Keseriusan Polisi Ungkap Pelaku Teror Terhadap Novel Dipertanyakan

2
115
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjutak setelah Apel Akbar KOKAM, di Gresik, Ahad, (7/5) (Foto: Iwan Y/SERUJI)

GRESIK – Lamanya polisi mengungkap pelaku teror terhadap Novel Baswedan membuat Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mempertanyakan keseriusan Kepolisian dalam menangani kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut.

Sebab, kepolisian hingga hari ke-26 belum juga menemukan pelakunya. Anehnya, Kepolisian melalui Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror begitu cepat jika membongkar kasus terorisme.

“Ini khan aneh. Densus begitu mudahnya menangkap teroris dan kemudian bisa sebut jaringannya juga dengan mudah,” kata Dahnil kepada SERUJI seusai memimpin Apel Akbar Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) yang digelar di halaman Stadion Tri Dharma Petrokimia, Gresik, Jawa Timur, Ahad (7/5).

Menurut Dahnil, semestinya kasus ini sudah ada titik terang karena pihak Kepolisian mengaku sudah mengantongi identitas yang diduga sebagai pelaku penyiraman air keras terhadap Novel.

“Ini ada dua orang, kemudian ada CCTV tapi tidak bisa ditangkap, nah ini ada yang aneh,” kata Dahnil.

Oleh karenanya, Dahnil mendesak pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera turun tangan dan membentuk tim independen.

“Ini momentum, bila perlu bentuk tim independen untuk mengusut kasus ini karena kami curiga ada pihak lain yang memang sengaja mengulur dan tidak ingin menangkap penyiram air keras terhadap Novel,” kata Dahnil.

Menurut Dahnil, Presiden harus menunjukkan komitmennya dalam merespons kasus ini.

“Jangan sampai nasib kasus ini menguap begitu saja seperti yang terjadi pada masa pemerintahan sebelumnya,” kata Dahnil.

Sebagai pengingat, pada 8 Juli 2010, Aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW), Tama Satya Langkun, dianiaya oleh dua orang di kawasan Duren Tiga, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Hingga saat ini, pelakunya tidak pernah terungkap.

“Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono, red) dulu tidak bisa menangkap pembacok Tama Langkun. Masak sekarang Pak Jokowi juga tidak bisa temukan. Berarti, apa bedanya dengan SBY,” kata Dahnil.

Sebelumnya diketahui, Novel Baswedan disiram cairan kimia pada 11 April 2017 lalu oleh orang tidak dikenal yang mengendarai motor seusai shalat Subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Dahnil yang juga Dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten berada di Gresik, Jawa Timur dalam rangka memimpin Apel Akbar Nasional KOKAM yang diadakan di halaman Stadion Tri Dharma – Petrokimia Gresik, Gresik, Jawa Timur, pada Ahad (7/5). Apel yang mengambil tema “Apel Menggembirakan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana Nasional” dihadiri ribuan kader KOKAM dari Jawa Timur dan Jawa Tengah.

 

EDITOR: Iwan Y

loading...

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
KPU

Lima Bakal Caleg DPR Ditemukan KPU Merupakan Mantan Koruptor

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyatakan lima bakal calon anggota Legislatif (Bacaleg) DPR yang didaftarkan partai politik merupakan mantan narapidana kasus korupsi. "Berdasarkan...

Fasilitas Tidak Standar di Sukamiskin Dibenarkan Dirjen PAS

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami membenarkan adanya fasilitas bagi narapidana korupsi yang tidak sesuai standar di...
Febri Diansyah

Kalapas Sukamiskin Diketahui Terang-Terangan Minta Mobil dan Uang

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menyatakan Kepala Lapas Sukamiskin Bandung Wahid Husein secara terang-terangan meminta mobil, uang dan sejenisnya...
kpk, komisi pemberantasan korupsi

KPK Temukan Penyalahgunaan Fasilitas Berobat di Sukamiskin

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menemukan dugaan penyalahgunaan fasilitas berobat narapidana dalam proses penanganan kasus di Lapas Sukamiskin Bandung, Jawa Barat. "Kami...

Dugaan Narapidana Sukamiskin Keluar Lapas Sedang Didalami Kemkumham

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kementerian Hukum dan HAM (Kemkumham) mendalami adanya dugaan narapidana korupsi di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, dapat masuk dan keluar lapas dengan...