Jumlah Surat Keterangan Penduduk Naik Drastis, Tim Anies Minta Data Dibuka

JAKARTA – Wakil Ketua Tim Pemenangan pasangan calon gubernur -calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga Anies Baswedan- Sandaiaga Uno, Muhammad Taufik meminta Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil Jakarta membuka data surat keterangan yang digunakan pemilih pada pemungutan suara 19 April 2017. Permintaan ini dilakukan karena surat keterangan atau suket di Pilkada putaran kedua meningkat cukup tajam yaitu mencapai 138.741 lembar.

“Kami minta data suket dibuka by name by addres. Karena kenaikan mencapai 138.741 lembar, sangat mencurigakan kenaikannya,” kata Taufik dalam konferensi pers di Posko Pemenangan Anies-Sandi, Jalan Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (16/4).

Alasan Timses Anies-Sandi meminta dibuka by name by addres agar bisa dilakukan pengecekan secara random kebenaran suket yang dikeluarkan, karena terbatasnya waktu menjelang hari pencoblosan.

Taufik mengatakan, akibat pembuatan suket yang tidak diperketat maka dapat menjadi “pintu masuk” kecurangan dengan modus penggelembungan suara.

Untuk mengantisipasi kecurangan dan penyalahgunaan suket, Taufik meminta agar pemilih yang membawa suket diharuskan menyertakan kartu keluarga. Selain itu, pengguna suket haruslah warga asli dimana TPS berada, bukan orang luar.

“Masa suket Menteng dipakai di Tanjung Priok. Itu tidak boleh. Makanya kami anggap bermasalah,” kata Taufik.

Taufik juga mengimbau seluruh pihak yang terkait Pilkada Jakarta, agar melaksanakan Pilkada secara bersih untuk memenangkan pertarungan di putaran kedua.

Berdasarkan data Disdukcapil Pemprov DKI Jakarta, suket periode Oktober 2016 hingga 13 April 2017, naik signifikan mencapai 138.741. Jumlah tersebut secara rinci Kepulauan Seribu 110, Jakarta Pusat 9.043, Jakarta Utara 25.962, Jakarta Barat 34.605, Jakarta Selatan 26.193, dan Jakarta Timur 42.828.

Pada Pilkada putaran pertama, suket hanya sejumlah 84.591 dengan jumlah per wilayah; Kepulauan Seribu 84, Jakarta Pusat 5.667, Jakarta Utara 14.188, Jakarta Barat 23.230, Jakarta Selatan 16.226, dan Jakarta Timur 25.196.

 

EDITOR: Iwan S

6 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER