Pengacara Curigai Proses Penangkapan Kembali Ustadz Alfian Tanjung

SURABAYA – Kepolisian Polda Jawa Timur kembali menjemput Alfian Tanjung dari Rutan I Surabaya, Medaeng, di Sidoarjo. Padahal sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya mengabulkan eksepsi sehingga Alfian Tanjung divonis bebas dalam kasus ujaran kebencian (hate speech).

Meski begitu, Kuasa Hukum Alfian Tanjung merasa curiga, karena usai putusan yang ditetapkan Pengadilan Negeri Surabaya proses administrasi (bebas) sempat molor. Hal itu terbukti, setelah dilakukan penjemputan di Rutan Medaeng, Alfian Tanjung langsung digelandang Ke Mapolda Jatim untuk dilakukan pemeriksaan.

“Dari awal kami sudah curiga. Usai putusan itu kami mengurus administrasi pembebasan (klien). Tapi molor sampai malam,” ujar Abdullah Alkatiri, Rabu (6/9) malam.

Dia menjelaskan, pihaknya mulai mengurus segala proses pembebasan kliennya sejak pukul 13.00 WIB usai mendapat tanggapan majelis Hakim Pengadilan Surabaya terkait eksepsi kliennya.

“Putusannya harus bebas. Tapi saat kami jemput disini, kok barengan ada polisi banyak. Kami khawatir ini ada sesuatu. Ternyata benar. Begitu keluar langsung dijemput lagi,” katanya dengan nada heran.

Sempat terjadi perdebatan antara pengacara dengan anggota kepolisian. Namun, alasan pihak kepolisan, lanjutnya, penjemputan itu dilakukan oleh Polda Jatim atas perintah Polda Metro Jaya. Pihaknya membenarkan, jika sebelumnya kliennya juga dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Namun dalam proses yang berlangsung hari ini terjadi kejanggalan.

“Memang beliau dilaporkan disana oleh satu partai dengan pasal 310, 311. Kami tekankan bahwa dalam pasal tersebut merupakan delik aduan individual. Tidak bisa partai atau organisasi. Ditambah lagi dengan pasal 156, itu sudah jelas golongan bukan partai,” terangnya.

Saat ini, Alfian Tanjung dibawa Ke Mapolda Jatim untuk dilakukan pemeriksaan. Dan selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pihak Mapolda Jatim.

Alfian Tanjung merupakan terdakwa atas perkara dugaan Ujaran Kebencian atas ceramahnya di Masjid Mujahidin Surabaya, Jawa Timur pada awal 2017 lalu. Dalam ceramahnya yang diunggah di YouTube itu menyinggung pemerintahan Joko Widodo dan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. (Amal/Efka)

7 KOMENTAR

  1. Institusi polisi sudah rusak… hilang rasa kepercayaan dan respect saya terhadap kepolisian…

    “Di akhir zaman banyak polisi di pagi hari melakukan sesuatu yang dimurkai Allah, dan di sore hari melakukan sesutu yang dibenci Allah” (H.R. Thabarani).

  2. Bi**dab ini aparatur coklat. Kami adukan kalian pada Allah SWT. Kalian kira bakalan hidup lama ya di dunia ini. Demi Allah kami tidak ridho uang kami yg kalian pakai dari pajak2 kami hanya untuk memuaskan nafsu syahwat kotor tuan2 kalian (pemerintah borok & 9 cacing laknat). Duhai Allah, jikalau mereka enggan bertobat atas kedzaliman mereka pada hamba Mu, maka balas lah mereka segera di dunia ini. Dan jadikan akhirat Mu sebagai pengadilan yg Maha Adil. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER