Pengamat: MKD Dapat Berhentikan Setya Novanto

0
54
Setya Novanto diperiksa KPK 2
Setya Novanto Diperiksa KPK sebagai Tersangka. (Foto: Istimewa)

KUPANG, SERUJI.CO.ID – Pengamat hukum tata negara Universitas Nusa Cendana (Undana) Dr Johanes Tube Helan mengatakan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dapat menggelar rapat untuk memberhentikan Setya Novanto sebagai Ketua DPR.

“Rapat pemberhentian dapat digelar dengan pertimbangan bahwa Setya Novanto sudah ditahan oleh KPK, sehingga tidak bisa lagi melaksanakan tugas dan wewenang sebagai Ketua DPR,” kata Johanes Tuba Helan di Kupang, Rabu (22/11).

Dia mengemukakan hal itu berkaitan desakan agar segera dilakukan pergantian terhadap Ketua DPR Setya Novanto dan aturan yang bisa digunakan sebagai payung hukum.

“MKD dapat segera menggelar rapat untuk memberhentikan Ketua DPR karena sudah ditahan, sehingga tidak dapat melaksanakan tugas dan wewenang, dan mengganggu kinerja dewan,” kata Johanes Tuba Helan.

Mengenai payung hukum, dia mengatakan MKD dapat menggunakan pasal 87 ayat (2) UU MD3 sebagai landasan hukum untuk memberhentikan Ketua DPR Setya Novanto.

“Dalam ayat (2) UU MD3 disebutkan bahwa Ketua DPR dapat diberhentikan karena tidak dapat melaksanakan tugas secara berkelanjutan,” kata mantan Kepala Ombudsman Perwakilan NTB-NTT itu.

Pandangan sedikit berbeda disampaikan Pengamat politik Universitas Muhammadiyah Kupang Dr Ahmad Atang yang mengatakan, pergantian Ketua DPR dapat dilakukan secara mulus jika Setya Novanto mengundurkan diri.

“Saya kira proses pergantian itu bisa berjalan baik kalau Setya Novanto mengundurkan diri, dan Partai Golkar dapat mengusulkan penggantinya,” katanya.

Tanpa ada surat pengunduran diri, proses pergantian tidak bisa berjalan secara cepat karena ada UU MD3 yang mengatur tentang pemberhentian pimpinan DPR.

Berdasarkan pasal 87 ayat 1 UU MD3, pimpinan DPR berhenti dari jabatannya karena tiga hal yakni meninggal dunia, mengundurkan diri, atau diberhentikan.

“Kita tidak bisa menggunakan pasal 87 ayat 2 UU MD3 sebagai rujukan karena Setya Novanto baru ditahan oleh KPK. Jadi memang ada kehati-hatian,” katanya.

Hanya saja, semuanya akan sangat bergantung pada pimpinan DPR saat ini, serta Partai Golkar, kata Ahmad Atang. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Jepang dan Taiwan Menang Telak di Piala Uber

BANGKOK, SERUJI.CO.ID - Tim favorit Jepang dan Taiwan masing-masing belum menemui kesulitan dan mencatat kemenangan telak pada babak penyisihan grup turnamen bulu tangkis beregu...

Gara-Gara Ayam, Keponakan Tega Bunuh Pamannya Sendiri

GARUT, SERUJI.CO.ID - Polisi menangkap seorang tersangka yang membunuh pamannya sendiri di Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Ahad (20/5) siang, yang dipicu masalah menanyakan...

Jangan Takut Gemuk Makan Setelah Sholat Tarawih

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Masyarakat tidak perlu takut gemuk lantaran makan di waktu malam setelah sholat tarawih karena asupan tersebut untuk mengganti energi yang terbuang...

Anwar Ibrahim Sebut Habibie Tokoh Reformasi Pemberani

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum Partai Keadilan Rakyat Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan mantan Presiden Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie merupakan tokoh reformasi pemberani yang...

Hutan Taman Nasional Baluran Terbakar

SITUBONDO, SERUJI.CO.ID - Hutan Kawasan Taman Nasional Baluran Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Ahad (20/5) malam terbakar, dugaan sementara ada pihak yang sengaja membakar. "Sampai saat ini...