Kuasa Hukum Alfian Tanjung Desak Hakim Tolak Dakwaan JPU

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Terdakwa Ustadz Alfian Tanjung menjalani sidang lanjutan dengan agenda pembacaan nota pembelaan (pledoi) hari ini.

Kuasa Hukum Abdullah Alkatiri menganggap dasar dakwaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tak mendasar dan lemah.

”Dalam kasus klien kami tak ada korban yang dirugikan,” jelas Abdullah Alkatiri saat ditemui di PN Surabaya, Senin (4/12).

Abdullah Alkatiri mengatakan barang bukti yang diajukan JPU lemah yaitu flash disk dan rekaman video di Youtube.

”Flash disk nya tak melalui uji forensik. Padahal alat bukti yang sah dalam UU kepolisian harus melalui uji forensik dan utuh sehingga bisa dipertanggungjawabkan. Namun, flash disk yang diajukan dalam persidangan tanpa melalui uji forensik dan rusak. Ini tak bisa dikenakan untuk alat bukti,” ungkapnya.

Alkatiri mengatakan tak hanya itu, yang menjadi alat bukti juga berdasarkan transkrip.

”Saksi ahli hanya diminta JPU membaca transkrip. Sedangkan alat bukti yang kuat adalah 2 alat bukti. Tapi faktanya tak ada,” terangnya.

Atas dasar itu, sambung Alkatiri, pihaknya berharap agar majelis hakim menolak tuntutan JPU dan membebaskan kliennya.

”Klien kami layak bebas karena semua dakwaan JPU tak mendasar sekali,” pungkasnya.

Diketahui, pada persidangan sebelumnya, Senin (27/11), ustadz Alfian dituntut tiga tahun penjara oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak.

Ia dinyatakan terbukti bersalah melakukan ujaran kebencian dan melanggar Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b butir 2 UU RI Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Ras dan Etnis.

Atas tuntutan tersebut, pihak terdakwa ustadz Alfian Tanjung mengajukan pembelaan.

Kasus ujaran kebencian tersebut diketahui di video yang diunggah di Youtube pada 26 Februari 2017. Saat itu, Ustad Alfian Tanjung berceramah kuliah subuh di Masjid Al Mujahidin Perak Surabaya. Ia dilaporkan oleh seorang warga Surabaya, Jawa Timur, bernama Sujatmiko lantaran diduga memberikan ceramah dengan materi tentang PKI. (Setya/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

The SOMAD Power

Tragedi Lion JT-610: Urgensi Audit Maskapai Airline untuk Keselamatan Penerbangan

"Secara juridis bila terjadi suatu kecelakaan (accident) pesawat udara dalam kegiatan penerbangan maka Pemerintah juga dapat ditarik menjadi pihak yang harus bertanggungjawab sebagai suatu perbuatan kelalaian dalam melaksanakan kewajiban hukum" -Prof Dr Hasim Purba, SH.MHum

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER