Hingga Kini Bantuan Masih Minim, Camat Cigeulis “Curhat” ke Presiden PKS

PANDEGLANG, SERUJI.CO.ID – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mohamad Sohibul Iman bersama Sekjen PKS, Mustafa Kamal dan Bendahara Umum PKS, Mahfudz Abdurrahman meninjau lokasi bencana tsunami di Desa Banyu Asih, Kecamatan Cigeulis, Pandeglang, Senin (31/12) kemarin.

Dalam lawatannya, didampingi oleh Ketua DPW PKS Banten, Miptahuddin, Sohibul Iman memberikan bantuan logistik kepada para pengungsi korban bencana tsunami Selat Sunda yang diterima langsung oleh Camat Cigeulis, H. Kosasih.

“Mudah-mudahan kehadiran kami di sini macam magnet. Walau kami tidak memiliki bantuan untuk menyelesaikan semua persoalan, mudah-mudahan bantuan ini yang kami berikan bisa meringankan beban masyarakat di sini,” ujar Sohibul saat mengunjungi Kampung Kalapa Koneng, Cigeulis, Pandeglang.

Dalam kesempatan itu, H. Kosasih mengeluhkan sedikitnya bantuan yang turun di kecamatannya. Padahal, warganya yang menjadi korban cukup banyak dan parah.

Baca juga: Gerak Cepat, PKS Turunkan 620 Relawan dan Salurkan Bantuan ke 12.820 Korban Tsunami

Ia pun mengapresiasi gerak cepat relawan PKS sejak hari pertama bencana menyambangi warga di kecamatan Cigeulis. Hingga hari ini, relawan PKS masih bekerja membersihkan puing-puing dan sampah yang terbawa arus laut.

“Sampai sekarang, bapak lihat, begitu banyak (orang datang) ke wilayah Sumur, begitu sedikit yang kesini. 40 rumah hancur, bekas-bekas sampah berserakan terbawa arus. Korban ada 12 di kecamatan Cigeulis, luka berat ada 20 orang, luka ringan ada 40 orang. Alhamdulillah, PKS sangat peduli dengan kecamatan kami. Semoga Allah yang bisa membalas,” ungkap Kosasih.

Diketahui, hingga saat ini PKS telah menurunkan sekitar 620 orang relawannya pada musibah Tsunami Selat Sunda. Selain membantu evakuasi korban, mendirikan posko dan distribusi logistik, PKS telah mendirikan rumah contoh yang rencananya akan dijadikan hunian sementara (huntara) bagi korban. (ARif R)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pendidikan Untuk Merdeka

Pada saat pemimpin Jepang sudah memvisikan sebuah masyarakat baru Society 5.0, apakah kita saat ini, sebagai bangsa, sebagai ummat, berada pada jalur yang benar menuju puncak kejayaan menjadi bangsa yang berdaulat, adil dan makmur, serta cerdas?

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Ghazwul Fikri dan Media

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.