Mikul Dhuwur Mendhem Jero

Dunia Usaha Menunggu Kepastian Hasil Pilkada DKI Putaran Kedua

0
36
Foto : Teropong Senayan.com

JAKARTA- Dunia usaha dinilai pada saat ini masih menunggu hasil putaran kedua Pemilihan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 sebelum mengambil langkah strategis untuk menentukan sejumlah hal seperti investasi pada masa mendatang.

“Kami sangat memahami mengapa pilkada dua putaran (di DKI) ini mengundang sikap wait and see (menunggu) dari dunia usaha, khususnya investasi,” kata Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan Taufik Kurniawan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (17/2)

Politisi PAN itu memahami kondisi tersebut antara lain karena tidak bisa dipungkiri bahwa aktivitas bisnis membutuhkan kepastian kondisi.

Apalagi, ujar dia, pemerintah juga baru saja meluncurkan Paket Kebijkan Ekonomi Jilid ke 15 yang terkait dengan logistik dalam hal sistem “Indonesia National Single Window” (INSW).

“Saya memahami jika para pelaku usaha akan menunggu suasana pilkada betul-betul selesai. Apalagi Jakarta menjadi barometer politik dan ekonomi dalam negeri,” papar Taufik Kurniawan.

Untuk itu, ia juga menginginkan kondisi yang kondusif selama pelaksanaan putaran pertama juga perlu untujk tetap dijaga dan jangan sampai mengendur pada putaran kedua berikutnya.

Taufik juga mengemukakan rasa apresiasinya terhadap pelaksanaan Pilkada Serentak yang berlangsung aman, tertib, dan damai, sehingga juga diapresiasi para pelaku ekonomi.

“Walaupun kemudian Pilkada DKI Jakarta juga berlangsung dua putaran, namun kita bisa pastikan kondisi pasar tetap stabil,” ucapnya.

Terkait kondisi ekonomi saat ini, Bank Indonesia melaporkan persepsi 4.600 rumah tangga terhadap kondisi ekonomi saat ini membaik, yang terlihat dari kenaikan indikator tentang penghasilan konsumen saat ini, ketersediaan lapangan kerja dan ketepatan waktu pembelian barang tahan lama.

Dalam publikasi survei konsumen BI yang diumumkan Senin (6/2) malam, di Jakarta, indeks kondisi ekonomi (IKE) pada akhir Januari 2017 membaik dibandingkan Desember 2016 dan November 2016.

“Indeks Kondisi Ekonomi saat ini naik 1,4 poin atau sebesar 104,2 dibanding Desember 2016,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara.

Dalam survei bulanan konsumen untuk Januari 2017, BI melakukan penelitian terhadap 4.600 rumah tangga di 18 kota di Indonesia.

Peningkatan persepsi konsumen, menurut BI, didorong oleh peningkatan indeks penghasilan saat ini yang naik 0,6 poin menjadi 118,5 poin, ketersediaan lapangan kerja yang naik 0,6 poin menjadi 88,8 dan ketepatan waktu pembelian barang tahan lama yang naik 3,3 poin menjadi 105,4.

BI mencatat peningkatan persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini paling tinggi terjadi di Makassar sebesar 25,5 poin, dan Ambon sebesar 23,4 poin.

EDITOR : Yus Arza

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Terbaru

PBB Serukan Dukungan Lebih Banyak Buat Pengungsi Rohingya dari Myanmar

JENEWA, SERUJI.CO.ID - Badan pengungsi PBB pada Senin (25/9) menyerukan peningkatan dukungan buat sebanyak 436.000 pengungsi Rohingya yang menyelamatkan diri dari Myanmar ke Bangladesh...
#savepartaigolkar

DPP Terindikasi Lakukan Politik Transaksional, Kader Golkar Jabar Kumpulkan Koin

PURWAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ribuan kader Golongan Karya se-Jawa Barat melakukan aksi pengumpulan koin sebagai bentuk sindiran terhadap DPP Partai Golkar yang terindikasi melakukan politik...

Politisi PKS: Soliditas PKS-Gerindra Harus Dijaga

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Haris Yuliana menyatakan soliditas antara PKS dengan Gerindra harus dijaga dengan baik untuk bersama-sama membangun politik...

Pemerintah Sebut Investasi Dana Haji Tingkatkan Nilai Manfaat

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI Nizar Ali menyampaikan dana haji berpotensi meningkat nilai manfaatnya bila diinvestasikan. "Peningkatan nilai manfaat...
miras

Bupati Kaget Ada 1.379 Lokasi Pedagang Miras di Wilayahnya

GORONTALO, SERUJI.CO.ID - Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin kaget dengan menyebarnya pedagang minuman keras/beralkohol hingga tercatat sebanyak 1.379 lokasi di wilayahnya. Oleh karenanya, ia...
bps

Peringati Hari Statistik Nasional, BPS Serukan Pembangunan Berlandaskan Data

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Secara nasional, tanggal 26 September diperingati sebagai Hari Statistik Nasional (HSN). Dalam peringatan HSN 2017 tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS)...