Dunia Usaha Menunggu Kepastian Hasil Pilkada DKI Putaran Kedua

JAKARTA- Dunia usaha dinilai pada saat ini masih menunggu hasil putaran kedua Pemilihan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 sebelum mengambil langkah strategis untuk menentukan sejumlah hal seperti investasi pada masa mendatang.

“Kami sangat memahami mengapa pilkada dua putaran (di DKI) ini mengundang sikap wait and see (menunggu) dari dunia usaha, khususnya investasi,” kata Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan Taufik Kurniawan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (17/2)

Politisi PAN itu memahami kondisi tersebut antara lain karena tidak bisa dipungkiri bahwa aktivitas bisnis membutuhkan kepastian kondisi.

Apalagi, ujar dia, pemerintah juga baru saja meluncurkan Paket Kebijkan Ekonomi Jilid ke 15 yang terkait dengan logistik dalam hal sistem “Indonesia National Single Window” (INSW).

“Saya memahami jika para pelaku usaha akan menunggu suasana pilkada betul-betul selesai. Apalagi Jakarta menjadi barometer politik dan ekonomi dalam negeri,” papar Taufik Kurniawan.

Untuk itu, ia juga menginginkan kondisi yang kondusif selama pelaksanaan putaran pertama juga perlu untujk tetap dijaga dan jangan sampai mengendur pada putaran kedua berikutnya.

Taufik juga mengemukakan rasa apresiasinya terhadap pelaksanaan Pilkada Serentak yang berlangsung aman, tertib, dan damai, sehingga juga diapresiasi para pelaku ekonomi.

“Walaupun kemudian Pilkada DKI Jakarta juga berlangsung dua putaran, namun kita bisa pastikan kondisi pasar tetap stabil,” ucapnya.

Terkait kondisi ekonomi saat ini, Bank Indonesia melaporkan persepsi 4.600 rumah tangga terhadap kondisi ekonomi saat ini membaik, yang terlihat dari kenaikan indikator tentang penghasilan konsumen saat ini, ketersediaan lapangan kerja dan ketepatan waktu pembelian barang tahan lama.

Dalam publikasi survei konsumen BI yang diumumkan Senin (6/2) malam, di Jakarta, indeks kondisi ekonomi (IKE) pada akhir Januari 2017 membaik dibandingkan Desember 2016 dan November 2016.

“Indeks Kondisi Ekonomi saat ini naik 1,4 poin atau sebesar 104,2 dibanding Desember 2016,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara.

Dalam survei bulanan konsumen untuk Januari 2017, BI melakukan penelitian terhadap 4.600 rumah tangga di 18 kota di Indonesia.

Peningkatan persepsi konsumen, menurut BI, didorong oleh peningkatan indeks penghasilan saat ini yang naik 0,6 poin menjadi 118,5 poin, ketersediaan lapangan kerja yang naik 0,6 poin menjadi 88,8 dan ketepatan waktu pembelian barang tahan lama yang naik 3,3 poin menjadi 105,4.

BI mencatat peningkatan persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini paling tinggi terjadi di Makassar sebesar 25,5 poin, dan Ambon sebesar 23,4 poin.

EDITOR : Yus Arza

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Form Konsultasi Hukum SERUJI

Untuk berkonsultasi dengan para pakar pengasuh rubrik "Konsultasi Hukum SERUJI" (KHS) silahkan isi form ini selengkap mungkin dan dengan data yang benar. Seluruh data kami jamin terjaga kerahasiaannya.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Inilah Tanda Bayi Terkena Penyakit Demam Berdarah

Kenali Demam Berdarah, waspada terhadap anak anda