Ketua PN Jakpus Akan Pimpin Persidangan Setya Novanto

0
62
Setya Novanto diperiksa KPK 2
Setya Novanto diperiksa KPK sebagai tersangka. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Yanto akan menjadi ketua majelis hakim sidang dugaan tindak pidana korupsi pengadaan KTP-el dengan tersangka mantan anggota Komisi II DPR Setya Novanto yang kini menjadi Ketua DPR.

“Sudah ditetapkan majelisnya yaitu bapak Dr. Yanto, ketua pengadilan sendiri karena hakim Jhon Halasan mutasi ke Pontianak. Selanjutnya hakim anggota 1 Frangki Tambuwun, anggota 2 Emilia Djajasubagja, hakim ad hoc-nya Dr Anwar dan Ansyori Syaifudin, anggotanya tidak ada perubahan,” kata juru bicara pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Ibnu Basuki Wibowo di pengadilan Tipikor Jakarta yang berlokasi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (7/12).

Panitera pengganti kasus tersebut adalah Roma Siallagan, Martin dan Yuris.

“Sudah ditetapkan waktu persidangannya yaitu hari Rabu depan, 13 Desember 2017 penetapannya pukul 09.00 WIB,” tambah Ibnu.

Empat anggota majelis yaitu Frangki Tambuwun, Emilia Djajasubagja, Anwar, dan Ansyori Syaifudin adalah hakim yang sama yang mengadili perkara KTP-el sebelumnya dengan tiga terdakwa lain yaitu mantan direktur jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Irman, mantan direktur pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Kemendagri Sugiharto dan Andi Narogong.

“Justru kalau perkara yang sama di-split itu relatif hakim yang telah menangani perkara tersebut itu dianjurkan kembali menangani seperti itu karena relatif lebih menguasai perkara, kecuali ada hal khusus seperti Pak Jhon Halasan yang sebagai hakim tinggi Pontianak nah diganti langsung oleh ketua pengadilan Pak Dr. Yanto,” tambah Ibnu.

Yanto diketahui adalah mantan ketua pengadilan Negeri Denpasar sebelum ditempatkan di PN Jakarta Pusat.

Terkait perkara ini, putusan Irman dan Sugiharto belum memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht) karena KPK masih mengajukan kasasi atas putusan banding untuk Irman dan Sugiharto.

Pengadilan Tinggi Jakarta menyatakan Irman divonis penjara selama tujuh tahun penjara ditambah denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan dan pembayaran uang penganti sebesar 200 ribu dolar AS dan Rp 1 miliar, sedangkan Sugiharto divonis lima tahun dan denda Rp 400 juta subsider enam bulan kurungan ditambah kewajiban pembayaran uang pengganti sebesar 20 ribu dolar AS dan Rp 310 juta.

Sedangkan Andi Narogong akan menjalani sidang tuntutan hari ini. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
bambang soesatyo

DPR Minta Kemenag Beri Penjelasan Terkait Rekomendasi 200 Mubaligh

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta Kementerian Agama menjelaskan terkait kebijakan mengeluarkan rekomendasi 200 nama mubaligh, agar tidak terjadi keresahan di...
operasi pasar

Bulog Siapkan Operasi Pasar Antisipasi Lonjakan Harga Sembako

TANGERANG, SERUJI.CO.ID - Aparat Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Tangerang, Banten, mempersiapkan operasi pasar (OP) sebagai antisipasi lonjakan harga sembako di pasar tradisional dan pusat...

Fitriani Gagal Rebut Angka Pertama Piala Uber Lawan Malaysia

BANGKOK, SERUJI.CO.ID - Pemain Indonesia Fitriani gagal meraih angka pertama bagi tim putri Indonesia, setelah menyerah kepada Soniia Cheah dari Malaysia 21-10, 17-21, 14-21...
tenaga kerja asing

Terkait Serbuan TKA, Ini Tanggapan Presiden Jokowi

PADANG, SERUJI.CO.ID - Presiden Jokowi menanggapi isu maraknya serbuan tenaga kerja asing khususnya dari China dalam kunjungan kerjanya ke Padang, Senin (21/5), setelah salah...

Dikalahkan Persela Lamongan, Persija Ajukan Protes ke PSSI

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Persija Jakarta secara resmi mengajukan protes resmi kepada Komisi Disiplin PSSI dan PT Liga Indonesia Baru terkait kepemimpinan wasit Annas Apriliandi...