Mujahid Bogor dan Banten Kawal Pilkada DKI

0
104
Suasana pencoblosan di TPS 10 Petamburan dalam Pilkada DKI Jakarta, Rabu, 19/4/2017. (Foto: Maman Rohman/Seruji)

JAKARTA – Ratusan umat Islam dari Bogor, Jawa Barat dan Banten ikut mengawal penyelenggaraan Pilkada DKI Jakarta. Para peserta yang tergabung dalam kegiatan Tamasya Al Maidah ini berhasil lolos dari sweeping aparat di stasiun dan terminal karena tidak menggunakan atribut Muslim.

“Banyak yang kena sweeping karena pakai baju koko dan peci, dan disuruh pulang. Kami pakai pakaian biasa, jadi nggak kena dan dapat ke Jakarta,” ujar Arun, mujahid asal Rangkasbitung, Banten, saat ditemui di Masjid Jami Al Islah, Petamburan, Jakarta Pusat, hari ini Rabu (19/4).

Ia mengaku bersama kawan-kawannya sempat dihampiri polisi saat tiba di Stasiun Rangkasbitung, namun karena tidak beratribut Muslim, alasan yang mereka kemukakan untuk ke Jakarta bisa diterima oleh polisi.

Para mujahid dari Bogor dan Banten ini rata-rata tiba di Jakarta antara Selasa malam hingga Rabu pagi, dan langsung menyebar ke berbagai TPS untuk melalukan pemantauan. Di antara mereka ada yang datang dengan dikoordinir, namun ada yang sendiri-sendiri atau berdua. Ketika bertemu di suatu tempat, mereka berbaur dan bergabung menjadi satu tim.

Para mujahid dari Bogor dan Banten tersebut berada di Masjid Jami Al Islah, masjid yang berada di lingkungan FPI Jakarta untuk beristirahat dan shalat Zuhur.

“Setelah ini kami mutar lagi untuk memantau,” imbuh Arun.

Dari pantauan SERUJI di kawasan Petamburan, suasana pencoblosan berjalan tenang dan damai.

“Nggak ada hal-hal aneh atau meresahkan,” ujar Abdul Rahim, saksi dari pasangan Anis-Sandi yang bertugas di TPS 10 Petamburan.

Hal senada dikatakan Arun. Menurut dia, dari semua TPS yang dipantau di kawasan Petamburan dan sekitarnya, hal-hal aneh yang mengindikasikan adanya kecurangan, tidak ditemukan. Suasana pun aman terkendali.

“Nggak tahu nanti setelah jam satu, setelah penghitungan suara,” pungkasnya.

 

CJ: Maman Rohman
EDITOR: Iwan Y

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Soekarwo

Soekarwo: Jelang Pilkada Suasana Politik Jatim Akrab

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Gubernur Jawa Timur Soekarwo menilai suasana politik di Jatim akrab dan tidak ada perpecahan menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada...

DPD: Indonesia Berbagi Pengalaman Atasi Terorisme

HANOI, SERUJI.CO.ID - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Nono Sampono mengatakan Indonesia berbagi pengalaman mengatasi aksi terorisme dalam upaya mendorong langkah bersama mencegah kejahatan tersebut. Dalam...

PSI Galang Dana Publik Untuk Partai

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan menggalang dana donasi publik untuk pendanaan partai dan mendorong perbaikan iklim politik di Tanah Air. "Agar independen, hanya...
Anugerah Humas

Website ITS Sabet Juara II Anugerah Humas Perguruan Tinggi

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil menyabet peringkat dua dalam ajang Anugerah Humas Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Koordinasi Perguruan...

Ketua MPR: Demokrasi Pancasila Jamin Kesetaraan

KUNINGAN, SERUJI.CO.ID - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menilai demokrasi Pancasila yang dianut Indonesia menjamin kesetaraan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, sehingga implementasinya dibutuhkan...
loading...
fotozukifli

Paska Diperiksa, Ustadz Zukifli Muhammad Ali Diundang Live di TV Swasta Nasional

Berita tentang "penangkapan" ustadz baru-baru saja terjadi, dialami Ustadz Zukifli Muhammad Ali, yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan menyebarkan kebencian berdasarkan SARA, lihat di berita...
tweet

Berjilbab Tapi Korupsi, Bukan Najwa Shihab

"Esensi Islam tidak terletak pada Pakaian yg dikenakan tapi pada Akhlak yg dilaksanakan (Gus Dur) Berhijab tp Korupsi, Najwa Sihab tak berhijab dapat Penghargaan Tokoh...
sumber: harianterbit

Peringatan 44 Tahun Peristiwa MALARI: Mengembalikan Reformasi yang Kita Mau

Pada 15 Januari 2018 lalu, bertepatan dengan 44 tahun Peristiwa 15 Januari 1974 yang lebih dikenal dalam catatan sejarah sebagai Peristiwa Malapetaka Lima Belas...