Fahira: Pilkada Usai, Saatnya Satukan Rasa yang Sempat Terpecah

94
fahira idris
Fahira Idris, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Jakarta

JAKARTA – Puncak gelaran Pilkada DKI Jakarta yaitu pemungutan dan penghitungan suara di TPS, yang begitu menguras energi warga Jakarta, telah usai pada 19 April kemarin. Berdasarkan hasil hitung cepat semua lembaga survei, Pasangan Anies-Sandi dipastikan akan menjadi nakhoda baru Kota Jakarta sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Periode 2017-2002. Setelah semua hiruk pikuk pilkada ini usai, kota Jakarta diharapkan segera bersemai kembali menata dirinya.

“Ini kemenangan bersama, bukan hanya buat kita yang pilih nomor tiga. Setelah pilkada usai, kita yang berjaya harus mampu menyejukkan suasana dan menyatukan semua rasa yang sempat terpecah. Selamat untuk Anies-Sandi yang telah berhasil menjemput takdirnya. Terima kasih untuk Basuki-Djarot atas pengabdiannya dan apresiasi setingginya karena sudah menerima hasil pilkada ini,” ucap Senator Jakarta Fahira Idris, di Jakarta (20/4).

Fahira mengungkapkan, tugas besar Gubenur/Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru adalah sesegera mungkin menghadirkan keadilan bagi semua warga terutama bagi mereka yang renta yang memang harus diakui keadilan bagi mereka hingga saat ini masih belum sepenuhnya bersemai. Menghadirkan keadilan sosial juga menjadi jurus yang jitu untuk merekatkan kembali relasi sosial warga Jakarta yang saat ini begitu renggang.

“Karena hanya keadilan yang mampu satukan rasa yang sempat terpecah ini. Karena tanpa keadilan, kemajuan Jakarta takkan pernah terasa. Ketika warga merasakan keadilan maka tanpa diperintah mereka akan bergerak bersama membantu gubernur dan wakil gubernur membenahi lingkungan dan kotanya. Saya punya keyakinan Anies-Sandi punya komitmen mewujudkan ini,” ujar Wakil Ketua Komite III DPD ini.

Selain mulai bergerak menyejukkan suasana pasca pilkada, saat ini, lanjut Fahira, semua partai pendukung dan relawan Anies-Sandi juga harus terus mengawal proses rekapitulasi penghitungan suara berjenjang yang dilakukan KPUD DKI Jakarta. Walau biasanya hasil hitung cepat lembaga survei tidak jauh berbeda dengan hasil penghitungan manual KPUD, tetapi kewasapadaan harus terus dijaga agar seluruh hasil perolehen suara yang ada di TPS sama dengan proses rekapitulasi suara, baik di di tingkat kabupaten/kota maupun nanti di tingkat provinsi.

“Kesejukan ini tetap kita jaga, tetapi raihan kemenangan ini harus tetap kita kawal sumpai tuntas. Jangan kita beri celah kepada oknum-oknum tidak bertanggungjawab yang ingin merusak suasana Jakarta yang sudah sejuk ini,” pungkas Fahira.#

 

EDITOR: Iwan Y

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama