Lanjutan Sidang ke-8, Saksi Ketua MUI: Ahok Telah Menista Al-Qur’an dan Ulama

238

Jakarta – Lanjutan sidang ke-8 dugaan penodaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Selasa (31/1) digelar dengan agenda menghadirkan lima saksi, yaitu KH Ma’ruf Amin, Ketua MUI Pusat; Jaenudin alias Panel bin Adim dan Sahbudin, nelayan Pulau Panggang; Dahlia, Anggota KPU DKI Jakarta; dan Ibnu Baskoro, Saksi Pelapor.

Saksi pertama yang dihadirkan adalah KH Ma’rum Amin selaku Ketua MUI. Dalam persidangan, Ma’ruf Amin dihadirkan untuk diketahui seputar keluarnya sikap keagamaan yang telah dikeluarkan MUI Pusat pada 11 Oktober 2016 yang menyatakan pernyataan Ahok di Kepulauan Seribu dianggap telah menodai agama.

Majelis hakim meminta keterangan dasar MUI Pusat mengeluarkan sikap. Ma’ruf mengatakan adanya laporan sejumlah masyarakat dan kajian dari empat komisi MUI, yaitu Komisi Kajian, Komisi Fatwa, Komisi Hukum dan Perundang-undangan, Komisi Informasi dan Komunikasi. Kajian ini mendapatkan hasil bahwa adanya penghinaan yang dilakukan oleh Ahok.

Sementara itu kuasa hukum Ahok menilai bahwa MUI telah melampaui prosedur mengeluarkan sikap keagamaan sebelum keluar fatwa.

“Kalau kasus Pak Basuki ini dipandang sebagai penistaan agama apakah MUI pernah memberikan fatwa terhadap Surat Al-Maidah 51 itu atau tidak. Di balik perbedaan tafsir, sama sekali MUI tidak pernah memberikan satu fatwa bahwa (mengharamkan memilih kafir menjadi pemimpin –red-) itu adalah tidak dibolehkan bagi warga DKI Jakarta atau Umat Muslim. Harusnya proses itu lebih dahulu baru mengeluarkan sikap keagamaan,” ujar Sira Prayuna.

Ma’ruf ditanya perbedaan posisi antara sikap keagaamaan dengan fatwa. Ma’ruf menjawab lebih tinggi sikap keagamaan karena melibatkan beberapa komisi MUI dan pengurus harian. Lebih lanjut Ma’ruf mengatakan, inti adanya penistaan tersebut adanya kata-kata ‘dibohongi pakai Al-Maidah 51’ sehingga dianggap Ahok telah menodai agama Islam dan menghina ulama serta memposisikan Al-Maidah ayat 51 sebagai alat kebohongan. (SB)

Reportase: Syahrul, kontributor Seruji Banten

loading...

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama