KPU Garut: Mantan Narapidana Bisa Ikut Pilkada

2
81
Pilkada

GARUT, SERUJI.CO.ID – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut, Jawa Barat, Hilwan Fanaqi menyatakan, mantan narapidana yang sudah bebas murni bisa menjadi calon bupati/wakil bupati pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Garut serentak 2018 sesuai undang-undang yang berlaku.

“Itu (calon mantan narapidana) sah dan berhak mengikuti pilkada karena sudah dilindungi oleh undang-undang konstitusi,” kata Ketua KPU Garut, Hilwan Fanaqi kepada wartawan di Garut, Senin (9/10).

Ia menuturkan, Kabupaten Garut pada 2018 akan menggelar pemilihan bupati dan wakil bupati, bersamaan dengan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar.

KPU Garut, kata dia, sudah melakukan sosialisasi pelaksanaan Pilkada Garut termasuk mensosialisasikan persyaratan bakal calon dari perseorangan maupun diusung partai politik.

Termasuk bakal calon bupati mantan narapidana, kata dia, KPU Garut tidak mempersoalkannya untuk mengikuti pesta demokrasi 2018.

“Sepanjang bersangkutan atau bakal calon sudah bebas murni, bukan bebas bersyarat,” katanya.

Bakal calon bupati untuk Pilkada Garut sudah cukup ramai mempromosikan diri melalui berbagai media seperti spanduk, baliho bahkan tampil di media massa.

Salah satu bakal calon yang akan maju yakni Agus Supriadi mantan Bupati Garut yang pernah mendapatkan hukuman karena terjerat kasus korupsi.

Selanjutnya Agus menyatakan diri siap maju pada Pilkada Garut untuk membangun kembali Kabupaten Garut.

Salah seorang tim sukses Agus Supriadi, Dedi mengatakan, pencalonan kembali Agus Supriadi itu karena diyakini akan mampu membangun Garut yang lebih baik.

“Kami yakin Pak Agus bisa kembali membangun Kabupaten Garut ke depan,” kata Dedi. (Ant/SU02)

Komentar

BACA JUGA

Ratusan Bangunan Warisan Budaya, Belum Dapat Rekomendasi Cagar Budaya

 KULON PROGO, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 300 bangunan warisan budaya yang tersebar di 12 kecamatan, di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, belum mendapat rekomendasi...

Gunakan Ijaazah Palsu, KPU Tak Loloskan Kandidat Petahana

SENTANI, SERUJI.CO.ID - Kandidat petahana dalam Pilkada Mimika yakni Eltinus Omaleng yang berpasangan dengan Johanes Rettob, dinyatakan tidak memenuhi syarat menjadi peserta pilkada serentak...

Dua Pemukiman Terbakar Akibat Karhutla, Polisi Tindak Tegas Pelaku

PONTIANAK, SERUJI.CO.ID - Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Irjen Pol Didi Haryono mengatakan telah memerintahkan seluruh jajaran untuk menangkap pelaku pembakaran lahan dan menindak...

Bawaslu: Kabupaten Badung Rawan Pelanggaran Pilkada Bali

DENPASAR, SERUJI.CO.ID - Badan Pengawas Pemilu Provinsi Bali menyatakan Kabupaten Badung menjadi daerah yang paling rawan terjadi pelanggaran Pilkada Bali 2018, dibandingan dengan delapan...

Cegah Kenakalan Remaja, Pemkot Berlakukan Jam Malam Pelajar

TERNATE, SERUJI.CO.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, Maluku Utara (Malut) akan memberlakukan jam malam kepada pelajar di daerah ini, untuk mencegah mereka melakukan tindakan...
loading...
Ilustrasi

Sudah Tepatkah Berlomba-lomba Membuka Minimarket Ummat?

Gegap gempita ummat berjamaah mendirikan Koperasi dengan usaha minimarket perlu diapresiasi. Pasalnya telah tumbuh kesadaran bagaimana menumbuhkan ekonomi ummat supaya lebih berdaya di negeri...
IMG20180217143208

Mengenal Istana Kuning di Kabupaten Kotawaringin Barat

Kotawaringin Barat - Terlintas dalam benak kita sebutan Istana Kuning maka warnanya akan kuning semua. Namun beda dengan Istana Kuning yang berada di tengah...
IMG_20180214_093436_928

Pilkada Calon Tunggal, Demokratiskah?

Pemilihan kepala daerah serentak sudah dalam hitungan bulan lagi.  Harapan akan pesta demokrasi dengan menggunakan hak pilihnya untuk menentukan calon pemimpin daerahnya.  Begitu juga...