Panwaslu Jakbar Bubarkan Acara Timses Ahok-Djarot di Kebon Jeruk

6
531
Pertemuan tim sukses Ahok-Djarot dengan pengurus RT dan RW se-Kelurahan Kebon Jeruk, Jumat, 10/3/2017. (Foto: dok. Panwaslu Jakarta Barat)

JAKARTA – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Jakarta Barat membubarkan acara yang digelar oleh tim sukses pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dengan pengurus RT se-Kelurahan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Pembubaran dilakukan karena tidak adanya pemberitahuan terkait acara itu.

“Ada laporan dari masyarakat melalui pesan singkat. Dari informasi yang kami dapatkan itu adalah acara silaturahim RT dan RW se-kelurahan Kebon Jeruk. Kami tindak lanjuti dengan menginstruksikan petugas ke sana untuk lakukan pengawasan karena itu tidak ada surat pemberitahuan,” ujar Puadi, Ketua Panwaslu Jakarta Barat, saat dikonfirmasi, Sabtu (11/3/2017).

Acara tersebut digelar sekitar pukul 21.00 WIB. Ketika petugas Panwaslu mendatangi rumah makan itu, tim sukses langsung menghentikan pengarahan mereka kepada peserta acara. Petugas Panwaslu pun menegur salah satu penanggung jawab kegiatan itu, Siegvrieda, dan meminta dia untuk membubarkan acara.

“Kami instruksikan petugas agar turun ke lokasi untuk melakukan peneguran kepada penanggung jawab acara. Bu Siegvrieda sebagai penanggung jawab acara menginstruksikan hadirin dalam pertemuan itu untuk membubarkan diri,” imbuhnya.

Suasana pertemuan tim sukses Ahok-Djarot dengan pengurus RT dan RW se-Kelurahan Kebon Jeruk, Jumat, 10/3/2017. (Foto: dok. Panwaslu Jakarta Barat)

Berdasarkan informasi yang dihimpun petugas Panwaslu Jakarta Barat, Siegvrieda yang juga merupakan anggota DPRD DKI Jakarta, memberi arahan terkait daftar pemilih tetap (DPT). Guna menindaklanjuti kejadian itu, Puadi akan meminta Sigfrida untuk datang ke Kantor Panwaslu Jakbar, Senin depan. Panwaslu akan meminta keterangan kepada mereka mengenai tema acara yang dibubarkan kemarin malam.

“Petugas kami dapat informasi dari beberapa RT, katanya pertemuan itu terkait DPT. Kami akan lakukan pemanggilan terhadap yang bersangkutan, Senin (20/3) untuk dimintai keterangan,” katanya.

Puadi mengatakan sebenarnya tidak ada masalah jika timses melakukan kegiatan kampanye. Sebab, saat ini tahapan pilkada memang sudah memasuki masa kampanye putaran kedua.

Namun, seharusnya tim tetap memberitahu KPU DKI dan Bawaslu terkait setiap kegiatan kampanye yang dilakukan. Dengan tidak memberi tahu kegiatan kampanye kepada penyelenggara pemilu akan timbul kesan negatif.

“Jangan kayak kucing-kucingan. Kalau tidak kasih tahu kan mengkhawatirkan kami dari Panwaslu ada mobilisasi yang mengarah ke politik uang,” ujar Puadi.

BAGIKAN
loading...

6 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Jokowi

Presiden Bertolak ke Turki Hadiri KTT OKI

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Presiden Jokowi didampingi Ibu Iriana Jokowi bertolak ke Istanbul, Turki, untuk menghadiri KTT Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk membahas...
difteri yaman

32 Orang Tewas Diduga Terserang Difteri di Yaman

SANA'A, SERUJI.CO.ID - Kementerian Kesehatan yang dikuasai gerilyawan Syiah Yaman Al-Houthi pada Senin (11/12) mengatakan 32 orang telah meninggal akibat penyakit yang diduga adalah...

Yogyakarta Terima Penghargaan Kota Cerdas Indonesia 2017

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID - Walikota Yogyakarta, Drs Haryadi Suyuti menerima penghargaan atas capaian prestasi yang diraih Kota Yogyakarta dalam Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) 2017...

KANAL WARGA TERBARU

Point Blur_Dec122017_090245

Empat Tahun Bocah Ini Berjuang Dengan Penyakitnya

Kotawaringin Barat - Diky Supratman (16) anak dari pasangan Mustofa dan Marni jl. Ahamd Yani gg. Baning RT 29 Kelurahan Baru Arut Selatan Kotawaringin...
perbedaan-fasilitas-bpjs-kesehatan-kelas-1-2-3

NIK Bermasalah di Sistem BPJS, Bagaimana Mengatasinya?

Nomor KTP atau resminya Nomor Induk Kependudukan (NIK) atas nama seorang pasien bernama Suratini ditemukan bermasalah oleh petugas pendaftaran RS UGM, Ahad (10/12) siang....
KH. Luthfi Bashori

Perintah Bernahi Munkar

Membiarkan kemunkaran terjad di depan mata, adalah perbuatan tercela. Muslim yang baik adalah muslim yang peduli terhadap kemashlahatan lingkunganya, sekira jika terjadi kemaksiatan di...