Fahira: Jawara Akan Ditempatkan Lebih Banyak di TPS Rawan

2
314
Relawan Bang Japar bersama Senator Jakarta Fahira Idris dan Cawagub Sandiaga Uno. (foto: Istimewa)

JAKARTA – Inisiator Relawan Bang Japar atau Kebangkitan Jawara dan Pengacara untuk Anies-Sandi, Fahira Idris menyampaikan akan menempatkan lebih banyak relawan Bang Japar di TPS-TPS rawan di berbagai titik.

“Kita sudah selesai memetakan TPS-TPS mana saja yang rawan dan perlu mendapat pengawasan ekstra. TPS Rawan maksudnya adalah TPS yang berdasarkan hasil evaluasi putaran pertama terjadi kekisruhan ditambah TPS-TPS yang yang menurut kita pada putaran kedua ini berpotensi terjadi banyak permasalahan salah satunya soal DPT dan pemaksaan kehendak untuk dibolehkan memilih padahal tidak memenuhi syarat,” ujar Fahira, yang juga Senator asal Jakarta, melalui rilis yang diterima SERUJI hari ini, Selasa (18/4).

Fahira mengungkapkan, saat ini relawan Bang Japar sudah resmi menjadi bagian dari tim Advokasi Anies-Sandi yang memang sudah mempunyai izin untuk melakukan pengawasan di semua TPS yang ada di Jakarta serta dilengkapi dengan surat tugas, dan tanda pengenal.

Niat Bang Japar ikut mengawasi TPS, lanjut Fahira, adalah membantu penyelenggara pilkada, agar pilkada putaran kedua tidak hanya luber, tetapi juga jujur dan adil dengan menangkal tindakan intimidatif, curang dan arogan yang menganggu ketertiban di TPS.

“Dari sisi keamanan, para Jawara, jika dibutuhkan akan membantu mengamankan TPS dari oknum-oknum yang coba mengacau. Kami akan cegah dengan cara-cara yang elegan, bermartabat, dan tentunya sesuai koridor hukum. Sementara dari sisi hukum, para pengacara akan memastikan proses pemungutan dan penghitungan suara sesuai dengan aturan. Jadi saya mau ingatkan, kepada oknum-oknum yang sengaja ingin membuat kisruh pada 19 April nanti, urungkan niat Anda,” tegas Wakil Ketua Komite III DPD ini.

Fahira juga mengharapkan, masifnya berbagai dugaan pelanggaran pilkada terutama yang terjadi pada masa tenang, tidak berimbas pada ketenangan dan ketertiban hari pemungutan dan penghitungan suara nanti. Pasalnya, masa tenang yang seharusnya ‘mengistirahatkan’ semua warga Jakarta dari hingar bingar pilkada, malah harus menyaksikan berbagai dugaan praktik politik uang lewat temuan timbunan paket sembako di beberapa titik di Jakarta.

Menurut Fahira, adanya masa tenang dalam pilkada dimaksudkan agar semua warga Jakarta bisa tenang dan damai sebelum menunaikan haknya di TPS. Namun, yang terjadi sekarang malah sebaliknya. Oknum-oknum panik dan tidak bertanggungjawab masih saja mengganggu warga dengan cara-cara rendah.

“Bang Japar hari ini sudah berhasil menggagalkan salah satu upaya dugaan pembagian sembako pada masa tenang dan sudah dilaporkan oleh pihak yang berwenang. Saya himbau segera hentikan (pelanggaran di masa tenang), karena Anda akan berhadapan dengan kekuatan warga,” pungkas Fahira.

 

EDITOR: Arif R

loading...

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
menhub

Menhub: Cuaca Buruk Belum Mempengaruhi Sektor Penerbangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan sektor penerbangan belum terpengaruh kondisi cuaca buruk seperti yang dialami sektor pelayaran, meskipun kewaspadaan tetap...
tewas

Karena Kecelakaan Mobil, Pilot Lion Air Dimakamkan di Madinah

SERANG, SERUJI.CO.ID - Pilot Lion Air Captain Bambang Sugiri yang meninggal karena kecelakaan mobil di Arab Saudi, Sabtu (21/7), akan dimakamkan di Madinah pada...
Tahanan kabur

Dua dari 31 Orang Napi Lapas Doyo Yang Kabur Telah Diamankan

SENTANI, SERUJI.CO.ID - Kapolres Jayapura AKBP Victor Mackbon mengatakan jumlah narapidana yang melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura,...

Untuk Asian Games, PSSI Miliki Dua Bus Baru

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memiliki dua unit bus baru sebagai moda transportasi tim nasional sepak bola Indonesia menjelang bergulirnya...

Dirjen PAS: OTT di Sukamiskin Masalah Serius dan Tak Terduga

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami mengatakan kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)...