Fahira Idris: Lebih Baik Debat Publik Diperbanyak Daripada Sahut-Menyahut Di Medsos

JAKARTA – Pilkada DKI Jakarta putaran kedua kini memasuki masa kampanye yang akan berlangsung hingga 15 April 2017 mendatang.

Anggota DPD asal Jakarta Fahira Idris menilai, pada putaran kedua Pilkada DKI 2017 ini diharapkan lebih banyak adu gagasan soal tema-tema yang selama mereka perdebatkan di media massa dan media sosial. Menurutnya, tema itu mempunyai pandangan dan penanganan yang berbeda-beda, melalui debat tersebut agar publik tercerahkan.

“Semakin banyak debat pada kampanye putaran kedua ini semakin baik, daripada saling sahut-menyahut di media massa atau media sosial. Lewat debat publik, warga Jakarta bisa lebih rasional memandang, paslon mana yang punya pandangan dan solusi paling masuk akal, tepat, rasional, dan orientasinya untuk kepentingan rakyat, bukan elit,” ujar senator Jakarta, Fahira Idris, dalam siaran persnya, Kamis (9/3/2017).

Fahira mengemukakan, dari catatannya, ada tiga tema besar yang bisa menjadi irisan pertentangan kedua paslon, yaitu soal reklamasi, penanganan banjir termasuk soal penggusuran, dan terakhir penyediaan hunian layak.

“Dari ketiga tema ini, kedua paslon menganggap pandangan dan solusinya paling benar. Sehingga ada baiknya keduanya dipertemukan dalam satu forum debat yang khusus membahas ketiga tema tersebut sampai tuntas,” ucap Fahira.

Namun, yang menjadi persoalan, kata Fahira, KPU Jakarta hanya akan menggelar satu kali debat publik pada pilkada putaran kedua ini. Selain, biasanya tema debat publik yang digelar KPU terlalu normatif.

“Dan keterbatasan waktu tidak akan memungkinkan paslon memaparkan pandangan dan solusinya mengenai tema yang didebatkan secara komprehensif,” tegasnya.

Oleh karena itu, pada Pilkada putaran kedua ini, ia berharap muncul inisiatif dari berbagai insitutusi civil society untuk menggelar debat publik membahas tema-tema khusus dengan mengundang kedua paslon.

“Jakarta ini kan pusat berkumpulnya berbagai organisasi masyarakat madani yang juga punya tanggung jawab moral memberikan pendidikan politik yang baik kepada warga Jakarta. Misalnya institusi yang selama ini concern soal lingkungan hidup, bisa menggelar debat publik soal reklamasi. Organisasi dan komunitas yang concern soal tata kota bisa menggelar debat soal penanganan banjir, soal penggusuran, atau normalisasi sungai. Kampus-kampus yang ada di Jakarta juga bisa menggelar debat publik,” paparnya.

Fahira meyakini, jika kampanye putaran kedua ini lebih banyak diisi adu program lewat forum debat, maka yang paling diuntungkan adalah warga Jakarta. Karena bisa mengetahui secara komprehensif janji-janji kerja kedua paslon dan bisa dianalisa program-program tersebut.

“Jakarta ini tempat bertemunya berbagai kekuatan dan kepentingan yang berlomba-lomba mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya dari kota ini tanpa memperdulikan kemaslahatan warga dan lingkungannya. Makanya, kita perlu gubernur yang berani menjadikan kepentingan rakyat sebagai satu-satunya ukuran dalam setiap tindak-tanduk dan program kerjanya,” pungkas Wakil Ketua Komite III DPD ini.

EDITOR: Iwan Y

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close