Keluarga Besar NW Minta Polisi Usut Penghinaan Terhadap Gubernur NTB

5
1955
Dr M Zainul Majdi

MATARAM – Berita dugaan pelecehan terhadap Gubernur NTB yang dilakukan oleh salah seorang oknum warga keturunan, sampai juga di telinga keluarga besar Nahdlatul Wathan (NW) di Mataram. Organisasi keagamaan terbesar di NTB ini, pada hari Jum’at (14/4), menyelenggarakan rapat terbatas, di Sekretariat TGB Center, Jalan Langko Nomor 59, Dasan Agung Baru, Kota Mataram, untuk menyikapi isu yang berkembang dan  mulai menggelinding liar di masyarakat.

Rapat terbatas tersebut menghasilkan beberapa poin pernyataan sikap, salah satunya adalah meminta agar kasus pelecehan terhadap ulama yang juga Ketua Umum PBNW tersebut diproses secara hukum, untuk memberikan efek jera kepada pelakunya.

Surat pernyataan permintaan maaf Steven Hadisurya Sulistyo

“Mendesak aparat kepolisian KAPOLDA NTB, KAPOLRI untuk mengusut tuntas kasus pelecehan sekaligus penghinaan yang dilakukan oleh Steven terhadap ulama, Gubernur NTB panutan rakyat Indonesia khususnya Masyarakat NTB sampai selesai agar tidak menjadi kebiasaan yang akan diikuti oleh orang lain pada masa yang akan datang,” demikian bunyi pernyataan itu.

Berikut isi pernyataan sikaf keluarga besar NW secara lengkap yang diterima SERUJI, hari ini;

Melihat semakin berkembang dan menyebarnya berita terkait dengan kasus penghinaan terhadap TGB Dr M Zainul Majdi oleh seorang pengusaha muda bernama Steven Hadisurya Sulistyo maka, hari ini, Jum’at, 14 April 2017 segenap keluarga besar Nahdlatul Wathan mengadakan rapat terbatas di TGB Center Mataram untuk merumuskan pernyataan sikap terhadap kasus tersebut.

Adapun isi dari pernyataan sikap resmi dari Nahdlatul Wathan tersebut adalah:

1. Mengutuk keras pengihinaan Steven Hadisuryo Sulistiyo warga keturunan kepada ketua umum Dewan Tanfidziyah PBNW yang sekaligus Gubernur NTB TGB Dr. KH Muhammad Zainul Majdi apalagi penghinaanya bersamaan dengan menghina pribumi dan warga Indonesia.

2. Mendesak aparat kepolisian KAPOLDA NTB, KAPOLRI untuk mengusut tuntas kasus pelecehan sekaligus penghinaan yang dilakukan oleh Steven terhadap ulama, Gubernur NTB panutan rakyat Indonesia khususnya Masyarakat NTB sampai selesai, agar tidak menjadi kebiasaan yang akan diikuti oleh orang lain pada masa yang akan datang.

3. Indonesia harus bebas dari rasis dan tidak boleh satupun dan siapapun dia yang dibiarkan bebas hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika harga mati.

4. Gubernur NTB selama hampir 10 tahun menjadikan NTB sangat aman dan sikap toleransi antar ummat menjadi prioritas utama sehingga hampir tidak pernah terjadi riak-riak dan saling melecehkan antar kelompok dan etnis. NTB menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi semua etnis hidup berdampingan dan tidak pernah saling ganggu.

5. Keluarga besar NW NTB mendukung dan menyatakan sikap untuk menjaga marwah bangsa Indonesia ini dan Indonesia harus bebas dari RASIS.

 

EDITOR: Arif R

Komentar

BACA JUGA
Jiwa Seni Puti Guntur

Bertemu Seniman, Puti Soekarno Berkisah Tentang Jiwa Seni Kakek dan Keluarganya

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jatim nomor urut dua, Puti Guntur Soekarno bertemu dengan kalangan seniman yang tergabung Forum Masyarakat Seni Indonesia (Formasi)...
Relawan Gus Ipul

60 Kelompok Relawan Siap Menangkan Gus Ipul-Puti

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 60 kelompok relawan pendukung calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf-Puti Guntur siap memenangkan paslon tersebut di kontestasi Pilgub 2018. Para...
Mediator kesehatan

Mediator Kesehatan Diharapkan Mampu Memediasi Perselisihan di Bidang Kesehatan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya bersama Jimly School of Law and Goverment berupaya mengembangkan profesi mediator kesehatan. "Ini dinilai penting sebagai upaya...
buku Boko Haram

Bedah Buku Boko Haram: Indonesia Harus Belajar Pengalaman Nigeria

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Peneliti Centre For Statecraft and Citizenship Studies (CSCS) Universitas Airlangga, Rosdiansyah menangkap pesan utama dari buku “BOKO HARAM: The History of...
persiba

Persiba Gagal Bendung Ketangguhan Sriwijaya FC

BALIKPAPAN, SERUJI.CO.ID - Tuan rumah Persiba Balikpapan gagal membendung ketangguhan Sriwijaya FC dan menyerah 0-1 pada pertandingan babak penyisihan Grup B turnamen Piala Gubernur Kalimantan...
loading...
Screenshot_20180115_194046

PKS Optimis Peroleh 5 Kursi DPRD Pasaman Barat pada Pileg 2019

SIMPANG EMPAT – PKS optimis lima kursi DPRD Kabupaten Pasaran Barat akan diperolehnya pada pileg 2019. Hal ini disampaikan oleh Fajri Yustian Ketua Tim...
images (5)

Garis 7: Sesat Nalar

Analogi adalah sebuah cara otak untuk memahami sesuatu. Analogi mirip dengan perumpamaan. Jika ada orang yang bertanya bagaimana cara membuat jelly, maka paling mudah...
IMG_20180224_110625_530

Mencari Logika di Balik Kasus Tuduhan ke Habib Rizieq Shihab

Habib Rizieq Shihab (RHS) juga ditetapkan sebagai tersangka, setelah sebelumnya FH dijerat pasal pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. RHS bahkan...