PAN Tegaskan Tak Akan Larut Dalam Polemik Hitung Suara di Pilgub Jabar

BANDUNG, SERUJI.CO.ID – DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Jawa Barat menyatakan secara institusi tidak akan terlalu jauh masuk dalam polemik suara terkait proses penghitungan suara di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018-2023.

“PAN secara institusi tidak akan larut terlalu jauh untuk masuk dalam polemik suara, karena kami juga punya agenda yang lebih bermutu, yaitu merawat partisipasi publik,” Wakil Sekretaris DPW PAN Jawa Barat Cecep Zafar Sofyan, dalam siaran persnya, Ahad (1/7).

Cecep menuturkan terkait perkembangan mutakhir penghitungan suara Pilkada Jawa Barat 2018 dan mencermati konstalasi opini politik di media, terkait proses hitung cepat Pilgub Jawa Barat dan jika mengacu pada sejumlah lembaga survei, terlepas pro dan kontra/suka atau tidak suka, di mana jumlah suara sah adalah 64,87 persen maka proyeksi selisih suara Pasangan Rindu dan Pasangan Asyik berkisar pada 795.793 suara.

Menurut dia sebagai peserta koalisi di Pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik), PAN tentu saja realistis dan fatsun terhadap segala keputusan berdasarkan pada dinamika yang berkembang di masyarakat, yakni kepada KPU adalah rujukan utama untuk memutus perkara hasil akhir perhitungan suara.

Ia mengatakan Undang-Undang Nomor 10/2016 Pasal 158 Ayat 1 mensyaratkan untuk provinsi dengan penduduk di atas 12 juta sengketa bisa dimajukan bila selisih kedua pasangan calon adalah 0,5 persen dari total suara sah.

“Artinya selisih 0,5 persen tersebut jika diasumsikan suara sah 20.616.392 sama dengan 103.082 suara,” katanya.

Pada prinsipnya, kata Cecep, PAN menginginkan terjadinya kesamaan persepsi terkait upaya bersama menciptakan kondusifitas politik Jawa Barat, meskipun perhitungan di KPU masih terus berjalan secara real time.

Lebih lanjut Cecep mengatakan, bahwa satu hal yang perlu disyukuri dalam penyelenggaraan Pilkada Jawa Barat saat ini, di samping berjalan aman, yaitu terjadi kenaikan tingkat partisipasi politik publik untuk hadir ke TPS.

“Tingkat Partisipasi pilkada 2013 itu sekitar 64,24 persen sedangkan di pilkada 2018 adalah 67,88 persen, tentu kenaikan ini adalah prestasi tersendiri, ini bagian yang tidak terpisahkan dari kerja besar semua partai politik di Jawa Barat,” kata Cecep.

Sehingga dengan peningkatan yang cukup signifikan ini, PAN Jawa Barat tidak ingin mencederai partisipasi publik di Provinsi Jawa Barat.

“Kami cukup memahami kendala psikologis Pasangan Asyik, kami tetap berupaya secara optimal, namun kita pasti elegan menerima hasil akhir real count KPU, asalkan tetap mengacu pada UU yang berlaku,” kata Cecep. (Ant/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.

Lima Macam Riba Yang Diharamkam