Keponakannya Jadi Tersangka KTP-el, Ini Tanggapan Setnov

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Mantan Ketua DPR Setya Novanto menanggapi penetapan keponakannya Irvanto Hendra Pambudi Cahyo yang baru ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara yang sama dengan dirinya yaitu kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan KTP-el.

“Saya mendengar dari media, nanti kita lihat perkembangannya di sidang ya,” kata Setnov sebelum menjalani sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (5/3).

KPK mengumumkan penetapan Irvanto selaku mantan direktur PT Murakabi Sejahtera, salah satu peserta tender KTP-el sebagai tersangka pada 28 Februari 2018 lalu bersama-sama dengan rekan Setnov bernama Made Oka Masagung.

Irvanto diduga sejak awal mengikuti proses pengadaan KTP-el dengan perusahaannya yaitu PT Murakabi Sejahtera dan ikut beberapa kali pertemuan di ruko Fatmawati bersama tim penyedia barang proyek KTP-el.

Ia juga diduga telah mengetahui ada permintaan ‘fee’ sebesar lima persen untuk mempermudah proses pengurusan anggaran KTP-el.

“Enggak ada urusannya dengan saya itu, ya nanti tanya di dalam persidangan,” tambah Setnov.

Setnov mengaku tidak pernah mencampuri urusan bisnis keponakannya.

“Saya sama sekali tidak pernah ikut campur urusan bisnis keponakan saya, terakhir saja mengabari, setelah ada masalah saya baru tahu kalau dia ikut lelang,” ungkap Setnov.

Ia pun meminta agar wartawan menanyakannya langsung kepada Irvanto.

“Yang seperti itu urusannya dia, saya tidak ikut campur, tapi lebih jelas tanya Pak Irvanto saja,” tambah Setnov. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Modernisasi di Sana Dimulai Dengan Pajak Untuk Pria Yang Berjenggot

Para pria dianjurkan tidak berjenggot. Bagi yang bersikeras tetap berjenggot, mereka dikenakan pajak, sesuai dengan status sosial dan profesi.. Lama saya terdiam mengenang tokoh yang begitu terobsesi membaratkan negaranya: Peter the Great. Soal jenggotpun, ia atur.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER