Geledah Puluhan Lokasi di Malang, Inilah Barang Bukti Yang Disita KPK


JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita dokumen dan barang bukti elektronik hasil penggeledahan di empat lokasi di Kabupaten Malang, hari ini, Kamis (11/10), terkait kasus penerimaan suap dan gratifikasi oleh Bupati Malang Rendra Kresna.

“Hari ini dilakukan penggeledahan di empat lokasi lain di Malang, yaitu kantor Dinas Pariwisata, ULP (Unit Layanan Pengadaan), Dinas Kesehatan, dan Dinas Peternakan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Kamis (11/10).

Dari empat lokasi itu, KPK menyita barang bukti elektronik dan dokumen-dokumen terkait proyek.

KPK pada Kamis telah mengumumkan Rendra Kresna sebagai tersangka menerima suap dan gratifikasi.

Sebelumnya, KPK juga telah menggeledah di 22 lokasi di Kabupaten Malang sejak Senin (8/10) sampai Kamis (11/10).

ke-22 lokasi itu antara lain pendopo Bupati Malang, kantor dan rumah swasta, rumah PNS, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Bapenda, PUPR Kabupaten Malang, BUP, Dinas Bina Marga serta Dinas Ketahanan Pangan.

Selanjutnya, rumah Dinas Bupati, kantor Dinas Sosial, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian, rumah saksi (Kepala Bidang di Dinas Bina Marga) dan kantor KorwiI Jatim Partai NasDem.

Dari sejumlah lokasi penggeledahan itu, penyidik KPK menyita sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik dan sejumlah uang, yaitu di rumah dinas Bupati 15 ribu dolar Singapura, kantor Bina Marga Rp305 juta, dan rumah salah satu Kepala Bidang Rp18,95 juta.

Dalam perkara ini, tersangka Rendra diduga dduga menerima suap dari tersangka Ali Murtopo dari pihak swasta sekitar Rp3,45 miliar terkait penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Malang Tahun Anggaran 2011.

Sementara dalam perkara gratifikasi, Rendra Kresna selaku Bupati Malang dua periode 2010 2015 dan periode 2016-2021 bersama-sama dengan Eryk Armando Talla dari pihak swasta, diduga menerima gratifikasi yang dianggap suap karena berhubungan dengan jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya sebagai Bupati Malang setidak-tidaknya sampai saat ini sekitar total Rp3,55 miliar.

Penerimaan gratifikasi oleh Rendra dan Eryk diduga terkait dengan sejumlah proyek di sejumlah dinas di Kabupaten Malang. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close