Ketokohan Prabowo Dongkrak Perolehan Suara Pasangan “Asyik”


JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Direktur LSI Network Adjie Alfaraby menilai ketokohan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mempengaruhi perolehan suara pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) pada Pilgub Jawa Barat.

“Pengaruh Prabowo terhadap suara pasangan Asyik membuat lompatannya jauh antara hasil survei terakhir dan perolehan hasil hitung cepat,” kata Adjie di Kantor LSI Network di Jakarta, Rabu (27/6).

Ia mengatakan bahwa strategi pasangan Asyik berhasil untuk menarik asosiasi bahwa mereka didukung Prabowo sehingga berharap ada tambahan elektoral dari pengaruh Ketum Partai Gerindra tersebut.

Menurut dia, berdasarkan survei, pendukung Prabowo loyal terhadap siapa yang didukung Prabowo sehingga pasangan Asyik terus mencoba menegaskan kedekatannya dengan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra tersebut.

“Di debat Pilkada Jabar mereka memunculkan kaus dengan hastag #2019GantiPresiden. Di ruang publik pun banyak selebaran yang mereka coba kuatkan bahwa calon yang didukung Prabowo adalah Asyik,” katanya.

Ia menilai hal serupa juga terjadi di beberapa daerah yang melaksanakan pilkada seperti di Jawa Tengah. Pasangan Sudirman Said-Ida Fauziah yang mampu memotong selisih perolehan suara.

Namun, menurut Adjie, suara Asyik belum mampu melampaui perolehan suara Ridwan Kamil/Uu Ruzhanul Ulum atau Rindu karena kalah persiapan menghadapi kontestasi pilkada.

“Kalau pilkada masih sebulan lagi, mungkin tren Asyik bisa di atas karena saat ini selisih hanya 5 persen antara pasangan tersebut dengan Rindu. Awalnya suara Asyik diperkirakan 20 persen sampai dengan 30 persen. Namun, akhirnya bisa di posisi kedua,” ujarnya.

Dalam hasil hitung cepat LSI Network Pilgub Jabar, pasangan Ridwan Kamil/Uu Ruzhanul Ulum memperoleh suara sebesar 32,99 persen, pasangan Sudrajat/Ahmad Syaikhu memperoleh 28 persen, Deddy Mizwar/Dedi Mulyadi dengan 26,02 persen suara, dan T.B. Hasanuddin/Anton Charliyan memperoleh 12,99 persen suara.

Hasil hitung cepat tersebut juga menunjukkan tingkat partisipasi pemilih pada Pilgub Jabar sebesar 69,21 persen. (Ant/Hrn)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

NKRI Bersyariah dan Ruang Publik Inkusif

Saya sendiri berpendapat bahwa dasar negara Republik Indonesia Pancasila sudah sangat memadai sebagai kesepakatan bersama menuju tatanan bernegara yang demokratik sekaligus mewadahi religiusitas inklusif dari segenap warga negara Indonesia termasuk didalamnya mayoritas ummat Islam.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

close