Panwaslu Jakbar Bubarkan Acara Timses Ahok-Djarot di Kebon Jeruk

6
541
Pertemuan tim sukses Ahok-Djarot dengan pengurus RT dan RW se-Kelurahan Kebon Jeruk, Jumat, 10/3/2017. (Foto: dok. Panwaslu Jakarta Barat)

JAKARTA – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Jakarta Barat membubarkan acara yang digelar oleh tim sukses pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dengan pengurus RT se-Kelurahan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Pembubaran dilakukan karena tidak adanya pemberitahuan terkait acara itu.

“Ada laporan dari masyarakat melalui pesan singkat. Dari informasi yang kami dapatkan itu adalah acara silaturahim RT dan RW se-kelurahan Kebon Jeruk. Kami tindak lanjuti dengan menginstruksikan petugas ke sana untuk lakukan pengawasan karena itu tidak ada surat pemberitahuan,” ujar Puadi, Ketua Panwaslu Jakarta Barat, saat dikonfirmasi, Sabtu (11/3/2017).

Acara tersebut digelar sekitar pukul 21.00 WIB. Ketika petugas Panwaslu mendatangi rumah makan itu, tim sukses langsung menghentikan pengarahan mereka kepada peserta acara. Petugas Panwaslu pun menegur salah satu penanggung jawab kegiatan itu, Siegvrieda, dan meminta dia untuk membubarkan acara.

“Kami instruksikan petugas agar turun ke lokasi untuk melakukan peneguran kepada penanggung jawab acara. Bu Siegvrieda sebagai penanggung jawab acara menginstruksikan hadirin dalam pertemuan itu untuk membubarkan diri,” imbuhnya.

Suasana pertemuan tim sukses Ahok-Djarot dengan pengurus RT dan RW se-Kelurahan Kebon Jeruk, Jumat, 10/3/2017. (Foto: dok. Panwaslu Jakarta Barat)

Berdasarkan informasi yang dihimpun petugas Panwaslu Jakarta Barat, Siegvrieda yang juga merupakan anggota DPRD DKI Jakarta, memberi arahan terkait daftar pemilih tetap (DPT). Guna menindaklanjuti kejadian itu, Puadi akan meminta Sigfrida untuk datang ke Kantor Panwaslu Jakbar, Senin depan. Panwaslu akan meminta keterangan kepada mereka mengenai tema acara yang dibubarkan kemarin malam.

“Petugas kami dapat informasi dari beberapa RT, katanya pertemuan itu terkait DPT. Kami akan lakukan pemanggilan terhadap yang bersangkutan, Senin (20/3) untuk dimintai keterangan,” katanya.

Puadi mengatakan sebenarnya tidak ada masalah jika timses melakukan kegiatan kampanye. Sebab, saat ini tahapan pilkada memang sudah memasuki masa kampanye putaran kedua.

Namun, seharusnya tim tetap memberitahu KPU DKI dan Bawaslu terkait setiap kegiatan kampanye yang dilakukan. Dengan tidak memberi tahu kegiatan kampanye kepada penyelenggara pemilu akan timbul kesan negatif.

“Jangan kayak kucing-kucingan. Kalau tidak kasih tahu kan mengkhawatirkan kami dari Panwaslu ada mobilisasi yang mengarah ke politik uang,” ujar Puadi.

Komentar

BACA JUGA
Bendera PBB

Dewan Keamanan PBB Sahkan Resolusi Gencatan Senjata di Suriah

NEW YORK, SERUJI.CO.ID - Dewan Keamanan PBB pada Sabtu (23/2) akhirnya mengesahkan sebuah resolusi, yang mendesak agar gencatan senjata diterapkan selama setidaknya 30 hari...
garam

Tingkatkan Kualitas, Pemkab Kembangkan 75 Hektar Lahan Garam Terintegerasi

MAKASSAR, SERUJI.CO.ID - Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, mengembangkan 75 hektar lahan garam terintegrasi di dua kecamatan yaitu Labakkang dan Bungoro. "Tahun ini kami...

Legislator: Generasi Muda Lebih Suka Baca Status Daripada Buku

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Mujib Rohmat prihatin dengan generasi muda yang lebih senang membaca status di media...
akun ustadz Somad disuspend

Akun Ustadz Somad Raib, Ini Protes Kang Emil ke Instagram

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Jagad dunia maya dihebohkan dengan tiba-tiba lenyapnya akun instagram ulama terkemuka, ustadz Abdul Somad sejak hari ini, Ahad (25/2). Akun ustadz...

Drainase Buruk Sebabkan Jalan Protokol di Cianjur Banjir

CIANJUR, SERUJI.CO.ID - Sejumlah pengguna jalan menduga buruknya pembangunan drainase di sepanjang jalan protokol di Cianjur, Jawa Barat, sebagai penyebab banjir terutama ketika hujan...
loading...
Screenshot_20180115_194046

PKS Optimis Peroleh 5 Kursi DPRD Pasaman Barat pada Pileg 2019

SIMPANG EMPAT – PKS optimis lima kursi DPRD Kabupaten Pasaran Barat akan diperolehnya pada pileg 2019. Hal ini disampaikan oleh Fajri Yustian Ketua Tim...
images (5)

Garis 7: Sesat Nalar

Analogi adalah sebuah cara otak untuk memahami sesuatu. Analogi mirip dengan perumpamaan. Jika ada orang yang bertanya bagaimana cara membuat jelly, maka paling mudah...
IMG_20180224_110625_530

Mencari Logika di Balik Kasus Tuduhan ke Habib Rizieq Shihab

Habib Rizieq Shihab (RHS) juga ditetapkan sebagai tersangka, setelah sebelumnya FH dijerat pasal pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. RHS bahkan...