Keseriusan Polisi Ungkap Pelaku Teror Terhadap Novel Dipertanyakan

2
73
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjutak setelah Apel Akbar KOKAM, di Gresik, Ahad, (7/5) (Foto: Iwan Y/SERUJI)

GRESIK – Lamanya polisi mengungkap pelaku teror terhadap Novel Baswedan membuat Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mempertanyakan keseriusan Kepolisian dalam menangani kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut.

Sebab, kepolisian hingga hari ke-26 belum juga menemukan pelakunya. Anehnya, Kepolisian melalui Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror begitu cepat jika membongkar kasus terorisme.

“Ini khan aneh. Densus begitu mudahnya menangkap teroris dan kemudian bisa sebut jaringannya juga dengan mudah,” kata Dahnil kepada SERUJI seusai memimpin Apel Akbar Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) yang digelar di halaman Stadion Tri Dharma Petrokimia, Gresik, Jawa Timur, Ahad (7/5).

Menurut Dahnil, semestinya kasus ini sudah ada titik terang karena pihak Kepolisian mengaku sudah mengantongi identitas yang diduga sebagai pelaku penyiraman air keras terhadap Novel.

“Ini ada dua orang, kemudian ada CCTV tapi tidak bisa ditangkap, nah ini ada yang aneh,” kata Dahnil.

Oleh karenanya, Dahnil mendesak pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera turun tangan dan membentuk tim independen.

“Ini momentum, bila perlu bentuk tim independen untuk mengusut kasus ini karena kami curiga ada pihak lain yang memang sengaja mengulur dan tidak ingin menangkap penyiram air keras terhadap Novel,” kata Dahnil.

Menurut Dahnil, Presiden harus menunjukkan komitmennya dalam merespons kasus ini.

“Jangan sampai nasib kasus ini menguap begitu saja seperti yang terjadi pada masa pemerintahan sebelumnya,” kata Dahnil.

Sebagai pengingat, pada 8 Juli 2010, Aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW), Tama Satya Langkun, dianiaya oleh dua orang di kawasan Duren Tiga, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Hingga saat ini, pelakunya tidak pernah terungkap.

“Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono, red) dulu tidak bisa menangkap pembacok Tama Langkun. Masak sekarang Pak Jokowi juga tidak bisa temukan. Berarti, apa bedanya dengan SBY,” kata Dahnil.

Sebelumnya diketahui, Novel Baswedan disiram cairan kimia pada 11 April 2017 lalu oleh orang tidak dikenal yang mengendarai motor seusai shalat Subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Dahnil yang juga Dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten berada di Gresik, Jawa Timur dalam rangka memimpin Apel Akbar Nasional KOKAM yang diadakan di halaman Stadion Tri Dharma – Petrokimia Gresik, Gresik, Jawa Timur, pada Ahad (7/5). Apel yang mengambil tema “Apel Menggembirakan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana Nasional” dihadiri ribuan kader KOKAM dari Jawa Timur dan Jawa Tengah.

 

EDITOR: Iwan Y

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

KPU

3 Paslon Pilkada Madiun Penuhi Syarat Kesehatan

MADIUN, SERUJI.CO.ID - Tiga bakal pasangan calon peserta Pemilihan Kepala Daerah Kota Madiun 2018 dinyatakan memenuhi syarat kesehatan setelah melalui serangkaian pemeriksaan di Rumah Sakit...
Sikakap

Mentawai Dijadikan Pusat Pengembangan Perikanan Laut

SIKAKAP, SERUJI.CO.ID - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan memback up kegiatan pengembangan ekonomi Kabupaten Mentawai melalui peningkatan pengembangan perikanan laut yang dipusatkan di Pulau Sikakap,...
Rita widyasari ditahan

KPK Telusuri Perolehan Aset Rita Widyasari

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dan asal perolehan aset dalam penyidikan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan tersangka Bupati Kutai Kartanegara nonaktif...

KPK Dalami Kasus Suap Mantan Ketua DPRD Malang

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - KPK terus mendalami dugaan penerimaan suap dari Pemkot Malang kepada mantan Ketua DPRD Kota Malang Moch Arief Wicaksono yang merupakan tersangka tindak...

“Flight Pass” Pesawat F-16 Warnai Sertijab KSAU

JAKARTA, SERUJI.CO.ID -  "Flight pass" enam pesawat tempur F-16 mewarnai serah terima jabatan (Sertijab) Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) dari Marsekal TNI Hadi Tjahjanto,...
loading...
tweet

Berjilbab Tapi Korupsi, Bukan Najwa Shihab

"Esensi Islam tidak terletak pada Pakaian yg dikenakan tapi pada Akhlak yg dilaksanakan (Gus Dur) Berhijab tp Korupsi, Najwa Sihab tak berhijab dapat Penghargaan Tokoh...
sumber: harianterbit

Peringatan 44 Tahun Peristiwa MALARI: Mengembalikan Reformasi yang Kita Mau

Pada 15 Januari 2018 lalu, bertepatan dengan 44 tahun Peristiwa 15 Januari 1974 yang lebih dikenal dalam catatan sejarah sebagai Peristiwa Malapetaka Lima Belas...

Orang yang Tidak Bisa Dipercaya Selama-lamanya

Apakah kita harus terus menerus berprasangka baik dan mempercayai seseorang? Allah memberi pelajaran penting : ada orang yang tidak bisa dipercaya selamanya, karena bukti-bukti...