Hidayat Nur Wahid: Pilih Pemimpin Berdasarkan Agama, Demokratis dan Tak Lawan Konstitusi

JAKARTA – Pernyataan Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Sabtu (11/2) sore, sebagaimana dilansir dalam berbagai media online, bahwa memilih berdasarkan agama sama dengan melawan konstitusi dibantah keras oleh Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid.

“Sebagai wakil ketua MPR RI, saya tegaskan, UUD 1945 tidak larang apalagi sebut pilih pemimpin berdasarkan agama sebagai melawan konstitusi,” kata Hidayat sebagaimana dilansir di Facebook resminya, Minggu (12/2).

Lebih lanjut Hidayat menegaskan bahwa di Undang Undang Dasar 1945 pada pasal 29 ayat 2 (yang tak mengalami perubahan), dinyatakan bahwa negara menjamin kemerdekaan tiap penduduk memeluk agamannya dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya masing-masing.

“Di antara ajaran agama Islam adalah tentang kepemimpinan dan memilih pemimpin, sebagamana diatur dalam Surat Al Maidah ayat 51 itu,” tegas Hidayat.

Hidayat juga menjelaskan, pasal  28 e ayat 1 UUD NRI 1945 menyatakan bahwa kebebasan memeluk agama dan beribadat menurut ajaran agama adalah HAM yang dilindungi dan diakui NKRI.

“Jadi, justru pernyataan Basuki T Purnama, cagub berstatus terdakwa dalam kasus penistaan agama itulah yg bertentangan dengan konstitusi RI.  Harusnya, para pejabat ajarkan dan cerahkan rakyat tentang paham dan praktik berkonstitusi (UUD 1945) yang jujur, baik dan benar,” tutup Hidayat.

EDITOR : Harun S

2 KOMENTAR

  1. masyarakat sdh lebih pintar daripada perkiraan politikus seperti anda pak nur…kurangilah komentar yg subyektif dan unsur yg mengandung kebencian dan gak suka biar tdk makin membingungkan masyarakat awam, diam itu lebih baik, biarlah masyarakat yg menentukan pilihannya sendiri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Mengenal Perbedaan Suku Baduy Dalam dan Suku Baduy Luar Beserta Hal Menarik Lainnya

Salah satu suku di Indonesia yang cukup unik karena konsistensinya menjaga alam dan memegang teguh adat istiadat.