Hadir di Reuni 212? Catat Rekayasa Lalu Lintas di Monas Berikut Ini

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya mengumumkan rekayasa lalu lintas selama berlangsung Reuni 212 di kawasan Monumen Nasional (Monas) dan sekitar Jalan Medan Merdeka Selatan pada Ahad (2/12) sejak pukul 06.00 WIB.

Kasubdit Bin Gakkum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan, rekayasa lalu lintas berlangsung di empat wilayah.

“Arah lalu lintas menuju Jalan Budi Kemuliaan dari Jalan Fachrudin dan Jalan Abdul Muis diluruskan dari arah utara ke selatan maupun sebaliknya,” kata Budiyanto di Jakarta, Jumat (30/11).

Sementara itu, arus kendaraan dari Jalan Sabang diarahkan menuju Jalan Medan Merdeka Selatan, kemudian dibelokkan ke kanan atau melawan arus menuju depan Balai Kota.

Budiyanto menyebut, jalan depan Balai Kota akan diperuntukkan sebagai lokasi parkir kendaraan peserta kegiatan.

Baca juga: Reuni 212, Fadli Zon: Prabowo Diundang Penyelenggara untuk Hadir

Kendaraan dari arah Juanda akan diluruskan menuju Gunung Sahari. Tujuannya, kata Budiyanto, kendaraan diharapkan tidak memasuki jalan samping Gedung Kesenian Jakarta (GKJ).

Untuk kendaraan yang melintas dari arah Jalan Katedral akan diarahkan lurus menuju Pasar Baroe.

“Kendaraan tidak masuk ke Jalan Veteran Raya sehingga ada percerai-beraian arus di traffic light (TL) MBAL Jalan Gunung Sahari,” kata Budiyanto.

Kendaraan dari Jalan Merdeka Timur menuju Jalan Merdeka Utara akan diluruskan ke Jalan Perwira, sementara Jalan Veteran III menuju Mahkamah Agung akan steril dari kendaraan.

Baca juga: Sukseskan Reuni 212, PKS Instruksikan Kadernya untuk Hadir

“Untuk di wilayah Harmoni, kendaraan dari Jalan Hayam Wuruk dibelokkan ke kiri menuju Juanda dan arus dari Jalan Majapahit akan berjalan normal berbelok ke kiri menuju Jalan Suryo Pranoto, lurus ke Jalan Gajah Mada, berbelok ke kanan ke Jalan Juanda,” jelasnya.

Untuk kendaraan dari simpang lima Senen, arus dari arah timur, Jalan Letjen Suprapto dibelokkan ke kiri menuju Jalan Kramat Raya.

“Hanya kendaraan tertentu yang dapat melintasi jalan dari arah underpass menuju Jalan Gunung Sahari dan kawasan RSPAD,” katanya.

Kendaraan dari arah Jalan Arief Rahman Hakim dan Jalan Kembang (pinggir Kali Kwitang) akan dialihkan menuju Jalan Menteng Raya.

“Tujuan rekayasa lalu lintas tersebut untuk mengurangi arus kendaraan menuju Jalan Ridwan Rais,” kata Budiyanto.

Sementara itu, kendaraan menuju Jalan Merdeka Selatan akan diluruskan menuju Jalan Merdeka Timur. (ARif R)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close