Jokowi: Selama 4,5 Tahun Difitnah Saya Diam, Hari Ini Saya Akan Lawan !

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID – Calon Presiden (capres) nomor urut 01, Jokowi menghadiri deklarasi dukungan dari alumni berbagai lembaga pendidikan di Yogyakarta yang tergabung dalam ‘Alumni Jogja SATUkan Indonesia’, di stadion Kridosono, Sabtu (23/3).

Dalam acara deklarasi yang dihadiri sekitar 30 ribu alumni tersebut, Jokowi menyampaikan selama 4,5 tahun menjabat sebagai Presiden Indonesia banyak fitnah yang ditujukan kepada dirinya.

Selama 4,5 tahun itu juga, kata Jokowi, ia hanya diam, bahkan saat ada pihak-pihak yang menghina dan menghujatnya.

“(Selama) 4,5 tahun saya difitnah-fitnah, saya diam. Dijelek-jelekin saya juga diam. Dicela, direndah-rendahkan saya juga diam. Dihujat-dihujat-hujat, dihina-hina saya juga diam,” kata Jokowi yang hadir bersama istrinya, Iriana Jokowi.

Ditegaskan oleh Jokowi, bahwa jika selama ini ia diam, maka saat ini tidak lagi, ia akan melawan semua fitnah-fitnah dan hinaan tersebut.

“Tetapi hari ini di Jogja saya sampaikan saya akan lawan,” tegas Jokowi yang disambut terikan puluhan ribu pendukungnya, “lawan, lawan, lawan”.

Disampaikan juga oleh Jokowi, bahwa ia akan melawan segala fitnah tersebut bukan untuk dirinya, tapi untuk kepentingan negara.

“Ingat sekali lagi, akan saya lawan. Bukan untuk diri saya tapi untuk negara,” tukasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga membantah tudingan berbagai pihak yang menyebut dirinya antek asing.

“Tudingan saya antek asing, perlu saya sampaikan tahun 2015 yang namanya Blok Mahakam dikelola 50 tahun oleh Impact dan Total dari Jepang sudah kita ambil 100 persen. Saya tak cerita saat itu, tapi dituding terus antek asing,” ujar Jokowi.

Disampaikan juga oleh Jokowi, bahwa dalam era pemerintahannya Blok Rokan yang sebelumnya dikelola Cevron dari Amerika saat ini sudah dikelola 100 persen oleh Pertamina.

“Saya diam saja tetap masih dituding antek asing. Tapi sekarang dihadapan warga Jogja saya akan lawan,” pungkasnya.

Editor:Hrn

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Penegakan Hukum Yang Kaya Kezaliman dan Miskin Rasa Keadilan

Bercermin kepada praktek penegakan hukum di Indonesia beberapa tahun tarakhir, khususnya di era Rezim Pemerintahan saat ini, tentunya kita melihat banyaknya praktek-praktek penanganan kasus hukum yang masih jauh dari apa yang diharapkan.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER