Konsep Pasar Tradisional Masa Depan versi Anies-Sandi

JAKARTA – Pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno hari ini mengunjungi Pasar Fresh Market Pantai di Indah Kapuk (PIK), Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, dalam masa kampanye Pilkada DKI 2017 putaran dua.

Pada kunjungan ini keduanya berjanji akan memastikan perkembangan pasar tradisional menjadi lebih baik.

“Jadi jika nanti kami bertugas, kita akan pastikan pasar tradisional tumbuh dengan baik, dan dikelola dengan baik, dan menjadi tempat interaksi dengan baik,” ujar Anies Baswedan.

“Tidak kalah penting pengelolaannya ditingkatkan, tempat parkirnya dimudahkan. Di dalam pasar nyaman, untuk penjual nyaman, untuk yang membeli juga nyaman, maka pasar tradisional bisa kita pertahankan malah justru bisa berkembang,” jelasnya.

Menurut Anies, wujud pasar tradisional yang baik yakni adanya interaksi antar pengunjung di dalamnya, sehingga tidak hanya tempat interaksi jual beli saja, tetapi juga tempat terbangunnya interaksi antar warga guna membangun suasana kekeluargaan.

“Jadi yang membedakan pasar tradisional dengan yang lain ada tawar-menawar, ada hubungan pribadi. Warga Jakarta ini harus kita dorong lagi untuk bisa berinteraksi satu sama lain. Jangan hanya kegiatannya memikirkan sendiri sendiri, tetapi ada interaksi,” jelasnya.

“Dari berinteraksi ada kepedulian, dari kepedulian ada kepercayaan, nah kepercayaan inilah yang harus dimiliki antarwarga Jakarta,” ujar Anies. “Jadi kita melihat pasar tradisional tak hanya sekadar kegiatan ekonomi, tapi ini salah satu alat perekat antar warga,” lanjut Anies.

Sementara itu, Sandiaga mengatakan perlunya revitalisasi pasar tradisional. Hal itu agar pasar tradisional tidak terkesan kumuh. Kunci dari pengelolaan yang baik, menurut Sandi ada pada sumber daya manusianya (SDM).

“Ini salah satu contoh ya, bahwa memang pasar tradisional dibutuhkan oleh masyarakat, dan kalau dikelola dengan baik, dikelola dengan prima, kita bisa lihat tidak becek kok, nggak perlu kumuh lusuh dan menimbulkan bau, ini semua dikelola dengan baik, dan interaksinya interaksi sosial kita rasakan,” ujar Sandi. “Kuncinya SDM, pasar ini bisa dikelola dengan baik karena punya SDM yang mumpuni,” lanjutnya.

Unsur tradisional dalam lingkungan modern merupakan perpaduan yang tepat untuk perekat warga. Fresh Market PIK patut menjadi percontohan pengelolaan pasar tradisional DKI Jakarta.

“Kita akan hadirkan di pasar-pasar lainnya bahwa ini percontohan tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur pasar tradisional,” katanya. 

Anies dan Sandiaga menghabiskan waktu hampir satu jam di Fresh Market Pantai Indah Kapuk. Selain bercengkerama dengan para pedagang, mereka juga menyempatkan diri ngopi dan menyantap roti bakar di kantin pasar.

EDITOR: Iwan Y

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Penegakan Hukum Yang Kaya Kezaliman dan Miskin Rasa Keadilan

Bercermin kepada praktek penegakan hukum di Indonesia beberapa tahun tarakhir, khususnya di era Rezim Pemerintahan saat ini, tentunya kita melihat banyaknya praktek-praktek penanganan kasus hukum yang masih jauh dari apa yang diharapkan.

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER