Fadli Zon: Pertemuan Ketua KPU DKI dengan Timses Ahok-Djarot Tak Perlu Dibesar-besarkan

1
294
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon

JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon meminta pertemuan antara Ketua Umum Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Sumarno dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Mimah Susanti dengan tim sukses Ahok-Djarot tidak usah dibesar-besarkan. Hal tersebut dinilainya sebagai sesuatu yang lumrah selama pembicaraan tetap dalam koridor meminta penjelasan terkait pemilu dan tidak ada perencanaan kecurangan-kecurangan.

“Kalau cuma sekedar ketemu-ketemu gitu nggak ada masalah ya, apalagi diundang. Menurut saya itu tidak perlu kita besar-besarkan selama tidak ada rencana kecurangan,” ujar Fadli Zon di kediaman Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (10/3/2017).

Bukan tidak mungkin, katanya, tim Anies-Sandi pun akan melakukan hal yang sama, bertemu dengan KPU DKI dan Bawaslu DKI dikemudian hari.

“Kalau ketemu dengan paslon, mungkin lain waktu kami juga bisa mengundang, nggak ada masalah. Jadi saya kira masalah KPU DKI bertemu dengan paslon semua itu tidak ada rencana kecurangan atau konspirasi, nggak ada masalah,” kata Fadli.

Yang paling penting, menurut Wakil Ketua DPR RI itu, di hari pencoblosan Pilgub DKI putaran kedua, tidak lagi ditemukan kecurangan-kecurangan sebagaimana yang tim Anies-Sandi temukan dalam putaran pertama.

“Sah-sah saja ya menurut saya, nggak ada masalah. Yang penting itu nanti bagaimana hari pelaksanaan, tanpa kecurangan,” pungkasnya.

Sebelumnya dikabarkan, Ketua KPUD DKI, Komisioner KPU DKI, dan Bawaslu DKI bertemu dengan timses Ahok-Djarot di Hotel Novotel tanggal 9 Maret 2017. Hal ini menimbulkan tanda tanya publik. Publik sempat mempertanyakan kenetralitasan penyelenggara pilkada itu pada Pilkada DKI Jakarta. Kemudian Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) melaporkan hal ini ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Saat dihubungi pada Jumat (10/3), Ketua KPU DKI Jakarta, Sumarno, telah mengklarifikasi kehadirannya pada rapat bersama timses Ahok-Djarot pada Kamis (9/3/2017) di Hotel Novotel, Jakarta Barat. Sebelum memutuskan hadir, Sumarno sempat berdiskusi internal KPU DKI. Setelah tahu Bawaslu juga diundang, maka Sumarno memutuskan untuk datang.

Sumarno yang datang bersama Komisioner Dahlia Umar dan Ketua Bawaslu DKI Mimah Susanti, mengaku kedatangannya atas undangan resmi untuk melakukan sosialisasi peraturan dengan timses Ahok-Djarot. Menurut Sumarno undangan semacam itu bukan yang pertama dan hal yang wajar.

“Kehadiran di sana memang biasa saja dan ini bukan pertama kali. Karena sebelum sebelumnya juga pernah diundang tim paslon nomor satu, dua, dan tiga untuk sosialisasi untuk memberikan masukan pada putaran pertama,” jelas Sumarno.

Sumarno juga membantah bahwa dirinya turut dalam rapat internal timses yang dihadiri Ahok. Dikatakannya, saat melakukan sosialisasi dengan timses, Ahok tidak turut hadir.

“Tidak benar pemberitaan di medsos bahwa kita ikut rapat internal atau tertutup. Sama sekali kita tidak ikut rapat tertutup. Dan juga tidak benar ikut rapat dengan Pak Ahok. Saya nggak ketemu sama sekali,” tandasnya. Lanjutnya, “Saya datang jam empat dan menunggu di ruang tunggu di lantai 6, acara di lantai 4. Dan kemudian sesinya Pak Ahok istirahat. Saya juga istirahat dan shalat, baru masuk. Jadi Pak Ahok pergi, baru saya masuk.”

Sumarno juga membantah pemberitaan media yang seolah-olah dirinya kaget saat bertemu media di halaman hotel.

EDITOR: Iwan Y

1 KOMENTAR

  1. Bisa jadi ini adalah jebakan.
    Sebab KPU Pusat dari dulu ingin mengambil alih tugas KPUD DKI.
    Dengan viralnya berita KPUD DKI yang tidak memihak, bisa jadi alasan untuk KPU Pusat mengambil alih. Sedangkan KPU Pusat it lebih sangat berat sebelah dibandingkan KPUD DKI.

Comments are closed.

Soekarwo

Soekarwo: Jelang Pilkada Suasana Politik Jatim Akrab

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Gubernur Jawa Timur Soekarwo menilai suasana politik di Jatim akrab dan tidak ada perpecahan menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada...

DPD: Indonesia Berbagi Pengalaman Atasi Terorisme

HANOI, SERUJI.CO.ID - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Nono Sampono mengatakan Indonesia berbagi pengalaman mengatasi aksi terorisme dalam upaya mendorong langkah bersama mencegah kejahatan tersebut. Dalam...

PSI Galang Dana Publik Untuk Partai

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan menggalang dana donasi publik untuk pendanaan partai dan mendorong perbaikan iklim politik di Tanah Air. "Agar independen, hanya...
Anugerah Humas

Website ITS Sabet Juara II Anugerah Humas Perguruan Tinggi

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil menyabet peringkat dua dalam ajang Anugerah Humas Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Koordinasi Perguruan...
anggota DPR kaya raya

Fahri: Bambang Soesatyo Sudah Kaya Sejak Lama

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Sejak dilantik menjadi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggantikan Setya Novanto, nama Bambang Soesatyo terus menjadi sorotan publik. Foto-foto gaya...
loading...
fotozukifli

Paska Diperiksa, Ustadz Zukifli Muhammad Ali Diundang Live di TV Swasta Nasional

Berita tentang "penangkapan" ustadz baru-baru saja terjadi, dialami Ustadz Zukifli Muhammad Ali, yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan menyebarkan kebencian berdasarkan SARA, lihat di berita...
tweet

Berjilbab Tapi Korupsi, Bukan Najwa Shihab

"Esensi Islam tidak terletak pada Pakaian yg dikenakan tapi pada Akhlak yg dilaksanakan (Gus Dur) Berhijab tp Korupsi, Najwa Sihab tak berhijab dapat Penghargaan Tokoh...
sumber: harianterbit

Peringatan 44 Tahun Peristiwa MALARI: Mengembalikan Reformasi yang Kita Mau

Pada 15 Januari 2018 lalu, bertepatan dengan 44 tahun Peristiwa 15 Januari 1974 yang lebih dikenal dalam catatan sejarah sebagai Peristiwa Malapetaka Lima Belas...