Mungkinkan Kubu Agus ke Ahok?

Analisa Politik SERUJI:

Mungkinkah kubu Agus ke Ahok? Politik itu serba mungkin, Kadang tidak rasional. Karena ada deal-deal dibalik setiap keputusan politik. Apalagi dibalik PILKADA DKI, “perang” Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan pihak yang disebut-sebut pihak Ahok, tak terbantahkan.

Walau kedekatan psikologis bahkan sosiologis dan agamis, kubu Agus sangat dekat dengan kubu Anies. Rasionalitas diluar politik pasti menjawab dengan koor bahwa pasti Agus akan memilih Anies. Apalagi kalau melihat keinginan umat secara umum di negeri ini dan warga DKI yang anti Ahok.

Tapi lagi-lagi politik tidak bisa dibaca dan diduga. Hari ini sahabat setia, esok hari musuh. Hari ini bergandengan, esok hari bertabrakan. Disinilah kecerdasan kubu Agus ditunggu masyarakat. Pilihannya jangka panjang atau jangka pendek.

Kalau jangka pendek, bisa jadi deal politik bisa menguntungkan kubu Agus karena dealnya dengan kasus Antasari yang membara. Sedangkan jangka panjangnya, Agus dan SBY, menjadi pahlawan bagi umat dan warga DKI pro ummat Islam.

Sebagaimana kita ketahui, dua Pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat, serta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, diprediksi harus bersaing keras mengambil suara dari peserta Pilkada yang tersingkir lebih awal, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni.

Ketua tim pemenangan pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, Nachrowi Ramli, menyatakan partai pengusung Anies Baswedan-Sandiaga Uno menawari partainya berkoalisi untuk putaran kedua Pilkada DKI Jakarta.

“Iya (sudah ada tawaran dari Gerindra). Kita pelajari dulu,” kata Nachrowi di Jakarta, semalam.

Nachrowi mengatakan Partai Demokrat terlebih dulu akan mempelajari visi-misi kedua pasangan calon, yang diyakini akan melanjutkan ke putaran kedua, sebelum memutuskan berkoalisi. Menurut dia, untuk berkoalisi, visi-misi pasangan calon itu harus sejalan dengan Demokrat.

“Kalau kita berkoalisi dengan salah satu pasangan calon, dari dua yang ada, maka yang penting visi misinya itu harus sejalan,” jelas dia.

Nachrowi mengatakan Demokrat akan mengajak tiga partai pengusung Agus-Sylvi lainnya –PPP, PKB dan PAN– untuk membedah visi misi pasangan calon baik nomor urut dua maupun nomor urut tiga.

Pada sisi lain, PDI Perjuangan mulai menyusun strategi memenangkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat di Pilgub DKI 2017 putaran kedua. Mereka berencana merangkul partai-partai yang semula tak mendukung Ahok.

Hal ini dikatakan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto di rumah Megawati, Kebagusan, Jakarta Selatan, Rabu (15/2/2017). Partai-partai pendukung calon yang tak lolos punya potensi untuk dirangkul PDIP.

Sementara, Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok menanggapi soal Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menelpon dirinya semalam.

“Baik, saya sama Pak Agus baik, saya sama Bu Sylvi baik,” kata Ahok singkat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (16/2) pagi.

Saat ditanya apakah ada rencana untuk berjumpa dengan AHY, Ahok menjawab “Saya enggak tahu.”

“Nanti kalian bilang politik lagi, sudahlah enggak usah ngomong politiklah,” sambung dia.

Ahok juga enggan menjawab saat ditanya tentang strategi putaran kedua. “Tanya sama timses kalau soal Pilkada, di sini kita ngomong kerja saja,” ujar Ahok.

Siapakah yang akan dipilih kubu Agus ? Kita tunggu.

EDITOR : Yus Arza

 

 

4 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.