Hidayat Nur Wahid: Pilih Pemimpin Berdasarkan Agama, Demokratis dan Tak Lawan Konstitusi

314

JAKARTA – Pernyataan Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Sabtu (11/2) sore, sebagaimana dilansir dalam berbagai media online, bahwa memilih berdasarkan agama sama dengan melawan konstitusi dibantah keras oleh Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid.

“Sebagai wakil ketua MPR RI, saya tegaskan, UUD 1945 tidak larang apalagi sebut pilih pemimpin berdasarkan agama sebagai melawan konstitusi,” kata Hidayat sebagaimana dilansir di Facebook resminya, Minggu (12/2).

Lebih lanjut Hidayat menegaskan bahwa di Undang Undang Dasar 1945 pada pasal 29 ayat 2 (yang tak mengalami perubahan), dinyatakan bahwa negara menjamin kemerdekaan tiap penduduk memeluk agamannya dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya masing-masing.

“Di antara ajaran agama Islam adalah tentang kepemimpinan dan memilih pemimpin, sebagamana diatur dalam Surat Al Maidah ayat 51 itu,” tegas Hidayat.

Hidayat juga menjelaskan, pasal  28 e ayat 1 UUD NRI 1945 menyatakan bahwa kebebasan memeluk agama dan beribadat menurut ajaran agama adalah HAM yang dilindungi dan diakui NKRI.

“Jadi, justru pernyataan Basuki T Purnama, cagub berstatus terdakwa dalam kasus penistaan agama itulah yg bertentangan dengan konstitusi RI.  Harusnya, para pejabat ajarkan dan cerahkan rakyat tentang paham dan praktik berkonstitusi (UUD 1945) yang jujur, baik dan benar,” tutup Hidayat.

EDITOR : Harun S

loading...

2 KOMENTAR

  1. masyarakat sdh lebih pintar daripada perkiraan politikus seperti anda pak nur…kurangilah komentar yg subyektif dan unsur yg mengandung kebencian dan gak suka biar tdk makin membingungkan masyarakat awam, diam itu lebih baik, biarlah masyarakat yg menentukan pilihannya sendiri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama