Panwaslu Jakbar Bubarkan Acara Timses Ahok-Djarot di Kebon Jeruk

JAKARTA – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Jakarta Barat membubarkan acara yang digelar oleh tim sukses pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dengan pengurus RT se-Kelurahan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Pembubaran dilakukan karena tidak adanya pemberitahuan terkait acara itu.

“Ada laporan dari masyarakat melalui pesan singkat. Dari informasi yang kami dapatkan itu adalah acara silaturahim RT dan RW se-kelurahan Kebon Jeruk. Kami tindak lanjuti dengan menginstruksikan petugas ke sana untuk lakukan pengawasan karena itu tidak ada surat pemberitahuan,” ujar Puadi, Ketua Panwaslu Jakarta Barat, saat dikonfirmasi, Sabtu (11/3/2017).

Acara tersebut digelar sekitar pukul 21.00 WIB. Ketika petugas Panwaslu mendatangi rumah makan itu, tim sukses langsung menghentikan pengarahan mereka kepada peserta acara. Petugas Panwaslu pun menegur salah satu penanggung jawab kegiatan itu, Siegvrieda, dan meminta dia untuk membubarkan acara.

“Kami instruksikan petugas agar turun ke lokasi untuk melakukan peneguran kepada penanggung jawab acara. Bu Siegvrieda sebagai penanggung jawab acara menginstruksikan hadirin dalam pertemuan itu untuk membubarkan diri,” imbuhnya.

Suasana pertemuan tim sukses Ahok-Djarot dengan pengurus RT dan RW se-Kelurahan Kebon Jeruk, Jumat, 10/3/2017. (Foto: dok. Panwaslu Jakarta Barat)

Berdasarkan informasi yang dihimpun petugas Panwaslu Jakarta Barat, Siegvrieda yang juga merupakan anggota DPRD DKI Jakarta, memberi arahan terkait daftar pemilih tetap (DPT). Guna menindaklanjuti kejadian itu, Puadi akan meminta Sigfrida untuk datang ke Kantor Panwaslu Jakbar, Senin depan. Panwaslu akan meminta keterangan kepada mereka mengenai tema acara yang dibubarkan kemarin malam.

“Petugas kami dapat informasi dari beberapa RT, katanya pertemuan itu terkait DPT. Kami akan lakukan pemanggilan terhadap yang bersangkutan, Senin (20/3) untuk dimintai keterangan,” katanya.

Puadi mengatakan sebenarnya tidak ada masalah jika timses melakukan kegiatan kampanye. Sebab, saat ini tahapan pilkada memang sudah memasuki masa kampanye putaran kedua.

Namun, seharusnya tim tetap memberitahu KPU DKI dan Bawaslu terkait setiap kegiatan kampanye yang dilakukan. Dengan tidak memberi tahu kegiatan kampanye kepada penyelenggara pemilu akan timbul kesan negatif.

“Jangan kayak kucing-kucingan. Kalau tidak kasih tahu kan mengkhawatirkan kami dari Panwaslu ada mobilisasi yang mengarah ke politik uang,” ujar Puadi.

6 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.