Hilman Ungkap Kronologi Kecelakaan Mobil Setnov

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Mantan jurnalis Metro TV Hilman Mattauch mengungkapkan kronologi kecelakaan mobil yang ia kendarai dan ditumpangi mantan Ketua DPR Setya Novanto pada 16 November 2017.

“Ada Reza (Pahlevi) dan Pak SN (Setya Novanto). Reza sebelah kiri, saya menyetir, SN di belakang kiri, dia dibaris kedua sebelah kiri di belakang Reza, kadang bergeser ke tengah,” kata Hilman dalam sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (9/4).

Hilman bersaksi untuk dokter RS Medika Permata Hijau dokter Bimanesh Sutarjo yang didakwa bekerja sama dengan advokat Fredrich Yunadi untuk menghindarkan ketua DPR Setya Novanto diperiksa dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi KTP elektronik.

“Saya dan Reza pakai (seatbelt). SN tidak karena saya lihat dia telepon terus, sudah saya ingatkan tapi dia pindah-pindah kursi. Dia saya jemput di samping gedung Sekjen DPR,” tambah Hilman.

Penjemputan itu dilakukan sekitar pukul 17.00 WIB. Mobil pun mengarah ke kantor Metro TV melewati hotel Mulia lalu menuju “fly over” atau jalan layang Permata Hijau ke arah Kedoya, Jakarta Barat.

“Saat itu hujan besar, karena macet saya lewat alternatif di Permata Hijau. Saat itu jam 6 kurang, jalanan agak tersendat, setelah itu sepanjang jalan SN banyak terima telepon,” ungkap Hilman.

Hilman pun mengaku kerap ditelepon kantornya yang menanyakan posisi Setnov.

“Saya menyetir sambil menelepon, tidak pakai ‘headset’,” tambah Hilman.

Karena macet, Hilman pun menawarkan kepada Setnov untuk “live by phone” dengan Metro TV, tapi Setnov menolak karena takut wawancara itu diplintir.

“Saat itu saya arahkan ke perumahan Permata Hijau dulu karena mau ‘live by phone’. Saya lurus lalu berhenti dan wawancara sebentar, jadi saya menghadap ke belakang saat itu sudah lewat pukul 18.00,” ungkap Hilman.

Wawancara dilakukan sekitar 10-15 menit, lalu kantornya pun kembali menelpon Hilman saat sedang menyetir.

“Lalu SN menepuk pundak bertanya ‘Lama tidak di Metro TV? Terus kantor menelepon, dia tanya lagi, terus tiba-tiba kejadian itu, sasis, radiator kena, kaca pecah, posisi mesin mati,” ungkap Hilman.

Menurut Hilman, ia dan Reza tidak luka tapi Reza harus membopong Setnov.

“Reza marah-marah. SN dibopong Reza ke arah lampu merah. Saya muntah dan pusing. SN dibopong masih begini juga yang mulia. Saya berusaha minta maaf karena Reza marah-marah. Saya turun dari pintunya Reza karena di pintu saya ada kali,” ungkap Hilman.

Setelah membawa keluar Setnov, Reza pun kembali lagi ke mobil.

“Saya tidak tahu SN digeletakkan di mana, yang saya tahu Reza balik lagi mengambil barang terus pergi lagi lalu kantor telepon dan warga ada yang kasih minum karena itu banyak yang nonton,” jelas Hilman.

Ia pun menelepon derek asuransi lalu ada seorang tukang ojek “online” atau daring yang datang menghampirinya dan menawarkan jasa untuk mengantar ke rumah sakit.

“Saya telepon kantor mengatakan kalau Pak SN di Medika Permata Hijau. lalu saya pake ojek itu ke kantor dan saya ditanya-tanya. Saya ‘shock’ yang kepikiran asuransi, lalu telepon keluarga juga,” tambah Hilman.

Ia pun mengaku tidak sempat menengok Setnov di rumah sakit.

“Saya langsung ke kantor, saya dapat perintah balik ke kantor ya saya langsung ke kantor, dan sampai sekarang tidak pernah ketemu SN,” ungkap Hilman. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Diserbu Penumpang, Tarif Kapal Pelni Kendari-Jakarta Hanya Rp529 Ribu

Kebetulan harga tiket kapal laut milik Pelni masih relatif murah. Untuk penumpang dewasa dari Kendari hingga Tanjung Priuk, Jakarta Utara hanya dibanderol Rp529 ribu, termasuk tiket kapal super ekspres Jetliner Kendari-Baubau hanya Rp100 ribu perpenumpang.

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.