Massa Tuntut Pemidanaan Sukmawati


JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Massa berjumlah ribuan orang yang menuntut pemidanaan Sukmawati Soekarnoputri pada Jumat (6/4) bergerak ke Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Pusat, dari Masjid Istiqlal usai melakukan ibadah Shalat Jumat.

Massa yang berasal dari perorangan dan sejumlah organisasi kemasyarakatan itu mempersoalkan puisi Sukmawati Soekarnoputri berjudul “Ibu Indonesia” yang dianggap melecehkan umat Islam.

Massa yang sebagian besar mengenakan pakaian serba putih itu membawa atribut identitas seperti dari Front Pembela Islam (FPI), Forum Umat Islam Bersatu (FUIB), Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan organisasi Islam lainya.

Secara berangsur, massa mulai mengosongkan kawasan Mesjid Istiqlal guna menuju titik aksi selanjutnya di Bareskrim Polri.

Putri Bung Karno itu sendiri telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas puisinya yang dianggap melecehkan umat Islam.

Dalam puisi itu terdapat bait yang membandingkan antara suara adzan dengan kidung dan konde berlawanan terhadap cadar.

Baca juga:Pendemo Puisi Sukmawati Bergerak ke Bareskrim

Beberapa tokoh agama seperti Din Syamsuddin dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Maruf Amin juga telah meminta umat Islam untuk memaafkannya.

Kendati demikian, sejunlah unsur massa yang menggelar aksinya pada Jumat (6/4) itu menyatakan memberi maaf tetapi proses hukum soal penodaan agama harus tetap berjalan. (Ant/SU02)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Potret Pengelolaan BUMN: Prinsip GCG vs Managemen “Koncoisme”

Fenomena pengelolaan BUMN dan BUMD yang tidak mengindahkan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip GCG sangat potensial membawa kerugian dan kebangkrutan terhadap perusahaan BUMN dan BUMD yang bersangkutan.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close