GNPF MUI Laporkan Sukmawati ke Polda Sumut

MEDAN, SERUJI.CO.ID – Polda Sumatera Utara telah menerima laporan dari elemen masyarakat yang mengadukan Sukmawati atas dugaan penistaan terhadap agama Islam.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting, di Medan, Jumat (6/4), mengatakan elemen masyarakat yang melaporkan itu adalah Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI yang dipimpin atas nama Rafdinal.

Laporan tersebut, menurut dia, telah diterima personel Polda Sumut, yakni Brigadir Widodo dan akan diteruskan ke institusi hukum yang berwenang menangani perkara penistaan agama.

“Terlapor (Sukmawati) dikenakan Pasal 156 a dan huruf a KUH Pidana tentang Penodaan Agama,” ujar mantan Kapolres Binjai itu.

Sebelumnya, sejumlah elemen masyarakat melaporkan Sukmawati ke Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya terkait dugaan penistaan agama usai membacakan puisi berjudul Ibu Indonesia pada acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya beberapa waktu lalu.

GNPF Ulama Sumut yang merupakan gabungan dari ormas Islam minta kepada Kapolri untuk segera memproses hukum Sukmawati dengan melakukan upaya penegakan hukum berupa penangkapan demi terciptanya kerukunan beragama di NKRI.

“Mengecam keras segala bentuk penistaan terhadap agama Islam, baik yang dilakukan oleh orang perorang maupun golongan dan atau pemeluk agama lain,” kata Al Ustadz Heriansyah, dalam peryataan sikapnya, di Mapolda Sumut.

Bahwa telah terjadi tindakan penodaan agama yang dilakukan Sukmawati atas puisinya yang berjudul “Ibu Indonesia”, dengan membandingkan cadar dan panggilan azan yang dianggap sakral bagi umat Islam secara sengaja dan kesadaran penuh oleh Sukmawati dengan budaya Indonesia.

“Bahwa tindakan penodaan agama yang dilakukan Sukmawati itu, patut ditindak lanjuti aparat Kepolisian berdasarkan Pasal 156a huruf a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)meskipun tanpa adanya aduan dari umat Islam,” kata Al Ustadz Heriansyah.

Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpau, merespon aksi damai yang dilakukan ribuan massa GNPF Ulama Sumut yang meminta kepada Kapolri untuk segera memproses hukum Sukmawati dengan melakukan upaya penegakan hukum berupa penangkapan demi terciptanya kerukunan beragama di NKRI.

“Kita akan kirimkan pernyataan itu, karena perkara tersebut ditangani oleh Mabes Polri,” kata Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpau ketika menerima ribuan massa aksi damai dari GNPF MUI. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Kalimantan, Tumpuan Indonesia ke Depan

Kalau ada orang orang memandang remeh Kalimantan, saya pastikan yang bersangkutan kurang banyak piknik di dalam negeri

Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital

Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI) Jatim berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur, Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya berupaya bersama-sama memerangi hoaks melalui stakeholders meeting

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

TERPOPULER