Gubernur Anies Dipastikan Tidak Dilibatkan dalam Timses, Begini Penjelasan Sandiaga

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Tim sukses pasangan bakal calon Presiden-Wakil Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan segera diumumkan pada tanggal 20 September mendatang. Dipastikan nama Gubernur DKI Jakarta, tidak masuk dalam daftar Timses yang akan segera difinalisasi tersebut.

Hal itu ditegaskan oleh Sandiaga Uno sesuai yang diperintahkan Prabowo, agar kepala daerah yang masih bertugas seperti Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, tidak ikut dalam Timses, tapi lebih fokus pada pemerintahannya.

“Kita tidak ingin terpecah belah, tapi justru untuk mempersatukan dan membangun daerahnya masing-masing,” kata Sandiaga di Lapangan Basket Kemenpora, Jakarta Pusat, Sabtu (8/9).

Baca juga: Tidak Libatkan Kepala Daerah, Timses Prabowo-Sandiaga Diumumkan 20 September

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini berharap kepala daerah jangan sampai terganggu dengan adanya agenda Pilpres 2019.

“Karena mereka dipilih dan dipercaya rakyat untuk memajukan daerahnya masing-masing,” ujar Sandiaga.

Menurut Sandiaga, walau kepala daerah dapat mengajukan cuti untuk bisa ikut berkampanye memenangkan pasangan Prabowo-Sandiaga, namun hal itu tetap akan menganggu ritme kerja sebagai kepala daerah.

“Karena itu, saya  memilih mengundurkan diri sebagai Wagub DKI dan tidak mengambil cuti yang sebenarnya bisa dilakukan,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Sandiaga Uno akan diumumkan pada tanggal 20 September mendatang. TKN ini nanti akan dipimpin oleh mantan Panglima TNI, Djoko Santoso. (ARif R/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Ghazwul Fikri dan Media

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.