Pansus DPR: Jika Sampai 3 Kali Tidak Datang, DPR Akan Panggil Paksa Pimpinan KPK

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijadwalkan hari ini, Selasa (17/10) memanggil pimpinan KPK untuk mengadakan rapat dengan pendapat (RDP). ‎

“Diundang jam 14 setelah rapat paripurna di Ruang Kura-Kura (KK) 1,” kata Wakil Ketua Pansus Hak Angket KPK, Eddy Kusuma Wijaya, saat dihubungi SERUJI, Selasa (17/10).

Menurut Eddy, undangan ini merupakan undangan kedua Pansus DPR kepada pimpinan lembaga anti rasuah tersebut. ‎”Ini panggilan kedua. Namun sampai dengan sekarang belum ada konfirmasinya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Eddy mengatakan, apabila pagi ini pimpinan KPK tidak hadir, maka pihaknya akan melakukan pemanggilan ketiga. ‎”Kalau tidak hadir akan di panggil ketiga,” ujarnya.

Dia menambahkan, apabila pemanggilan ketiga itu pimpinan KPK tetap tidak hadir, maka pihaknya melakukan pemanggilan paksa.

“Setelah tiga kali dipanggil juga tidak datang, maka sesuai UU (UU MD3-red) yang berlaku di panggil paksa,” katanya.

Dia mengharapkan, pimpinan KPK pagi ini menghadiri undangan kedua pihaknya tersebut. ‎ “Ya sebaiknya datang. Kita-kita ini ngurus negara,” pungkasnya.

Surat Pemanggilan Pansus Angket ke Pimpinan KPK.
(FOTO Herdi S/SERUJI)

Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo memastikan pihaknya tidak akan memenuhi panggilan Pansus tersebut. “Sudah dua kali kami dipanggil, dan dua kali sudah kami jawab,” tegas Agus di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/10).

Agus juga memastikan pihaknya “istiqomah” menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait uji materi legalitas pembentukan Pansus KPK oleh DPR.

“Mudah-mudahan keputusan MK cepat keluar, supaya kami segera datang,” harapnya. (Herdi S/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER