR Aceh Tgk. Mustafa MY dalam rilis yang diterima SERUJI pada Rabu (6/9).

Selain itu, KNSR Aceh juga menghimbau seluruh masyarakat Aceh untuk peduli terhadap nasib Rohingya dengan cara membaca qunut nazillah dan mendoakan rakyat Rohingya dalam setiap shalatnya.

Lebih lengkap tentang pernyataan sikap KNSR Aceh terhadap kekejaman militer Myanmar, sebagai berikut:

  1. Kami atas nama rakyat Aceh mengutuk rezim militer Myanmar terhadap pembantaian warga Rohingya.
  2. Mengajak dan menghimbau seluruh masyarakat Aceh untuk melakukan qunut nazilah dan berdoa untuk rakyat Rohingya setiap shalat 5 waktu.
  3. Menghimbau setiap khatib Jumat dan para da’i agar membahas dan menyampaikan tema ceramah dan khutbah tentang Rohingya.
  4. Mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk membantu dalam bentuk materi kepada warga Rohingya.
  5. Mengajak seluruh masyarakat Aceh khususnya pemerintah Aceh agar pesan ini disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia untuk mengajak negara-negara kawasan ASEAN agar menekan pemerintah Myanmar tidak lagi membantai warga Rohingya dan menyelesaikan konflik di negaranya.
  6. Meminta kepada Pemerintah Aceh agar menyediakan satu pulau sementara untuk pengungsi Rohingya.
  7. Dari Aceh kita bangun peradaban untuk Rohingya.

(Arief/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengapa Riset di Indonesia ‘Mandul’? Belajar dari Thomas Edison-GE

Mengapa riset di perguruan tinggi kita mandul? Mengapa hanya menghasilkan dokumen  di rak-rak perpustakaan atau link internet yang hanya dibaca secara terpaksa oleh para mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi? Simak jawabannya di sini

Dahnil Anzar: Gerindra Juga Siap Jadi Mitra Koalisi Presiden Jokowi

“Jadi, sampai detik ini Pak Jokowi dan pihak Pak Jokowi belum bilang mau memberikan sekian banyak menteri ke Pak Prabowo dan Gerindra, itu belum ada,” tukas Dahnil.

Nilai Negara Darurat Radikalisme, NU Minta Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Terorisme

KH Said menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah dengan radikalisme dan terorisme yang terjadi di Tanah Air sekarang ini.

Wanita Penyebar Video “Penggal Kepala Jokowi” Akan Divonis Siang Ini

Ina didakwa menyebarkan video yang kemudian viral berisi konten seorang pria berinisial HS mengancam akan memenggal kepala Presiden Jokowi.

Tidak Hanya Bukan Penentu Ketum IKA ITS Terpilih, Hasil OMOV Juga Berpeluang Dianulir Senat

Namun, menurut Cak Tatok, nama-nama calon Ketum yang terpilih di OMOV masih berpeluang dianulir oleh Senat IKA ITS karena pertimbangan PDLT (Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak Tercela).

Inilah Bakal Calon Ketum IKA ITS Yang Akan Dipilih dengan Sistem OMOV

Namun, ada yang berbeda pada OMOV IKA ITS yang akan melibatkan seluruh alumni ini, dimana hasil OMOV bukanlah sebagai penentu Ketum terpilih, tapi hanya sebagai proses penjaringan calon Ketum yang kemudian akan dipilih di Kongres.

Video Detik-Detik Wiranto Diserang dan Ditusuk Orang Tak Dikenal

Mantan Panglima TNI tersebut, mengalami dua luka tusuk di bagian perutnya, dan langsung mendapat perawatan di RSUD Berkah Pandeglang untuk kemudian dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tidak Hanya Bukan Penentu Ketum IKA ITS Terpilih, Hasil OMOV Juga Berpeluang Dianulir Senat

Namun, menurut Cak Tatok, nama-nama calon Ketum yang terpilih di OMOV masih berpeluang dianulir oleh Senat IKA ITS karena pertimbangan PDLT (Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak Tercela).

Inilah Bakal Calon Ketum IKA ITS Yang Akan Dipilih dengan Sistem OMOV

Namun, ada yang berbeda pada OMOV IKA ITS yang akan melibatkan seluruh alumni ini, dimana hasil OMOV bukanlah sebagai penentu Ketum terpilih, tapi hanya sebagai proses penjaringan calon Ketum yang kemudian akan dipilih di Kongres.