Jika Tetap Dukung Ahok, Forum Penyelamat PPP Akan Lengserkan Bupati Pandeglang

4
1154
Tumpukan bendera PPP dan poster bergambar Dimyati Natakusuma yang dibakar massa aksi.

PANDEGLANG – Kecewa atas dukungan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kepada pasangan Calon Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), ratusan kader PPP yang tergabung dalam Forum Penyelamat PPP Banten mengadakan aksi unjuk rasa di depan Pendopo Bupati Kabupaten Pandeglang. Kamis, (13/4).

Dalam aksinya massa membakar bendera PPP dan sejumlah poster bergambar Dimyati Natakusuma Sekretaris Jenderal PPP kubu Djan Faridz.

“Kami kecewa dengan PPP yang memberi dukungan kepada Ahok,” ucap Ilyas salah satu korlap aksi dalam orasinya.

Ketua Forum Penyelamat PPP Banten, Muhammad Roup menyampaikan bahwa aksinya tersebut didasari atas kekecewaan karena PPP telah resmi mendukung Ahok-DJarot dalam pilkada Jakarta putaran kedua yang akan dilaksanakan Rabu, 19 April mendatang.

“Kami kecewa sekali, kami tidak mau PPP, partai yang berlambang Ka’bah dan jelas-jelas membawa misi Islam dalam perjuangannya, mendukung Ahok yang secara sah dimata hukum telah melakukan penistaan agama,” katanya saat diwawancara.

Roup juga menambahkan, bahwa aksi tersebut sengaja dilakukan didepan pendopo Bupati Pandeglang dengan harapan Bupati Pandeglang, Irna Narulita yang merupakan kader PPP dan sekaligus istri dari Dimyati Natakusuma bisa menyampaikan kepada pimpinan PPP Pusat agar mencabut dukungan partainya tersebut kepada Ahok.

“Bupati kita kan kader PPP sekaligus istri dari salah satu petinggi PPP Pusat, maka kami mengharapkan sekali ibu Irna nanti bisa berkomunikasi baik dengan suaminya maupun dengan pimpinan di pusat supaya mencabut dukungannya terhadap Ahok,” jelas Roup.

Selain membakar bendera PPP dan poster bergambar Dimyati Natakusuma, massa aksi juga membagikan selebaran yang berisi beberapa tuntutan kepada PPP Pusat.

Diantaran tuntutan peserta aksi adalah meminta PPP mencabut dukungannya kepada Ahok si Penista Agama, dan jika tidak mencabut dukungan maka meminta PPP dibubarkan. Pengunjuk rasa dengan tegas akan mengusir Dimyati dari Kota Seribu Ulama Sejuta Santri, jika tetap mendukung Ahok si Penista Agama dan akan lengserkan Bupati Irna.

Sementara, hingga berita ini diterbitkan belum ada pernyataan resmi dari pimpinan baik dari pimpinan PPP Pandeglang maupun PPP Banten.

Selebaran yang dibagikan massa aksi yang berisi tuntutan kepada Pimpinan PPP Pusat kubu Djan Faridz.

 

EDITOR: Arif R

loading...

4 KOMENTAR

  1. Hmmmm……enakan di apa kan ya PPP ini…. Dulu….dulu sekali, saya pernah jadi kadernya. Tapi kalo cuacanya begini, mending PPP dibubsrin aja. Walaupun sebenarnya saya tdk ikhlas kalo dibubarin. Tapi ya mau apalagi….
    Atau penggede² PPP yang di pusat suruh cabut dukungan ke ahog, kalo masih pengin selamat di Pandeglang dan Banten.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Arus Balik di Bandara Sultan Mahmud Badarudin Melonjak

PALEMBANG, SERUJI.CO.ID - Pengguna jasa angkutan udara di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badarudin II Palembang, Sumatera Selatan pada arus balik tiga hari setelah Hari Raya...
Kecelakaan

Mobil Dinas Bawa 10 Penumpang Masuk Jurang

PARIGI, SERUJI.CO.ID - Salah satu mobil dinas milik Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Tengah masuk ke jurang di kilometer 11 ruas Toboli-Tawaeli, Kabupaten Parigi Moutong,...
Orang tenggelam

Pengunjung Dilarang Berenang di Pantai Mukomuko

MUKOMUKO, SERUJI.CO.ID -  Warga yang berkunjung ke objek wisata pantai dan danau di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, pada libur Idul Fitri 1439 hijriah diimbau tidak...
tenggelam

Dua Wisatawan Hilang Tenggelam di Laut Selatan Sukabumi

SUKABUMI, SERUJI.CO.ID -  Dua wisatawan yang tengah berlibur di laut selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat di dua lokasi berbeda hilang tenggelam saat sedang berenang bersama...

Trump Tegaskan Tidak Akan Biarkan Amerika Jadi Kamp Migran

WASHINGTON, SERUJI.CO.ID -  Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Senin (18/6) bahwa dia tidak akan membiarkan AS menjadi "kamp migran" saat pemerintahannya menghadapi rentetan...