Jadi Cawapres, Polisi Tunda Penyelidikan Kasus Yang Diduga Libatkan Sandiaga Uno


JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kepolisian menunda penyelidikan kasus yang diduga melibatkan Sandiaga Uno terkait laporan dugaan penggelapan dan penipuan penjualan lahan aset perusahaan bernama PT Japirex.

Kepolisian, dalam hal ini penyidik Polda Metro Jaya melakukan penundaan karena Sandiaga ikut dalam pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sebagai calon Wakil Presiden (cawapres) mendampingi calon Presiden (capres) Prabowo Subianto.

Baca juga: Pilih Berhenti Daripada Manfaatkan Fasilitas Cuti, Ini Alasan Sandiaga Uno

“Penyelidikan menunggu selesai pemilu,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Kamis (16/8).

Hal tersebut, kata Argo, sesuai dengan perintah Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian kepada seluruh jajaran kepolisian untuk menunda penanganan kasus yang melibatkan para pasangan capres-cawapres.

Argo juga menegaskan, dengan penundaa tersebut, maka penyidik Polda Metro Jaya tidak akan mengagendakan pemeriksaan terhadap saksi terkait laporan polisi yang melibatkan Sandiaga tersebut.

Baca juga: Resmi, Koalisi Sepakat Sandiaga Uno Sebagai Cawapres Prabowo

Sebelumnya, seorang pengusaha Edward Soeryadjaya melalui pengacaranya Fransiska Kumalawati Susilo kembali melaporkan Sandiaga Uno terkait dugaan penipuan, penggelapan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) ke Polda Metro Jaya, dengan Laporan Polisi Nomor: LP/3356/VI/PMJ/Dit.Reskrimum tertanggal 27 Juni 2018.

Tercantum pada laporan polisi itu korban bernama Edward Soeryadjaya mengalami kerugian material senilai Rp20 miliar.

Diketahui, Fransiska juga pernah melaporkan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu terkait penggelapan dan penipuan atas penjualan lahan tanah yang merupakan aset perusahaan di Kabupaten Tangerang Banten.

Baca juga: Dilaporkan Terkait Dugaan Mahar, Sandiaga Siap Diklarifikasi Bawaslu

Fransiska menyebutkan kliennya Edward pernah menjadi rekan bisnis Sandiaga pada salah satu perusahaan yang berkantor di kawasan Jakarta Pusat. Edward menurut Fransiska menitipkan pengelolaan PT Japirex secara lisan kepada Sandiaga.

Kemudian, Sandiaga tanpa sepengetahuan Edward, mengalihkan saham perusahaan sebanyak 40 persen dari pengusaha berinisial JN menjadi milik pribadi pada 17 Mei 2017 berdasarkan Akta Notaris Nomor 32 tertanggal 22 November 2001.

Sandiaga melikuidasi dua sertifikat lahan tanah seluas 6.175 meter yang merupaka aset PT Japirex kepada pengusaha berinisial HIH alias Ho sekitar 2012. Padahal diungkapkan Fransiska, pemilik awal lahan itu atas nama DH namun uang penjualan lahan itu tidak dikembalikan. (Hrn)

25 KOMENTAR

Comments are closed.

ARTIKEL TERBARU

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Mengapa Riset di Indonesia ‘Mandul’? Belajar dari Thomas Edison-GE

Mengapa riset di perguruan tinggi kita mandul? Mengapa hanya menghasilkan dokumen  di rak-rak perpustakaan atau link internet yang hanya dibaca secara terpaksa oleh para mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi? Simak jawabannya di sini

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

close