Jaksa Konfirmasi Saksi Terkait Penggeledahan Kantor Fredrich

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengkonfirmasi soal proses penggeledahan oleh tim KPK di kantor Yunadi and Associates kepada Achmad Rudyansyah, mantan staf Fredrich Yunadi.

Jaksa Roy Riady menanyakan kepada Rudyansyah soal dokomen yang berserakan saat proses penggelahan oleh tim KPK di kantor Yunadi and Associates, Jakarta.

“Kan terdakwa posisi tidak di kantor, datanglah segerombolan KPK untuk melakukan penggeledahan,” kata Rudyansyah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (12/4).

Rudyansyah menjadi saksi dalam sidang merintangi penyidikan perkara korupsi KTP-el dengan terdakwa Fredrich Yunadi.

Baca juga: Saksi Ungkap Pergantian Nama Fredrich Yunadi

Dalam perkara ini, Fredrich didakwa bekerja sama untuk menghindarkan Ketua DPR Setya Novanto untuk diperiksa KPK dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi KTP-el.

Namun, Jaksa Roy sempat menegur karena saksi Rudyansyah menyebut kata “segerombolan” terhadap tim yang menggeledah di kantor Yunadi and Associates.

“Keterangan saksi bilang “segerombolan” penyidik untuk melakukan pengeledahan. Mohon catat yang mulai kalau saksi bicara segerombolan agak keberatan ini mohon dicatat,” ucap Jaksa Roy.

Rudyansyah pun menyatakan bahwa saat proses penggeledahan itu, tim KPK menunjukan surat perintah dan juga memperkenalkan diri.

“Didampangi penguasa di tempat yang berada di situ?,” tanya Jaksa Roy.

Baca juga: Saksi Sebut Benjolan Setnov Adalah Lelucon

“Pada saat izin sama saya, saya bukan pemilik kantor ini dan saya bukan kuasa hukum terdakwa, saya tidak punya hak. Waktu itu saya telepon terdakwa apakah saya izinkan tempat pengeladahan. Kalau saya izin, saya salah pak, kan saya cuma pekerja yang dibayar,” ucap Rudyansyah.

Saat penggeledahan oleh tim KPK itu, menurut dia, banyak dokumen yang berserakan.

“Semua meja kami itu diacak-acak semua, jadi seluruh data itu sudah tidak tahu ke mana. Saya bahkan pernah mengajukan permohonan langsung pada saat pengeledahan itu saya bilang boleh saja disita tetapi saya meminta copy-nya,” ujarnya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Diserbu Penumpang, Tarif Kapal Pelni Kendari-Jakarta Hanya Rp529 Ribu

Kebetulan harga tiket kapal laut milik Pelni masih relatif murah. Untuk penumpang dewasa dari Kendari hingga Tanjung Priuk, Jakarta Utara hanya dibanderol Rp529 ribu, termasuk tiket kapal super ekspres Jetliner Kendari-Baubau hanya Rp100 ribu perpenumpang.

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.