KPU DKI Jakarta Akan Tetapkan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta 5 Mei 2017


JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta akan menetapkan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta terpilih masa bakti 2017-2022 pada 5 Mei 2017 jika tidak ada pasangan calon yang mengajukan gugatan sengketa ke Mahkamah Konstitusi.

“Seandainya tidak ada gugatan ke Mahkamah Konstitusi, KPU DKI akan melakukan penetapan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur terpilih, Insya Allah, pada Jumat, 5 Mei 2017,” kata Ketua KPU DKI Sumarno pada Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Putaran Kedua di Hotel Aryaduta, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (29/4) malam.

Setelah hasil rekapitulasi suara ditetapkan dalam pleno, KPU akan memberikan waktu tiga hari kepada pasangan calon untuk mengajukan gugatan sengketa ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Sesuai dengan UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah, KPU DKI akan memberikan waktu tiga hari kepada masing-masing pasangan calon dan Badan Pengawas Pemilu DKI untuk mengajukan perselisihan hasil perolehan suara ke Mahkamah Konstitusi,” jelas Sumarno.

Syarat pengajuan gugatan untuk provinsi berpenduduk 6-12 juta orang adalah selisih perolehan suara mencapai maksimal satu persen.

Sumarno menjelaskan bahwa penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih menjadi kegiatan terakhir dari rangkaian pelaksanaan pemilihan kepala daerah DKI Jakarta putaran kedua sejak 19 April, yang diawali dengan pemungutan suara.

“Saat penetapan itu, rangkaian pelaksanaan Pilkada DKI putaran kedua hampir berakhir karena tahapan selanjutnya adalah pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih,” kata dia.

KPU DKI telah mengumumkan hasil real count lewat website resminya. Dari 100 persen data masuk dari 13.034 TPS di Jakarta, jumlah total suara sebanyak 5.591.198. Hasilnya, Anies-Sandi mengantongi 57,95 persen atau sebanyak 3.240.057 suara. Sedangkan Ahok-Djarot mendapatkan 42,05 persen atau sebanyak 2.351.141 suara.

Berikut rincian perolehan suara Pilgub DKI putaran 2:

Kabupaten Kepulauan Seribu:
Ahok-Djarot: 5.391 suara
Anies-Sandi: 8.796 suara

Jakarta Timur:
Ahok-Djarot: 612.093 suara
Anies-Sandi: 993.173 suara

Jakarta Selatan:
Ahok-Djarot: 459.639 suara
Anies-Sandi: 754.665 suara

Jakarta Utara:
Ahok-Djarot: 418.068 suara
Anies-Sandi: 466.340 suara

Jakarta Pusat:
Ahok-Djarot: 243.416 suara
Anies-Sandi: 333.033 suara

Jakarta Barat:
Ahok-Djarot: 611.759 suara
Anies-Sandi: 684.980 suara

 

EDITOR: Iwan Y

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Fahira ke Haters Anies: Jangan Sering Gol Bunuh Diri Nanti Kehabisan Energi

Bedakan wilayah Bekasi, Tangerang dan DKI saja tidak mampu. Siapa pengelola Kawasan GBK dan Jembatan Utan Kemayoran saja tidak paham. Bagaimana mau mau kritik apalagi menyerang.

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Dinilai Lembek ke China Soal Natuna, PA 212 Minta Presiden Jokowi Pecat Prabowo

Menurut PA 212, langkah yang diambil Prabowo sangat kontras dengan sikap Presiden Jokowi yang tidak mau berkompromi dengan China yang telah melakukan pelanggaran batas wilayah di perairan Natuna.

Inilah Kekayaan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah Yang Kena OTT KPK

Jumlah harta Saiful ini melonjak hampir empat kali lipat dibanding saat awal ia menjabat Wakil Bupati Sidoarjo periode 2005-2010, yang berdasarkan LHKPN tertanggal 28 April 2006 bernilai total Rp17.349.095.000.

Flash: Bupati Sidoarjo Kena OTT KPK Terkait Dugaan Pengadaan Barang dan Jasa

OTT KPK ini, adalah juga yang pertama kali sejak revisi UU KPK diundangkan menjadi UU Nomor 19 Tahun 2019 atas perubahan kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002.

Utang RI Meroket Rp4.778 Triliun, Sri Mulyani: Kita Masih Lebih Hati-hati Dibanding Malaysia

Bahkan, jika dibanding negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Filipina, jelas Sri Mulyani, pengendalian utang Indonesia jauh lebih hati-hati.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close