Inilah Pembagian Zona dan Waktu Kampanye Terbuka Pilpres 2019

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah menetapkan Kampanye Terbuka dilakukan selama 21 hari, yakni sejak 24 Maret hingga 13 April 2019.

Guna menghindari peristiwa tidak diinginkan selama kampanye terbuka, mengingat melibatkan ribuan hingga puluhan ribu massa dalam satu waktu, maka KPU telah menetapkan pembagian zona kampanye.

Kampanye Terbuka Dibagi Atas 2 Zona

Capres nomor urut 01, Jokowi saat kampanye terbuka perdana di Serang, Banten, Ahad (24/3/2019). (foto:istimewa)

KPU telah membagi kampanye terbuka ke dalam dua zona yakni zona A dan zona B.

Masing-masing zona terdiri dari 17 provinsi. Provinsi yang masuk Zona A, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku dan Papua.

Provinsi yang masuk Zona B, yakni Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Bali, NTB, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Maluku Utara dan Papua Barat.

Jadwal Kampanye Capres-Cawapres di Masing-Masing Zona

Dalam pengundian, pasangan nomor urut, 01, Jokowi-KH Ma’ruf memeroleh kesempatan memulai kampanye akbar perdana di zona B. Sedangkan paslon nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga di Zona A.

Kedua pasangan capres-cawapres akan bertukar zona kampanye setiap dua hari sekali.

Adapun bagi partai pengusung dan pendukung akan berkampanye mengikuti zona capres-cawapres yang diusung atau didukungnya.

Editor:Hrn

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.