Fahira Idris: Lebih Baik Debat Publik Diperbanyak Daripada Sahut-Menyahut Di Medsos

1
122
fahira idris
Fahira Idris, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Jakarta

JAKARTA – Pilkada DKI Jakarta putaran kedua kini memasuki masa kampanye yang akan berlangsung hingga 15 April 2017 mendatang.

Anggota DPD asal Jakarta Fahira Idris menilai, pada putaran kedua Pilkada DKI 2017 ini diharapkan lebih banyak adu gagasan soal tema-tema yang selama mereka perdebatkan di media massa dan media sosial. Menurutnya, tema itu mempunyai pandangan dan penanganan yang berbeda-beda, melalui debat tersebut agar publik tercerahkan.

“Semakin banyak debat pada kampanye putaran kedua ini semakin baik, daripada saling sahut-menyahut di media massa atau media sosial. Lewat debat publik, warga Jakarta bisa lebih rasional memandang, paslon mana yang punya pandangan dan solusi paling masuk akal, tepat, rasional, dan orientasinya untuk kepentingan rakyat, bukan elit,” ujar senator Jakarta, Fahira Idris, dalam siaran persnya, Kamis (9/3/2017).

Fahira mengemukakan, dari catatannya, ada tiga tema besar yang bisa menjadi irisan pertentangan kedua paslon, yaitu soal reklamasi, penanganan banjir termasuk soal penggusuran, dan terakhir penyediaan hunian layak.

“Dari ketiga tema ini, kedua paslon menganggap pandangan dan solusinya paling benar. Sehingga ada baiknya keduanya dipertemukan dalam satu forum debat yang khusus membahas ketiga tema tersebut sampai tuntas,” ucap Fahira.

Namun, yang menjadi persoalan, kata Fahira, KPU Jakarta hanya akan menggelar satu kali debat publik pada pilkada putaran kedua ini. Selain, biasanya tema debat publik yang digelar KPU terlalu normatif.

“Dan keterbatasan waktu tidak akan memungkinkan paslon memaparkan pandangan dan solusinya mengenai tema yang didebatkan secara komprehensif,” tegasnya.

Oleh karena itu, pada Pilkada putaran kedua ini, ia berharap muncul inisiatif dari berbagai insitutusi civil society untuk menggelar debat publik membahas tema-tema khusus dengan mengundang kedua paslon.

“Jakarta ini kan pusat berkumpulnya berbagai organisasi masyarakat madani yang juga punya tanggung jawab moral memberikan pendidikan politik yang baik kepada warga Jakarta. Misalnya institusi yang selama ini concern soal lingkungan hidup, bisa menggelar debat publik soal reklamasi. Organisasi dan komunitas yang concern soal tata kota bisa menggelar debat soal penanganan banjir, soal penggusuran, atau normalisasi sungai. Kampus-kampus yang ada di Jakarta juga bisa menggelar debat publik,” paparnya.

Fahira meyakini, jika kampanye putaran kedua ini lebih banyak diisi adu program lewat forum debat, maka yang paling diuntungkan adalah warga Jakarta. Karena bisa mengetahui secara komprehensif janji-janji kerja kedua paslon dan bisa dianalisa program-program tersebut.

“Jakarta ini tempat bertemunya berbagai kekuatan dan kepentingan yang berlomba-lomba mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya dari kota ini tanpa memperdulikan kemaslahatan warga dan lingkungannya. Makanya, kita perlu gubernur yang berani menjadikan kepentingan rakyat sebagai satu-satunya ukuran dalam setiap tindak-tanduk dan program kerjanya,” pungkas Wakil Ketua Komite III DPD ini.

EDITOR: Iwan Y

BAGIKAN
loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Bupati Malinau Hadiri Rapat Paripurna DPRD Penetapan APBD 2018

MALINAU, SERUJI.CO.ID - Bupati Malinau hadiri rapat paripurna ke IX masa sidang III DPRD kabupaten Malinau tahun 2017 yang diadakan di ruang sidang kantor...
Setya Novanto dan KPK

Pengacara Belum Pastikan Setya Novanto Hadir di Persidangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kuasa Hukum Setya Novanto, Firman Wijaya, menyatakan belum mengetahui apakah kliennya dapat dihadirkan sebagai terdakwa pada sidang perdana perkara tindak pidana korupsi...
Polrestabes Surabaya

Polrestabes Surabaya Raih Predikat Wilayah Bebas Korupsi

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya meraih predikat "Wilayah Bebas Korupsi" dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. "Kami mengucapkan terima kasih kepada...

KANAL WARGA TERBARU

Untitled

Utopia Share Syndrome

Hadirnya media sosial di tengah kerasnya kehidupan telah melahirkan "penyakit" baru yang bolehlah saya sebut dengan istilah "Share Syndrome". Sederhananya, Share Syndrome adalah semacam...

Max Havelaar dan AMDK Ummat

Dowwes Dekker adalah salah satu pencabut tonggak kejam kolonialisme di bumi Nusantara. Ia menjadi amtenaar saat Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch memaksa penduduk...
Diky Supratman

Tiga Tahun Bocah Ini Berjuang Dengan Penyakitnya

Kotawaringin Barat - Diky Supratman (16) anak dari pasangan Mustofa dan Marni jl. Ahamd Yani gg. Baning RT 29 Kelurahan Baru Arut Selatan Kotawaringin...