close

Jokowi Klaim Dalam 4,5 Tahun Tak Ada Konflik Pembebasan Lahan, Tapi Data Berkata Sebaliknya

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Calon Presiden (capres) nomor urut 01, Jokowi dalam acara Debat Capres putaran kedua menegaskan pada capres nomor urut 02, Prabowo Subianto bahwa selama pemerintahannya yang telah berjalan 4,5 tahun hampir tidak ada konflik soal pembebasan lahan.

“Kemudian untuk ganti rugi, mungkin Pak Prabowo sudah bisa melihat, 4,5 tahun ini hampir tidak ada terjadi konflik pembebasan lahan,” kata Jokowi yang juga petahana ini dalam sesi debat mengenai isu infrastruktur yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad (17/2) malam.

Menurut Jokowi, tidak adanya konflik tersebut karena saat ini pemerintah menerapkan ganti untung, bukan ganti rugi.

“Karena tidak ada ganti rugi, yang ada ganti untung. Karena porsi dari cost of land acquisition, biaya pembebasan lahan itu kecil sekali porsinya, 2,3 persen. Kenapa tidak ditingkatkan menjadi 4 atau 5 persen. Itulah yang saya perintahkan kepada seluruh kontraktor jalan, agar porsi pembebasan lahan itu diberi angka yang jauh lebih besar, sehingga tidak terjadi konflik di masyarakat,” tukas Jokowi.

KPA Ungkap Berbagai Konflik Agraria Sepanjang Pemerintahan Jokowi-JK


Data Konsorsium Pembaharuan AGraria yang mengungkap konflik agraria sepanjang 2018.

Namun, dari hasil penelusuran SERUJI berdasarkan data yang disampaikan Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA) dalam catatan akhir tahun 2018, faktanya berbeda.

Dalam laporan yang disajikan KPA tersebut, sepanjang tahun 2018 saja telah terjadi konflik agraria sedikitnya sebanyak 410 kejadian, dengan luasan wilayah konflik mencapai 807.177,613 hektar dan melibatkan 87.568 kepala keluarga (KK) di berbagai provinsi di Indonesia.

Menurut catatan KPA, selama 4 tahun pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla, dari 2014 hingga akhir 2018, secara akumulatif telah terjadi sedikitnya 1.769 letusan konflik agraria.

Data KPA: 4 Persen dari Total Konflik Agraria Tahun 2018 Terkait Infrastruktur

Data KPA jumlah konflik agraria berdasarkan luas lahan persektor tahun 2018.

Dari 410 konflik yang terjadi sepanjang tahun 2018, KPA mencatat sebanyak 16 konflik atau 4 persen adalah terkait dengan proyek infrastruktur.

Luas lahan konflik agraria di sektor pembangunan infrastruktur sebesar 4.859,32 hektar, atau sebesar 1 persen dari luasan seluruh lahan konflik sepanjang 2018 seluas 807.177,613 hektar.

Salah satu konflik agraria terkait proyek infrastruktur yang diungkap dalam catatan KPA adalah pembangunan Bandara Kertajati di Jawa Barat.

Proyek Pembangunan Badara Kertajati Salah Satu Konflik Agraria di Sektor Infrastruktur

Bandara Kertajati.

Dalam laporannya KPA menyampaikan, di balik kemegahan Bandara Kertajati yang diproyeksikan terluas dan moderrn ini, publik banyak yang tidak mengetahui ada ribuan warga desa telah menjadi ‘tumbal’. Salah satunya, Desa Sukamulya, yang terkena dampak buruk dari proyek strategis nasional ini.

“Proyek infrastruktur sejak jaman SBY yang dilanjutkan oleh Jokowi ini telah melenyapkan
10 desa,” ungkap KPA.

Desa Sukamulya memilih bertahan hingga kini, sebagian warganya menyerah dan terpaksa melepaskan tanahnya, sebagian besar lagi memilih menolak digusur.

“Berbagai cara telah ditempuh warga, mengadukan ke semua kementerian dan lembaga terkait, hingga aksi dan bentrok dengan pemerintah dan kepolisian (2016 – 2017),” tulis laporan KPA.

Kabar terakhir dari kesaksian warga, sebuah monumen dijanjikan akan dibangun sebagai bagian dari ganti kerugian tanah-tanah warga yang telah lepas.

“Monumen tersebut akan mencantumkan daftar nama-nama masyarakat desa yang terdampak proyek. Sungguh ironis cara Negara menghormati hak-hak rakyat atas tanah dan kampungnya,” kata KPA dalam laporannya soal konflik pembangunan Bandara Kertajati.

Editor:Hrn

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Puasa: Detoksifikasi Dalam Kehidupan Bergelimang Racun

Penelitian juga menunjukkan bahwa pada saat puasa kadar DDT didapatkan meningkat dalam feses, urin dan keringat mereka yang sedang berpuasa. Ini lah salah satu manfaat utama puasa dalam bidang kesehatan, detoksifikasi, purifikasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Pasca Kericuhan 22 Mei, Polda Bali Laksanakan Razia Stasioner

DENPASAR, SERUJI.CO.ID - Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Bali melaksanakan...

Tiga Buruh Bangunan Jatuh ke Sungai, Satu Ditemukan Tewas

SUKABUMI, SERUJI.CO.ID - Tiga buruh bangunan yang sedang memasang...

Polres Surakarta Selidiki Kasus Penganiayaan Yang Sebabkan Korban Tewas

SOLO, SERUJI.CO.ID - Polres Kota Surakarta masih melakukan menyelidikan...

MK Tetap Terima Kelengkapan Data Gugatan Pemilu Meski Libur

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Mahkamah Konstitusi (MK) tetap menerima data...

Polres Kapuas Bentuk Tim Dalami Kasus Keracunan Massal

KUALA KAPUAS, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Resor Kapuas, Kalimantan Tengah,...

Polisi Masih Tutup Jalan di Depan KPU RI

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Jalan Imam Bonjol mengarah Jalan HOS...

TERPOPULER

Viral: Video Prajurit TNI AD Cegah Polisi Keroyok Peserta Aksi 22 Mei

Diduga video tersebut terkait dengan peristiwa unjuk rasa 22 Mei yang berlangsung di Jakarta, namun tidak diketahui dimana lokasi video tersebut diambil.

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi