PAN Tegaskan Tak Akan Larut Dalam Polemik Hitung Suara di Pilgub Jabar

0
148
Pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur dalam Pilgub Jabar 2018.

BANDUNG, SERUJI.CO.ID – DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Jawa Barat menyatakan secara institusi tidak akan terlalu jauh masuk dalam polemik suara terkait proses penghitungan suara di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018-2023.

“PAN secara institusi tidak akan larut terlalu jauh untuk masuk dalam polemik suara, karena kami juga punya agenda yang lebih bermutu, yaitu merawat partisipasi publik,” Wakil Sekretaris DPW PAN Jawa Barat Cecep Zafar Sofyan, dalam siaran persnya, Ahad (1/7).

Cecep menuturkan terkait perkembangan mutakhir penghitungan suara Pilkada Jawa Barat 2018 dan mencermati konstalasi opini politik di media, terkait proses hitung cepat Pilgub Jawa Barat dan jika mengacu pada sejumlah lembaga survei, terlepas pro dan kontra/suka atau tidak suka, di mana jumlah suara sah adalah 64,87 persen maka proyeksi selisih suara Pasangan Rindu dan Pasangan Asyik berkisar pada 795.793 suara.

Menurut dia sebagai peserta koalisi di Pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik), PAN tentu saja realistis dan fatsun terhadap segala keputusan berdasarkan pada dinamika yang berkembang di masyarakat, yakni kepada KPU adalah rujukan utama untuk memutus perkara hasil akhir perhitungan suara.

Ia mengatakan Undang-Undang Nomor 10/2016 Pasal 158 Ayat 1 mensyaratkan untuk provinsi dengan penduduk di atas 12 juta sengketa bisa dimajukan bila selisih kedua pasangan calon adalah 0,5 persen dari total suara sah.

“Artinya selisih 0,5 persen tersebut jika diasumsikan suara sah 20.616.392 sama dengan 103.082 suara,” katanya.

Pada prinsipnya, kata Cecep, PAN menginginkan terjadinya kesamaan persepsi terkait upaya bersama menciptakan kondusifitas politik Jawa Barat, meskipun perhitungan di KPU masih terus berjalan secara real time.

Lebih lanjut Cecep mengatakan, bahwa satu hal yang perlu disyukuri dalam penyelenggaraan Pilkada Jawa Barat saat ini, di samping berjalan aman, yaitu terjadi kenaikan tingkat partisipasi politik publik untuk hadir ke TPS.

“Tingkat Partisipasi pilkada 2013 itu sekitar 64,24 persen sedangkan di pilkada 2018 adalah 67,88 persen, tentu kenaikan ini adalah prestasi tersendiri, ini bagian yang tidak terpisahkan dari kerja besar semua partai politik di Jawa Barat,” kata Cecep.

Sehingga dengan peningkatan yang cukup signifikan ini, PAN Jawa Barat tidak ingin mencederai partisipasi publik di Provinsi Jawa Barat.

“Kami cukup memahami kendala psikologis Pasangan Asyik, kami tetap berupaya secara optimal, namun kita pasti elegan menerima hasil akhir real count KPU, asalkan tetap mengacu pada UU yang berlaku,” kata Cecep. (Ant/Hrn)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
Telur ayam naik

Heboh Soal Telur Naik: Mendag Tuding Piala Dunia, Mentan Sebut Karena Musim Haji

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Harga telur yang naik tinggi belakangan ini, sampai menyentuh Rp30 ribu perkilogram jadi perbincangan di tengah masyarakat. Bukan hanya karena tingginya...
Caleg

Terkait Menteri Nyaleg, Gerindra: Sebaiknya Mundur

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Ketua Komisi II DPR Ahmad Riza Patria menyarankan menteri-menteri yang menjadi calon anggota legislatif untuk Pemilu 2019 mundur dari jabatannya...

Terkait Pencalegan Kapitra lewat PDIP, Habib Rizieq: Jangan Lagi Ada di Kapal Kami

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Habib Rizieq Shihab telah mengeluarkan seruan yang tegas agar umat Islam tidak berhubungan dan mendukung partai-partai penista agama pada pemilu 2019....

Tiga Menteri PKB Nyaleg, Kata Cak Imin Tak Akan Ganggu Pemerintahan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yakin bahwa tiga menteri dari PKB yang mencalonkan...
Telur ayam naik

Di Banjar, Harga Daging dan Telor Ayam Melonjak Tinggi

KOTA BANJAR, SERUJI.CO.ID - Harga telur ayam dan daging ayam di pasar Banjar, Jawa Barat, mengalami kenaikan harga. Berdasarkan pantauan di pasar Banjar Jumat...