Golkar Jatim Siap Kawal Setya Novanto Memimpin Sampai Akhir Jabatan

0
59
Sahat Tua Simanjuntak
Sekrestaris DPD Partai Golkar Sahat Tua Simanjuntak. (Foto: Setya/SERUJI)

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Sekretaris DPD Partai Golkar Tingkat I Jatim Sahat Tua Simanjuntak menegaskan bahwa DPD Partai Golkar Jatim tetap mendukung penuh Partai Golkar dengan Ketua Umum Setya Novanto (Setnov) meski saat ini ditetapkan kembali sebagai tersangka oleh KPK dalam pengungkapan kasus KTP-el.

“Sesuai hasil rakerda 2017 lalu yang dihadiri seluruh 38 DPC se-Jatim bahwa DPD Partai Golkar Jatim tingkat I mendukung kepemimpinan Partai Golkar dibawah Setnov sampai akhir masa jabatannya 2019 mendatang,” ungkap Sahat saat ditemui SERUJI di kantornya, Senin (13/11).

Sahat mengatakan status tersangka yang disandang Setya Novanto tidak akan mempengaruhi kinerja.

”Konsolidasi Partai Golkar di daerah tetap berjalan, meski sang Ketum sedang menjalani proses hukum dalam kasus KTP-el,” jelasnya.

Soal adanya desakan untuk digelar Munaslub, Sahat Tua Simanjuntak mengatakan bahwa pihaknya tidak setuju dengan keinginan Munaslub untuk melengserkan Setnov sebagai Ketum Golkar.

“Kembali saya tegaskan kami tetap loyal terhadap Setnov sampai masa jabatannya berakhir,” pungkas pria yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jatim ini.

Diketahui, Setya Novanto telah ditetapkan kembali menjadi tersangka kasus dugaan korupsi KTP-elektronik (KTP-el) pada Jumat (10/11).

Setya Novanto selaku anggota DPR RI periode 2009-2014 bersama-sama dengan Anang Sugiana Sudihardjono, Andi Agustinus alias Andi Narogong, Irman selaku Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri dan Sugiharto selaku Pejabat Pembuat Komitment (PPK) Dirjen Dukcapil Kemendagri dan kawan-kawan diduga dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu koporasi, menyalahgunakan kewenangan kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan sehingga diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara atas perekonomian negara sekurangnya Rp 2,3 triliun dari nilai paket pengadaan sekitar Rp 5,9 triliun dalam pengadaan paket penerapan KTP-el 2011-2012 Kemendagri.

Setya Novanto disangkakan pasal 2 ayat 1 subsider pasal 3 UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP atas nama tersangka.

Sebelumnya Ketua Umum Partai Golkar itu juga pernah ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus proyek KPK-el pada 17 Juli 2017 lalu. Namun Pengadilan Negeri Jakarta Selatan melalui Hakim Tunggal Cepi Iskandar pada 29 September 2017 mengabulkan gugatan praperadilan Setya Novanto sehingga menyatakan bahwa penetapannya sebagai tersangka tidak sesuai prosedur. (Setya/SU02)

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama