HNW: Bendera La ilaha illallah di Reuni 212 Bukan Milik HTI

0
420
  • 58
    Shares
Hidayat Nur Wahid
Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid, di lapangan Monas, Jakarta, Sabtu (2/12/2017). (Foto: Achmad/SERUJI)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) menyatakan bendera bertuliskan lafadz Laa illaha illallah bukanlah milik salah satu organisasi kemasyarakatan, seperti Hizbut Tahrir Indonesia. Hal itu disampaikan HNW menjawab pertanyaan wartawan dan melihat puluhan bendera Tauhid yang berkibar dalam aksi Reuni Alumni 212 di Lapangan Monas, Jakarta (2/12).

“Bendera La illaha illallah bukan milik HTI. Bendera la illaha ilallah juga bukan bendera kelompok manapun. Tapi bendera Rasulullah,” tegas HNW, di lapangan Monas, Jakarta, Sabtu (2/12).

Menurut HNW‎, Indonesia adalah negara hukum. Apabila HTI merasa diperlakukan tidak adil, bisa menempuh jalur hukum.

Reuni Alumni 212
Reuni Alumni 212 yang digelar di lapangan Monas dan sekitarnya, Sabtu (2/12/2017). (Foto: Istimewa)

Seperti diberitakan sebelumnya, Rabu (19/7) lalu, pemerintah membubarkan Ormas HTI. Pembubaran diumumkan Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum, Kemenkum HAM. Pembubaran HTI merupakan ormas pertama yang dibubarkan melalui Perppu Ormas nomor 2 tahun 2017.

Pemerintah beranggapan HTI dapat mengancam keutuhan negara karena memiliki paham dan tindakan yang bertentangan dengan Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. HTI sendiri merupakan bagian dari jaringan global Hizbut Tahrir yang didirikan oleh mantan hakim Yerusalem dan Yordania, Taqiyuddin an Nabhani pada Maret 1953 di Palestina.

Di Indonesia sepak terjang HTI dimulai sejak pertemuan pemilik pesantren Al Ghazali, Bogor, Abdullah bin Nuh dengan Aktivis HTI Libanon Abdurrahman Al Baghdadi pada 1980-an. HTI sendiri muncul di muka publik seiring dengan kebebasan berpendapat pasca-reformasi. Dan pada 2002, untuk pertama kalinya, mereka menyerukan kekhilafahan Islam di Jakarta.

Merespon pembubaran oleh pemerintah itu, HTI kemudian menggugat ke PTUN. Sebab, HTI merasa tidak pernah melanggar hukum Indonesia. (Achmad/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU