Pengamat: MKD Dapat Berhentikan Setya Novanto

KUPANG, SERUJI.CO.ID – Pengamat hukum tata negara Universitas Nusa Cendana (Undana) Dr Johanes Tube Helan mengatakan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dapat menggelar rapat untuk memberhentikan Setya Novanto sebagai Ketua DPR.

“Rapat pemberhentian dapat digelar dengan pertimbangan bahwa Setya Novanto sudah ditahan oleh KPK, sehingga tidak bisa lagi melaksanakan tugas dan wewenang sebagai Ketua DPR,” kata Johanes Tuba Helan di Kupang, Rabu (22/11).

Dia mengemukakan hal itu berkaitan desakan agar segera dilakukan pergantian terhadap Ketua DPR Setya Novanto dan aturan yang bisa digunakan sebagai payung hukum.

“MKD dapat segera menggelar rapat untuk memberhentikan Ketua DPR karena sudah ditahan, sehingga tidak dapat melaksanakan tugas dan wewenang, dan mengganggu kinerja dewan,” kata Johanes Tuba Helan.

Mengenai payung hukum, dia mengatakan MKD dapat menggunakan pasal 87 ayat (2) UU MD3 sebagai landasan hukum untuk memberhentikan Ketua DPR Setya Novanto.

“Dalam ayat (2) UU MD3 disebutkan bahwa Ketua DPR dapat diberhentikan karena tidak dapat melaksanakan tugas secara berkelanjutan,” kata mantan Kepala Ombudsman Perwakilan NTB-NTT itu.

Pandangan sedikit berbeda disampaikan Pengamat politik Universitas Muhammadiyah Kupang Dr Ahmad Atang yang mengatakan, pergantian Ketua DPR dapat dilakukan secara mulus jika Setya Novanto mengundurkan diri.

“Saya kira proses pergantian itu bisa berjalan baik kalau Setya Novanto mengundurkan diri, dan Partai Golkar dapat mengusulkan penggantinya,” katanya.

Tanpa ada surat pengunduran diri, proses pergantian tidak bisa berjalan secara cepat karena ada UU MD3 yang mengatur tentang pemberhentian pimpinan DPR.

Berdasarkan pasal 87 ayat 1 UU MD3, pimpinan DPR berhenti dari jabatannya karena tiga hal yakni meninggal dunia, mengundurkan diri, atau diberhentikan.

“Kita tidak bisa menggunakan pasal 87 ayat 2 UU MD3 sebagai rujukan karena Setya Novanto baru ditahan oleh KPK. Jadi memang ada kehati-hatian,” katanya.

Hanya saja, semuanya akan sangat bergantung pada pimpinan DPR saat ini, serta Partai Golkar, kata Ahmad Atang. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Penggratisan Suramadu: Memperdalam Kekeliruan Kebijakan Pemerintah

"Kebijakan ini dibangun di atas paradigma benua, bertentangan dengan paradigma kepulauan. Dalam paradigma benua, kapal bukan infrastruktur, tapi jalan dan jembatan. Kapal disamakan dengan truk dan bis," Prof Danie Rosyid.

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

Bukan Hoaks, Paket Internet 10GB Hanya Rp10 dari Telkomsel Untuk Pelajar

PT Telkomsel kembali meluncurkan paket data internet sangat murah untuk pelajar Indonesia yang sedang memjalani proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Paket internet yang diberi nama Kuota Belajar 10GB, bisa didapatkan hanya seharga Rp10 (sepuluh rupiah).

TERPOPULER